ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Persepsi Paling Menentukan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan manusia. Sekedar mengutarakan apa yang ada di benak kita memang terkesan mudah. Namun bagaimana membuat orang lain mengerti bahkan tertarik atas apa yang kita bicarakan adalah perkara yang cukup sulit.

"Orang akan tertarik mendengarkan jika performance kita bagus," tegas Zainal Abidin, trainer pada pelatihan ’The Secret of Communication Power’ yang diselenggarakan oleh BEM FTI ITS. Performance dapat dilihat dari cara berpakaian. Menurut Zainal, kerapian serta pemilihan pakaian yang dikenakan sangat berpengaruh. "Jika kita ingin melihat orang lain rapi, seperti itulah orang lain ingin melihat kita," ujar pria yang lebih suka memakai celana katun ketimbang jeans ini.

Selain pakaian, bahasa tubuh turut berpengaruh pada performance. "Misalnya saat berkomunikasi, apakah kita cenderung duduk, berdiri atau berada di belakang meja, memperlihatkan kepribadian kita. Posisi duduk orang pun bermacam-macam, ada yang duduk bersandar ke belakang kursi, cenderung ke depan, menyilangkan tangan, kaki dan posisi duduk lainnya, hal ini dapat dinilai orang lain," papar Zainal gamblang.

Karena itu, menjaga bahasa tubuh teramat penting. Apalagi jika ingin lawan bicara menuruti ide, pendapat serta pikiran kita. "Harus secara halus dan persuasif, cara ini paling kuat dibanding dengan paksaan," ungkap trainer asal CELL Surabaya ini.

Menilai orang lain dari penampilan luar memang terkesan tidak adil. Tapi hal itu terjadi karena orang lain hanya dapat melihat bagian luar yakni performance kita. "Itulah mengapa performance sangat mempengaruhi persepsi orang lain. Kalau persepsi mereka bagus, mereka pasti mau memperhatikan dan tertarik mendengarkan pembicaraan kita,"ujarnya.

Pelatihan yang bertempat di Ruang Sidang Teknik Industri ini juga mengupas rahasia keberhasilan komunikasi. Disebutkan tujuh persen keberhasilan ditentukan oleh pemilihan bahasa yang dipakai dan 36% dari cara penyampaiannya. Sedangkan pengaruh terbesar yakni 57% bergantung pada wibawa dan bahasa nonverbal yang menjadi karakter tiap individu. (ftr/rin)

Berita Terkait