ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Lewat Semiloka, ITS dan IKA ITS Rumuskan Memorandum Sukolilo

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Seminar dan lokakarya bertajuk Langkah-langkah Strategis Meluruskan Reformas Pasca Pemilu 2004 yang diadakan ITS dan IKA ITS, Sabtu (28/8), di ruang seminar gedung Rektorat lantai 3 menghasilkan sebuah memorandum sukolilo. Memorandum yang ditanda tangani oleh Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA Rektor ITS dan Ir Kristiono Ketua IKA ITS itu nantinya akan diserahkan kepada kandidat calon presiden pada Pemilu 2004.

Pada awal pembukaan semiloka Kristiono mengatakan bahwa ide awal diadakannya acara ini. "Kata orang asing (non Indonesia, red) Indonesia adalah sebuah misteri. Apa yang tak seharusnya terjadi di Indonesia terjadi dan yang harusnya terjadi di sini tidak," katanya. Misalnya dalam Pemilu, pemilu yang seharusnya merupakan pendidikan politik ternyata telah kehilangan subtansinya. "Masyarakat hanya memilih berdasarkan kenal dengan partai atau orangnya, bukan berdasarkan apa yang dibawa oleh mereka," jelas ketua IKA ITS ini.

Semiloka yang berlangsung seharian itu dihadiri oleh sivitas akademika ITS dan Alumni ITS. Acara dibagi menjadi tiga sesi utama dengan pembicara antara lain Prof Ahmad Ali dan Anton Priyatno pada sesi pertama yang mengangkat tropic bahasan Hukum dan peradilan. Pada sesi kedua diisi oleh MT Arifin dan Priyatmoko, kemudian disambung dengan Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA, Kresnayana Yahya, dan Tjuk Sukardiman pada sesi ketiga.

Dalam memorandum disebutkan bahwa pada saat ini proses reformasi telah mengalami distorsi dan stagnasi. Praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme bahkan semakin meluas dan nyata. Pemilu 1999 ternyata hanya menghasilkan legitimasi simbolik atas reformasi yang membungkus praktek-praktek politik ekonomi dan social yang tidak berbeda dengan orde baru.

Maka, ITS dan IKA ITS menyatakan, Reformasi harus digerakkan kembali dan diluruskan jalannya. Tekad itu diwujudkan melalui program aksi antara lain pertama menggalang pokok-pokok pikiran tentang langkah-langkah strategis untuk menggerakkan dan meluruskan kembali proses reformasi yang perlu ditetapkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah hasil Pemilu 2004 selama tiga bulan pertama dalam masa jabatannya. Kemudian mendesak para kandidat presiden dan Wakil Presiden beserta para elite politik dan ekonomi agar menempatkan komitmen yang utuh dan nyata terhadap upaya menggerakkan dan meluruskan kembali proses reformasi.

Komitmen yang didesak dalam memorandum itu antara lain Penegakan hukum yang berorientasi pada nilai-nilai keadilanbagi masyarakat dengan memprioritaskan penuntasan kasus-kasus korupsi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di lingkungan elite politik dann ekonomi serta penanggung jawab pertahanan dan keamanan. Komitmen kedua adalah kompetensi, profesionalisme dan reputasi yang bersih serta ketegasan sikap anti KKN sebagai persyaratan dasar yang harus dipenuhi dalam penyusunan cabinet. Ketiga, reformasi system pendidikan yang lebih ditekankan pada penningkatan harkat hidup manusia seutuhnya dan nilai-nilai kemanusiaan serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh anggota masyarakat.

Lalu, Program aksi yang ketiga adalah mengajak seluruh sivitas akademika, alumni dan komponen-komponen komunitas almamater lainnya baik yang berada didalam maupun diluar Perguruan Tinggi, untuk menguatkan jejaring serta menyatukan sikap, langkah dan pemikiran bagi upaya menggerakkan dan meluruskan kembali proses reformasi sebagai sarana untuk melepaskan kehidupan masyarakat banyak dari derita yang berkepanjangan.

Pada penutupan, Prof Dr Muhammad Nuh, DEA Rektor ITS mengatakan "ITS menginginkan ada perubahan dan ITS akan berada di garis terdepan untuk mengawalinya." Ia juga mengingatkan bahwa kepentingan jangka panjang bangsa berada pada akademisi.

Meskipun tidak dihadiri oleh pasangan Capres-Cawapres namun Semiloka ini tetap berjalan sampai dirumuskannya memorandum Sukolilo. Hasyim Muzadi yang kemarin (27/8) hampir seratus persen dinyatakan bisa hadir dalam acara ini ternyata tidak hadir. "Hal itu dikarenakan beliau ada urusan yang lebih penting di Lampung, tadi malam baru ada pemberitahuan dari beliau," ujar Dr Ir Achmad Jazidie, PR III ITS selepas semiloka berakhir.(asa/bch)

Berita Terkait