ITS News

Kamis, 09 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Semarak, Welcome Party yang diadakan BEM ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"Yakinlah sahabat semua,
Rintangan bukan akhir segalanya,
Majulah bersama, bersatulah,
Hadapilah semua yang mengahalangi,"

Itulah sepotong lirik ciptaan Iswanto, ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, yang dibawakan saat Welcome Party (WP) tingkat institut yang digelar BEM ITS Senin (2/9). Acara ini, menurut Arif Kurniawan Kamal – panitia WP institut, diadakan untuk menyambut mahasiswa baru (maba) yang memulai aktivitas kuliah di ITS. Mahasiswa Teknik Informatika angkatan 1999 ini menyangkal kalau acara ini dijadikan ajang perpeloncoan.

Tepat pukul 16.00 WIB, peleton mahasiswa baru dari beberapa jurusan mulai berdatangan. Acara baru dimulai setengah jam kemudian. Saat itu, estimasi jumlah mahasiswa baru yang hadir mencapai 3000 orang. "Alhamdulillah, berkat kerjasama dengan HMJ ( Himpunan Mahasiswa Jurusan, red.), maba seluruh jurusan bisa hadir," sahut Kamal.

Sementara itu, Nugroho Fredivianus – Presiden BEM ITS – turut ambil bagian dalam acara yang dilaksanakan di lapangan upacara depan rektorat. Nugg, sapaan akrab Nugroho, memberikan sambutan seraya berpesan agar pendidikan dapat dihindarkan dari kapitalisme internasional, tentunya lewat tangan-tangan mahasiswa.

Saat dikonfirmasi, Nugg memberikan komentar dibalik terselenggaranya WP ini. Ia berharap independensi mahasiswa benar-benar dapat ditegakkan. " Saya berharap, kita bisa menyatukan misi integralistik dan mewujudkan ormawa yang independen!" tukasnya bersemangat. "Tidak tergantung apakah ada SK rektor atau tidak!" sambungnya langsung. Ia menambahkan kalau acara ini diadakan sebagai pengkondisian terhadap dilaksanakannya Bakti Kampus Integralistik 2002 dalam waktu dekat.

Surat Keterangan Rektor tentang pelarangan segala bentuk kaderisasi yang dikeluarkan setahun lalu memang setidaknya menghambat proses kaderisasi. Pihak rektorat menolak membiayai kegiatan yang dianggap merugikan maba. Pejabat ITS-pun menolak bertanggung jawab jika terjadi "kecelakaan" dalam kegiatan mencetak kader ormawa itu. (tov/bch)

Berita Terkait