ITS News

Minggu, 12 Juli 2020
15 Maret 2005, 12:03

Kampanye Calon Rektor Ditandingi Demo KM-ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Di depan civitas akademika ITS, 8 calon rektor yang hadir menyampaikan visi dan misinya. Tampil pertama adalah Dr.Ir. Bangun Mulyo S, DEA,DES. Berikutnya adalah Dr.Ir. Danawati Hari P., dilanjutkan oleh Prof.Dr. Suasmoro. Ketika Suasmoro menyampaikan visi misinya, dari arah timur Plasa Angka muncul para mahasiswa yang menggelar aksi menolak sistem pemilihan rektor.

"Kita ingin pemilihan rektor yang transparan. Kita adalah komponen terbesar dari ITS dan harus dilibatkan," kata Ari salah satu orator aksi ini. Para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa ITS ini, selain berorasi juga mengusung spanduk dan beberapa poster yang bernada protes terhadap proses pemilihan rektor ini. Spanduk itu berbunyi, antara lain Jadikan Pemilihan Rektor ITS Demokratis, Aspiratif, Transparan & Mandiri, Pemilihan Rektor Mulai Dari Nol, Mahasiswa Adalah Komponen Terbesar ITS.

Selain berorasi dan gelar spanduk, aksi ini juga membawa kain yang berisi tanda tangan penolakan pemilihan rektor ITS. Meskipun aksi ini cukup mengganggu jalannya acara temu kenal calon rektor, Ir.H. Soemartojo W., selaku ketua panitia pemilihan rektor, tetap melanjutkan acara hingga akhir. "Jadi aksi tadi memang kita biarkan sebagai bentuk demokrasi. Silakan itu hak mereka," jelasnya. Ketika ditanya wartawan bagaimana jika BEM memboikot, Martojo menjawab bahwa langkah yang ditempuh oleh Senat ITS ini sudah cukup akomodatif. "Kita menampung aspirasi dari semua pihak, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa. Jadi kita sayangkan jika mahasiswa melalui BEM boikot dan tidak menyalurkan aspirasinya," papar staf pengajar Teknik Sistem Perkapalan ini.

Lebih lanjut, Soemartojo menjelaskan, ITS ini belum berubah status sebagai PTN-BUMN yang berbadan hukum seperti UI, ITB, Unpad sehingga dalam pemilihan rektor kali ini tetap menggunakan aturan yang lama, yakni pemilihan rektor berada di tangan Senat ITS. "Tapi nantinya penjaringan rektor mengacu dari kartu suara yang saat ini disebar pada dosen dan karyawan. Amplop itu akan dibuka semua tanggal 16 Oktober dan diambil masing-masing 5 besar," jelasnya dihadapan wartawan.

Sementara itu, Presiden BEM ITS Nugroho F, mengatakan jika aksi demo ini tidak berhasil mengubah sitem pemilihan rektor pihaknya akan tetap melancarkan aksi-aksi lainnya. "Kita akan tetap berusaha merubah proses pemilihan ini. Kita masih punya peluru-peluru untuk aksi lainnya," jelas Nugroho kepada ITS Online. Menanggapi hal ini Soemartojo kembali menegaskan proses pemilihan akan jalan terus. "Kita tetap menjalankan proses pemilihan ini karena ini yang sesuai dengan peraturan," tandas laki-laki berkacamata ini.(har/bch)

Berita Terkait