ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS Berpartisipasi di 45 tahun Planologi ITB

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Perencanaan Wilayah Kota (PWK) ITS bisa dikatakan sebagai salah satu anak Planologi ITB. Semua dosen muda prodi tersebut adalah lulusan ITB. Sudah sewajarnya bagi jurusan yang akrab dikenal sebagai Planologi ITS ini berpartisipasi dalam acara yang menyangkut Planologi ITB, apalagi untuk acara puncak dari suatu kegiatan yang berkelas nasional.

Sabtu (4/12) di Laboratorium Teknologi IX A Departemen Teknik Planologi FTSP-ITB diadakan seminar nasional dengan tema "Perencanaan Wilayah dan Kota dalam Perubahan Multidmensi". Seminar tersebut merupakan acara puncak dari peringatan dirgahayu ke-45 bagi Planologi ITB.

Pembicara utama adalah Jinny C Katuuk. Dia hadir dalam forum ini menggantikan Prof Dorojatun Kuntjoro-jakti yang saat itu tidak bisa hadir. Selain Jinny hadir pula Dr Ir HS Dillon. Kedua pembicara mempresentasikan masalah wilayah dan SDM Indonesia. Sedangkan Planologi ITS berpartisipasi sebagai tiga pemakalah dalam diskusi pleno paralel.

Siti Nurlaela ST, dosen ITS, memberi makalah dengan subtema "Pemanfaatan Teknologi dalam Perencanaan Wilayah dan Kota". Makalah yang dia ajukan berjudul "Aplikasi Structural Equation Modelling (SEM) dalam Identifikasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi Konurbasi Surabaya". Dua pemberi makalah yang lain tidak datang tepat waktu, sehingga diskusi pleno dengan sub tema ini habis untuk makalah dosen ITS ini.

Pembicara lain dari ITS, Putu Gede Aristita ST MT juga turut mempresentasikan makalahnya yang berjudul "Lahan Kosong: Potensi Konflik Pertanahan di Perkotaan dan Resolusinya". Dosen ITS ini mengisi diskusi pada subtema "Manajemen Konflik dan Permasalahannya dalam Perencanaan Wilayah dan Kota". Sementara itu, Cahyono Susetyo, ST yang juga dosen ITS dan alumnus ITB ini menjadi pembicara dengan judul "Pemanfaatan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis Arcview 3.3 untuk Pemetaan dan Analisa Permasalahan Kualitas Lingkungan Perumahan".

Diskusi ini diakhiri dengan Deklarasi IdURISA (Indonesia Urban Regional Information System Association). Cahyono Susetyo ikut menandatangani pendeklarasian organisasi nirlaba tersebut.

Dalam acara ini, ternyata ada mahasiswa ITB yang menjadi pemakalah, sedangkan mahasiswa ITS baru berpartisipasi sebagai peserta. PWK ITS baru bisa mengirim dosen menjadi pemakalah. Mahasiswa PWK ITS harus bisa menjadi pemakalah bukan hanya bisa menjadi pendengar dalam seminar Planologi berkelas nasional yang lain. (m6/tov)

Berita Terkait