
Kampus ITS, ITS News – Program Studi Studi Pembangunan, Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan kegiatan pameran produk Kewirausahaan Sosial sebagai luaran dari mata kuliah Kewirausahaan Sosial. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai gagasan dan produk inovatif yang dirancang sebagai solusi atas beragam permasalahan sosial di masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Melalui pendekatan kewirausahaan sosial, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menciptakan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan dampak sosial dan berorientasi pada keberlanjutan.
Berbagai produk yang ditampilkan dalam kegiatan ini merupakan hasil identifikasi permasalahan sosial yang dilakukan mahasiswa, mulai dari isu lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan limbah, hingga pengembangan produk kreatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seluruh ide bisnis dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Mata kuliah Kewirausahaan Sosial ini diampu oleh Muchammad Nurif SE MT, Lienggar Rahadiantino SE MSc, dan Nila Cahayati SE ME. Ketiga dosen pengampu secara aktif membimbing mahasiswa dalam proses identifikasi masalah, perancangan model bisnis, hingga pengembangan produk yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Departemen Studi Pembangunan, Dr Soedarso SS MHum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kewirausahaan sosial merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa Studi Pembangunan di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori pembangunan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk membaca persoalan di masyarakat dan menghadirkan solusi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. “Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap pria yang akrab dipanggil Soedarso tersebut.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Studi Pembangunan ITS berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan yang berorientasi pada penyelesaian masalah sosial, memperkuat karakter mahasiswa sebagai inovator dan agen pembangunan, serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif bisnis sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.