ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

MUSIK KECIL 2004: PAK KAJUR-NYA IKUTAN NYANYI DI PANGGUNG

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Acara yang baru dimulai pada pukul 20.00 WIB ini dibuka dengan penampilan panggung para dosen. Tak tanggung-tanggung Kajur-nya yang akrab disapa Pak Bambang, menempati posisi vokalis. Dua buah tembang oldies milik The Beatles plus tembang anyar milik Josh Groban yang dilantunkan mendapat aplaus meriah.

Meski mengaku baru berlatih 2 jam sebelum pertunjukan, penampilan para dosen ini patut diacungi jempol. Kemampuan bermusik mereka sempat mengundang decak kagum bahkan nada-nada tinggi dari suara tenor Josh Groban dalam tembang berjudul "You Raise Me Up" mampu diikuti dengan baik oleh Pak Bambang.

"Jadi harap maklum ya jika suara kami agak fals karena latihannya aja hanya 2 jam,"ujarnya di acara yang gelar hari jum'at (16/4)

Selepas itu acara berjalan monoton, band-band yang dihadirkan hanya menghentak namun tak mampu memanaskan suasana. Pengunjung berjumlah puluhan orang itu kebanyakan asyik bercengkerama. Namun mereka tetap bertahan hingga tengah malam.

Andhina (20) salah satunya, cewek manis rada tomboy ini nampak sibuk berbagi cerita dengan kawan-kawannya."Aku hanya pengin ketemu teman aja di acara ini,"jelas cewek yang jago main keyboard.

Pentas seni ini juga dijadikan ajang penobatan gelar-gelar nyeleneh. Misalnya Kunto, mahasiswa semester 10, yang berhasil menyabet gelar mahasiswa ter-norak."Saya bangga tampil apa adanya menjadi diri sendiri ," katanya.

Namun rupanya dewi fortuna masih menaunginya, terbukti ia juga berhasil menggondol gelar mahasiswa favorit.Untuk itu ia cuma bisa nyengir lebar tanpa komentar. Uniknya, gelar ini ia peroleh di saat bersamaan sebagai pembaca pengumuman dari apa yang mesti diumumkannya.

Mungkin yang paling sial dari ajang penganugerahan ini adalah penerima gelar mahasiswa ter-kemproh alias manusia paling jorok 2004. Sebaliknya penerima gelar mahasiswa ter-fresh dipastikan bakal menuai panen pujian akan keelokan penampilannya.

Di balik ajang senang-senang ini juga tersirat kecemasan sekaligus perjuangan dari mahasiswa arsitektur angkatan 2002. Pasalnya hingga detik ini mereka belum juga diakui sebagai A-37 alias mahasiswa arsitektur angkatan 2002 yang sah menurut himpunan.

Untuk itu mereka menggalang daya upaya dari segenap lapisan. Bila tidak berhasil, dipastikan posisi mereka bakal tergusur oleh mahasiswa baru angkatan 2003.Apapun hasilnya, semoga mereka mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi.(elg/rom).

Berita Terkait