
Penulis:
Adjie Pamungkas, Siti Nurlaela
274 halaman, 18,2 cm x 25.7 cm
ISBN: xxx-xxx-xxx-xxx-x
Sinopsis:
Pengelolaan konflik tidak terpisahkan dari proses perencanaan dan pembangunan kota/wilayah. Konflik sering kali muncul dalam bentuk penolakan kebijakan tata ruang, sengketa lahan, resistensi masyarakat adat, hingga ketegangan antarpemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam. Berbagai pihak dari warga, pemerintah, investor, kelompok rentan, dan kelompok adat dapat terlibat konflik karena perbenturan sudut pandang berbeda dan kepentingan berbeda. Manajemen konflik bertujuan untuk menjadikan konflik sebagai ruang belajar dan pintu masuk menuju kebijakan yang lebih adaptif dan berkeadilan.
Buku Pengantar Manajemen Konflik dalam Perencanaan Wilayah dan Kota hadir untuk membekali pembaca dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hakikat, dinamika, dan pengelolaan konflik dalam ranah PWK. Buku ini disusun secara sistematis dalam lima bab: dimulai dari pengenalan konsep dasar, faktor penyebab, institusi, dan kerangka hukum manajemen konflik (Bab 1); dilanjutkan dengan berbagai teknik analisis konflik seperti Stakeholder Mapping, pemetaan konflik, Technology of Participation, Focus Group Discussion, dan Analisis Delphi (Bab 2); metode-metode resolusi konflik, mulai dari negosiasi hingga mediasi, arbitrase, dan ajudikasi (Bab 3); serta dua kerangka kerja analitis tingkat lanjut, yaitu Path Dependence (Bab 4) dan Adaptive Co-Management serta Institutional Analysis and Development (Bab 5).
Dengan memadukan landasan teoretis, pendekatan metodologis, dan contoh-contoh kasus empiris dalam konteks perencanaan dan pembangunan kota/wilayah, buku ini menawarkan kerangka berpikir yang aplikatif untuk memahami konflik secara konseptual, dan merancang strategi penyelesaian yang kontekstual dan berorientasi pada kepentingan publik.
Buku ini relevan bagi mahasiswa, akademisi, perencana kota dan wilayah, serta praktisi kebijakan publik yang ingin memperdalam kemampuan mengelola konflik secara sistematis. Pertanyaan yang menjadi benang merah buku ini adalah mampukah kita mengubah konflik dalam perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota dari kendala menjadi peluang bagi tata kelola yang lebih adil dan berkelanjutan?