ITS News

Rabu, 30 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Banjir Pun Jadi Bahasan Utama

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sabtu(20/4), bertempat di Gedung Perpustakaan ITS, Himpunan Mahasiswa Sipil ITS menggelar Seminar Mahasiswa Teknik Sipil Se-Jawa 2002. Acara ini menampilkan Ir. Anggrahini, Msc dan Muchsin, ST sebagai pembicara. Seminar ini merupakan rangkaian dari Pekan Ilmiah sipil 2002. Hadir juga perwakilan dari perguruan tinggi lain seperti UNTAG Surabaya, UNIBRAW, dan UNDIP.

Acara ini diadakan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Sipil. "Kami ingin dengan diadakannya acara ini, mahasiswa teknik sipil terpacu untuk menciptakan hal-hal yang baru," ujar Nimas, salah seorang panitia.

Dalam seminar ini, Ir. Anggrahini, Msc membahas "Permasalahan Banjir dan Solusinya (Studi Kasus Drainase Kota Surabaya)". Surabaya yang terletak di muara sungai Brantas telah mendapat masalah banjir sejak 1965. Menurut beliau, penyebab banjir di Surabaya karena adanya penggundulan hutan dan pendangkalan sungai. Serta adanya perbedaan debit air pada musim kemarau dan hujan. "Hal ini juga dipengaruhi oleh iklim tropis di Indonesia yang menyebabkan hujan lebat di musim penghujan dan sangat kering di musim kemarau. Sehingga debit air pada kedua musim tersebut sangat berbeda dari segi kuantitas," tambah beliau.

Untuk menanggulangi masalah banjir di Surabaya telah dilakukan beberapa usaha, yaitu Proyek Brantas, pengadan pompa, dan pembuatan boezem. Pada proyek Brantas telah dilakukan pengaliran sebagian air dari sungai Surabaya ke sungai Porong. Dan juga mengubah saluran irigasi yang mengambil air dari Sungai Surabaya menjadi saluran drainase. Namun usaha yang telah dilakukan belum menunjukkan hasil yang maksimal. "Meskipun proyek Brantas telah dilaksanakan masih ada daerah yang kena banjir, seperti daerah Patemon ," ungkapnya. Menurut beliau untuk menanggulangi banjir, harus ada perencanaan kota yang dibarengi dengan perencanaan saluran air yang baik. Dan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan fasilitas penanggulangan banjir yang telah di bangun.

Pada kesempatan lain Muchsin, ST menyampaikan makalah berjudul "Lower Solo River Improvement Project Package J1". Ini merupakan salah satu masterpiece bagi PT Pembangunan Perumahan. Yaitu pembangunan jembatan di Tuban yang bekerjasama dengan Nippon Koei Co Ltd and Associates sebagi konsultan. Proyek ini merubah jembatan yang awalnya selebar 10 m menjadi 50 m. Menurut Muchsin konstruksi yang digunakan adalah Steel Sheet Pile (SSP). Selain itu beliau juga menjelaskan bagaimana pemancangan, pengecoran dan metode galiannya.

Mahasiswa pun tak ketinggalan untuk menyampaikan makalahnya. Seperti Mahasiswa Teknik Sipil ITS dengan makalahnya yang berjudul "Penggunaan Reinforced Wood sebagai Pengganti Konstruksi Alternatif". Dari Universitas Brawijaya menampilkan makalah berjudul "Pencegahan Banjir dengan Metode Elektroosmosis".

Dari seluruh rangkaian seminar ini diharapkan mahasiswa dapat lebih mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Dan bisa mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.(re/sa)

Berita Terkait