ITS News

Senin, 05 Desember 2022
15 Maret 2005, 12:03

Lift rusak, perpustakaan (tambah) sepi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Perpustakaan pusat ITS memang salah satu bangunan mewah di ITS, dengan 6 lantai dan segala fasilitasnya, salah satunya lift. Akan tetapi sudah seminggu terakhir lift yang digunakan untuk naik turun tersebut tidak dapat dioperasikan dan (sepertinya) hal tersebut mematikan aktifitas perpustakaan.

Perpustakaan yang memang biasanya sepi pengunjung tersebut dibuat lebih sepi lagi dengan tidak dapat dioperasikannya lift. Padahal lift yang tersedia ada dua dan ternyata keduanya rusak berat. Yang sebelah Selatan mengalami kerusakan pada regulatornya sedangkan yang sebelah Utara kerusakan pada kabel "safety shoeh" yang putus. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memperbaikinya," kata Pak Achmad, Ketua UPT Perpustakaan. "Kami sudah menghadirkan dua kontraktor untuk menangani masing-masing lift karena memang masing-masing lift memiliki kinerja yang berbeda. Untuk yang sebelah Selatan sudah kami percayakan pada PT. Kone Indo Elevator dan yang sebelah Utara sepenuhnya kami percaya pada PT. Industri Lift Indo Nusantara," katanya.

"Untuk yang selatan kerusakan ada pada regulator V2F-nya. Dan menurut pasaran harga per unitnya mencapai 20 juta. Terus terang kami tidak mampu mengeluarkan uang sebesar itu karenanya saya meminta kontraktor untuk mencari kanibalnya, maksudnya di tempat lain (mungkin) ada kerusakan pada unit yang sama tetapi bukan regulatornya maka kami coba untuk menukarnya. Di pasaran sendiri tidak dijual regulator secara terpisah, dan setelah kontraktor mengadakan pencarian ternyata ada kanibal-nya di Kalimantan. Sampai saat ini kanibal tersebut belum dikirim kemari," jelas Pak Achmad.

"Sedangkan untuk yang Utara, kerusakan ada pada kaber "safety shoes"-nya, yakni kabel pada pintunya. Lift ini sudah kami sempurnakan sebelumnya dengan menambahkan ARD (Automatic Rescue Device), yakni sebuah alat pengaman yang berfungsi jika lampu padam lift akan menuju ke lantai terdekat," tambahnya. "Saat ini kami tidak bisa berbuat banyak, apalagi di bulan puasa ini. Untuk sirkulasi buku terpaksa kami (saat ini) tidak bisa mengembalikan ke rak asalnya karena memang tidak ada alat yang bisa mengangkutnya ke lantai atas. Banyak sekali aktifitas yang terhambat karena masalah ini, tetapi kami memang tidak bisa berbuat banyak," katanya.

Dari pengunjung perputakaan sendiri mengaku sangat terganggu dengan matinya lift. Banyak dari mereka yang mengeluh tetapi mereka tetap saja naik ke lantai yang dituju karena banyak hal yang mengharuskan mereka melakukannya. (yud/bch)

Berita Terkait