
FT-IRS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar Upacara Pengukuhan Profesor yang disiarkan melalui ITS TV pada Kamis (18/6/2026) di Ruang Auditorium Research Center lantai 11 Kampus ITS Surabaya. Pada kesempatan tersebut, dua dosen dari Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS resmi dikukuhkan sebagai profesor, yakni Prof. Ir. Maria Anityasari S.T., ME, Ph.D. dari Departemen Teknik Sistem dan Industri dalam bidang kepakaran Manufaktur Berkelanjutan serta Prof. Diah Susanti S.T., M.T., Ph.D. dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi dalam bidang kepakaran Material Energi dan Lingkungan.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Manufaktur Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular sebagai Jalan Menuju Masa Depan Berkelanjutan, Prof Maria menyoroti pentingnya transformasi sistem industri untuk menjawab tantangan global berupa keterbatasan sumber daya, peningkatan kebutuhan energi, dan tekanan terhadap lingkungan. Menurutnya, konsep manufaktur berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada upaya menciptakan nilai ekonomi dengan meminimalkan penggunaan sumber daya dan limbah.
Prof. Maria menjelaskan bahwa penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, produk dan material dapat dimanfaatkan kembali secara optimal sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam baru. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan kebijakan, pengembangan riset, serta kolaborasi dengan sektor industri untuk mempercepat implementasi praktik berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Diah Susanti dalam orasi ilmiahnya mengangkat tema pengembangan advanced materials atau material maju sebagai solusi untuk mendukung ketahanan energi dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, material maju memiliki karakteristik khusus yang memungkinkan peningkatan performa berbagai teknologi dibandingkan material konvensional.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan material energi dan lingkungan menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi rendah emisi dan target transisi menuju energi bersih. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa modifikasi struktur dan komposisi material mampu meningkatkan efisiensi penyimpanan energi, konversi energi, hingga pengolahan limbah dan pencemar lingkungan.
Dalam penelitiannya, Prof Diah memanfaatkan teknologi mikroskop elektron untuk mengamati struktur material hingga skala mikro dan nano. Pendekatan tersebut memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik material sehingga dapat dikembangkan untuk berbagai aplikasi, seperti baterai, superkapasitor, fotokatalis, dan teknologi energi terbarukan lainnya.
Melalui bidang kepakaran yang dikembangkan kedua profesor tersebut, ITS terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Inovasi di bidang manufaktur berkelanjutan dan material maju diharapkan mampu mendukung transformasi industri yang lebih efisien, meningkatkan ketahanan energi nasional, serta mempercepat terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.
Pengukuhan kedua profesor ini juga mencerminkan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. Melalui penguatan riset dan inovasi, ITS terus berupaya menghasilkan solusi yang berdampak bagi pembangunan nasional maupun global.
Reporter: Atikah, Redaktur: Muchus