Sejak pagi kampus ITS telah dipenuhi oleh siswa SMA. Dengan mengenakan seragam sekolah, mereka memenuhi Jurusan Teknik Fisika untuk mengikuti babak semifinal EPC. Dalam semifinal tersebut, peserta kembali melakukan seleksi tulis. Soal yang diberikan dalam bentuk esai terkait pengaplikasian fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum mengikuti babak semifinal, setiap tim harus melewati tahap penyisihan yang berlangsung di daerah masing-masing. Imam Irfani, ketua pelaksana EPW, menuturkan bahwa babak penyisihan tersebut berlangsung di 21 daerah yang telah ditentukan. Di antaranya, Riau, Makassar, Bontang, dan Balikpapan untuk daerah yang ada di luar pulau Jawa. ”Untuk daerah yang tidak terjangkau kami melakukan seleksi online,” ujar lelaki berkacamata tersebut.
Babak penyisihan tersebut dilakukan serentak pada akhir Januari lalu. Soal yang diberikan pun berkaitan dengan materi yang diterima siswa SMA. Sebanyak 130 tim yang masing-masing terdiri dari dua orang akhirnya terpilih dan lolos untuk mengikuti babak semifinal. ”Tim tersebut mewakili dari setiap daerah yang ada di Indonesia,” terang Imam.
Setelah mengerjakan soal di babak semifinal, peserta EPC diajak untuk mengunjungi laboratorium di Jurusan Teknik Fisika. Selain untuk memperkenalkan Jurusan Teknik Fisika, kunjungan laboratorium tersebut juga digunakan untuk memberikan pemahaman kepada peserta yang nantinya akan lulus di babak fnal.
Pasalnya, pada babak tersebut, lima tim yang berhasil lolos akan melakukan praktikum sederhana di setiap laboratorium. ”Peserta juga harus mempresentasikan proses kerja yang mereka lakukan di hadapan beberapa dosen fisika,” imbuh Imam.
Uniknya, dalam kompetisi tersebut adalah hadiah yang disediakan bagi juara pertama. Yakni, penghargaan berupa jalur masuk Jurusan Teknik Fisika tanpa tes tulis. Tak hanya itu, uang sebesar Rp 5 juta pun turut diberikan. Sedangkan hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan piala juga diberikan kepada tim lain yang menduduki peringkat dua dan tiga. (sha/esy)