Laboratorium Algoritma dan Pemrograman Kenalkan AI kepada Guru SD Islam Darul Arqom 1 dan 2 Surabaya

Terbit pada

Rabu, 23 September 2026

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS yang tergabung dalam Laboratorium Algoritma dan Pemrograman melaksanakan pelatihan pemanfaatan AI dan LLM bagi guru SD Islam Darul Arqom 1 dan 2 Surabaya, yang berfokus pada penggunaan generative AI melalui prompt engineering.

Gambar : Pelatihan Pemanfaatan AI dan LLM kepada Guru

Surabaya, FTEIC ITS – Laboratorium Algoritma dan Pemrograman menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru sekolah dasar pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Teknik Informatika Lab Algoritma Pemograman, dengan melibatkan 10 admin laboratorium dan 10 guru. Dalam kegiatan tersebut, para guru diajarkan penggunaan generative AI melalui prompt engineering.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan penggunaan teknologi antara kalangan akademisi dan sekolah dasar. Menurut Gerry Nicholas, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2023, sebagian aktivitas di sekolah dasar masih dilakukan tanpa bantuan AI. Padahal, pemanfaatan AI dinilai dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan para guru sekaligus melengkapi kesenjangan teknologi yang ada.

Dalam proses persiapannya, mahasiswa melihat bahwa di kalangan sekolah dasar terdapat kesenjangan tersendiri. Oleh karena itu, mahasiswa merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu sebagai bagian dari kewajiban melayani masyarakat umum. Langkah awal yang dilakukan adalah mencari sekolah yang bersedia mengadakan kegiatan semacam ini. Setelah dirasa cocok, kegiatan difokuskan pada AI.

Kegiatan ini bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dan LLM (Large Language Model) dalam Pembelajaran SD Islam Darul Arqom 1 dan 2 Surabaya”. Materi yang disampaikan berfokus pada penggunaan generative AI melalui prompt engineering, sebagaimana tercermin dalam judul kegiatan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pada awalnya mereka masih awam terhadap AI tetapi antusias terhadap pengajaran yang diberikan. Para guru juga sering mengajukan pertanyaan terkait materi dan menunjukkan semangat untuk belajar.

Adapun tantangan yang dihadapi mahasiswa lebih banyak terdapat pada proses pencarian sekolah. Proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat sebelum akhirnya kegiatan dapat dilaksanakan.

Mahasiswa berharap para guru yang terdampak langsung dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Mahasiswa juga berharap sekolah dasar lainnya dapat mengambil inspirasi dari kegiatan ini, mencari tahu dan menelusuri pemanfaatan AI secara mandiri, serta memiliki tujuan yang sama. (Humas – Ny)

×