ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

PERLU MENGENALI LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Mengatasi keterbatasan SDM berkualitas bukan perkara yang mudah. Salah satu solusinya yaitu menerima globalisasi. Tak heran jika saat ini banyak perusahaan asing yang bercokol di negara ini. Sebab peran mereka dibutuhkan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian negara. Walau begitu, tak sedikit pula SDM kita yang memiliki kompetensi tinggi hingga bisa bersaing di level internasional.

Menjamurnya perusahaan asing itu menyebabkan para lulusan kita berbondong-bondong memilih bekerja di sana. Dengan alasan, bekerja di perusahaan asing akan memperoleh pendapatan yang tinggi. Sejurus kemudian muncul pertanyaan yang sering terbersit di benak mereka, tidak lain adalah mampukah mereka menembus pekerjaan itu? Apakah mudah mendapat pekerjaan yang mereka inginkan, semudah membalikkan telapak tangan?

Kenyataannya, sebagian besar masyarakat kita belum bisa mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan. Jangankan mendapat pekerjaan, mencari pekerjaan saja, mereka menemui banyak kesulitan. Untuk menghadapi fenomena tersebut, Laboratorium Geofisika dari MIPA Fisika ITS menggelar seminar bertajuk Career Development Training Rabu (29/12).

Seminar yang menggandeng UNOCAL (Union Oil California) 76, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan tersebut, lebih banyak memaparkan strategi yang diperlukan bagi fresh graduate ketika akan memasuki dunia kerja. Berbagai tips dan pengalaman kerap disampaikan pembicara sebagai masukan bagi peserta seminar yang masih duduk di bangku kuliah.

"Ada tiga pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri sendiri yaitu apa yang ingin kita lakukan di masa depan, sebenarnya kita ingin menjadi apa dan langkah apa yang harus ditempuh untuk mendapatkan hal yang diinginkan," begitu Hudi D Suryodipuro mengawali presentasinya. Ketiga hal tersebut sangat penting sekali mengingat banyak pelamar kerja yang gagal menjawab pertanyaan itu saat tes wawancara.

Selanjutnya, Hudi menyebutkan langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melamar kerja adalah riset mengenai latar belakang perusahaan yang ingin dimasuki. Cara yang paling mudah untuk riset adalah penelusuran melalui internet. "Jangan asal memasukkan berkas lamaran ke perusahaan sana, perusahaan sini, tanpa tahu background perusahaannya," tandasnya. Tetapi, kita juga tidak boleh terpaku pada satu perusahaan saja.

Penekanan lain terletak pada mental. Mengubah mental dari mahasiswa menjadi seorang yang profesional tidak bisa dalam waktu sekejap. Semua itu memerlukan proses yang memakan waktu lama. Sehingga jika suatu saat resmi diterima di sebuah perusahaan, mereka sudah siap menghadapi dunia kerja dengan segala persaingannya.

Selain itu, faktor pengalaman ikut menentukan pekerjaan. Sering kita temui iklan lowongan pekerjaan di koran yang menyebutkan syarat tenaga kerja harus memiliki pengalaman di bidangnya. Lalu bagaimana nasib mereka yang belum memiliki pengalaman sama sekali? Untuk masalah ini, Hudi memberi bocoran bagi fresh graduate, bahwa nilai akademislah yang menjadi patokan perusahaan dalam menilai kompetensinya.

Di luar itu, kasus lain yang sering terjadi adalah melamar sebagai tenaga kerja sementara. "Jika ada lowongan kerja yang sifatnya sementara, misal menggantikan cuti hamil, ambil saja pekerjaan itu. Karena dari situ kita bisa memulai kerja dan dapat pengalaman yang kelak berguna," sarannya. (ard/sep)

Berita Terkait