Fakultas, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, Kategori

Mahasiswa Teknik Komputer ITS Terlibat dalam Pengembangan RoboDog Berbasis AI dan 5G

Published on
By

 

Gambar : Tim pengembang RoboDog berbasis AI dan 5G. Pada barisan depan (tengah) tampak Yuke Brilliant Hestiavin dan Farrel Ganendra, mahasiswa Teknik Komputer ITS yang terlibat dalam proyek ini.

Surabaya, FT-EIC ITS – Pengembangan RoboDog merupakan bagian dari kolaborasi antara ITS, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Nokia yang telah dimulai sejak tahun 2021 dalam pengembangan berbagai use case teknologi 5G di lingkungan kampus. Program kolaborasi tersebut sebelumnya telah menghasilkan sejumlah pengujian skala laboratorium sekaligus mendorong pengembangan talenta muda di ITS. Seiring berjalannya waktu, kolaborasi ini berkembang dengan melibatkan NVIDIA sebagai mitra teknologi komputasi AI. Dari kerja sama empat pihak tersebut, lahirlah sebuah prototipe use case berbasis AI yang memanfaatkan jaringan 5G dan dirancang lebih siap untuk diterapkan di lingkungan nyata. 

Robot ini pada dasarnya merupakan platform robot komersial dari Tiongkok yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh tim ITS dengan menambahkan kemampuan kecerdasan buatan. Melalui pengembangan tersebut, RoboDog tidak hanya dapat dikendalikan dari jarak jauh, tetapi juga mampu beroperasi secara lebih mandiri serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

RoboDog dirancang untuk membantu pekerjaan di lokasi yang berisiko tinggi bagi manusia, seperti inspeksi fasilitas industri berbahaya atau pemeriksaan area yang sulit dijangkau secara langsung. Dengan dukungan berbagai sensor seperti kamera dan LiDAR, robot ini dapat mengenali kondisi lingkungan secara real-time. Sensor tersebut memungkinkan RoboDog membaca kondisi sekitar, membuat pemetaan area, mengenali objek maupun potensi bahaya, serta menavigasi lingkungan menuju titik tertentu secara mandiri. Selain itu, robot ini juga dibekali kemampuan untuk memahami instruksi suara manusia.

Mahasiswa Teknik Komputer ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjadi salah satu anggota tim yang terlibat dalam pengembangan RoboDog. Ia berperan dalam pengembangan perangkat lunak untuk menampilkan video dari robot secara real-time, sekaligus menangani aspek jaringan dan DevOps untuk mendukung operasional sistem.

“Saya bertanggung jawab dalam pengembangan software streaming video dari robodog sehingga dapat dilihat secara real-time bahkan saat demo di Barcelona, serta network engineering dan DevOps untuk setup proxy server, tunneling, routing, dan deployment software,” jelasnya.

Gambar : (Dari Kanan) Farrel Ganendra dan Yuke Brilliant Hestiavin, mahasiswa Teknik Komputer ITS, bersama RoboDog berbasis AI dan 5G yang turut mereka kembangkan.

Selain Yuke, pengembangan sistem robotik juga melibatkan Farrel Ganendra dari Teknik Komputer yang berfokus pada pengembangan kontrol robot, termasuk integrasi motion control agar robot dapat bergerak stabil saat menerima perintah. Kolaborasi dalam proyek ini juga melibatkan berbagai peran dari masing-masing mitra industri. Indosat Ooredoo Hutchison memimpin pengembangan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN) yang menjadi dasar konektivitas dengan latensi rendah. Nokia menyediakan infrastruktur jaringan 5G, sementara NVIDIA memberikan dukungan komputasi AI melalui teknologi GPU untuk pemrosesan data secara cepat. Seluruh teknologi tersebut kemudian diintegrasikan oleh tim ITS ke dalam sistem robotika yang dapat digunakan dalam demonstrasi jarak jauh.

RoboDog juga dilengkapi kemampuan interpretasi visual dan pemahaman bahasa manusia melalui teknologi AI generatif. Sistem ini memungkinkan robot menganalisis tampilan video dari kameranya sekaligus memahami instruksi suara manusia menggunakan model pengenal suara seperti Whisper dalam Bahasa Indonesia.

Selama proses pengembangan, salah satu tantangan utama yang dihadapi tim adalah menjaga kualitas streaming video secara real-time sekaligus memastikan komunikasi jarak jauh tetap stabil dengan latensi rendah. Selain itu, integrasi berbagai sistem seperti AI, jaringan 5G, dan robotika juga memerlukan optimasi yang matang. Tantangan tersebut diatasi melalui perencanaan sistem yang cermat serta pengembangan perangkat lunak yang dirancang agar tetap andal dalam kondisi nyata.

RoboDog telah diuji dalam beberapa skenario penggunaan. Pada lingkungan perkantoran, robot ini dapat membantu menunjukkan lokasi tertentu kepada pengguna atau berperan sebagai pemandu. Pengujian lain juga dilakukan dalam demonstrasi kendali jarak jauh, di mana robot menerima instruksi dari Barcelona dan menjalankan tugas pemantauan secara real-time di Surabaya. Selain itu, RoboDog juga diuji pada tower pemancar Indosat dengan hasil yang baik.

Potensi pemanfaatan teknologi ini di Indonesia pun cukup luas. RoboDog dapat digunakan dalam berbagai sektor yang memiliki tingkat risiko tinggi, seperti industri minyak dan gas, pertambangan, pengawasan area bencana, hingga perlindungan infrastruktur kritis. Yuke berharap pengembangan RoboDog tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi platform riset robotika yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi baru di masa mendatang.

“Saya berharap RoboDog dapat terus dikembangkan agar semakin adaptif dan aplikatif di berbagai sektor kritis sekaligus menjadi platform yang membuka peluang riset dan kolaborasi lebih luas, sehingga riset robotika ITS dapat terus berada di garis depan pengembangan teknologi otonom, kecerdasan buatan, dan sistem jaringan cerdas yang relevan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia,” ujarnya.

×