Dosen DTI ITS Dampingi Peserta Kompetisi Nasional Vlog dan Media Pembelajaran Berbasis IT, dari Menggali Proses Kreatif hingga Menyemangati yang Grogi

Terbit pada

Kamis, 5 November 2026

Surabaya, IT Journalistic — Lima dosen Departemen Teknologi Informasi (DTI) Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi juri dalam dua kompetisi nasional, yaitu Kompetisi Nasional Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT Tahun 2026 dan Lomba Vlog Kreatif Nasional Jenjang MTs–MA Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (3/11/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kompetisi diselenggarakan oleh MGMP Informatika MTs–MA Provinsi Jawa Timur bersama DTI ITS.

Pada lomba vlog, 20 tim finalis, terdiri atas 10 tim MTs dan 10 tim MA, tampil setelah terseleksi dari ratusan pendaftar. Sementara itu, 10 guru bersaing di kompetisi inovasi media pembelajaran. Dr. Ir. Henning Titi Ciptaningtyas, S.Kom., M.Kom., Anas Machfudy Al Junaedi, S.T., M.T., M.Sc., dan Gagatsatya Adiatmaja, S.T., M.Kom. menjadi juri vlog. Taufiq Choirul Amri, S.Tr.T., M.Kom. dan Ridho Rahman Hariadi, S.Kom., M.Sc. menjadi juri inovasi media pembelajaran bersama Dr. H. Najib Kusnanto, S.Ag., M.Si., Ketua Tim Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Para pemenang Lomba Vlog Kreatif Nasional Jenjang MTs-MA berfoto bersama Dr. Sugiyo, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (tengah kiri), dan Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (tengah kanan), usai pengumuman pemenang di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur 

 

Menggali proses di balik layar

Penjurian vlog tidak hanya menilai hasil akhir video. Anas menanyakan proses di balik layar pembuatan vlog agar peserta dapat menceritakan bagaimana karya mereka dihasilkan. Pertanyaan ini memberi ruang bagi peserta untuk menjelaskan proses kreatif sekaligus menunjukkan pemahaman mereka terhadap pesan yang ingin disampaikan.

Gagatsatya dan Henning juga meminta peserta memberikan contoh nyata di sekitar mereka yang berkaitan dengan tema vlog. Dengan cara ini, gagasan dalam karya dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari peserta. Di sela sesi tersebut, keduanya turut menyemangati beberapa peserta yang tampak grogi agar dapat menjelaskan karyanya dengan lebih tenang.

Empat tema, empat sudut pandang

Karya para finalis memperlihatkan keberagaman tema, mulai dari lingkungan, perilaku digital, produktivitas, hingga budaya.

Tim MTsN 2 Sidoarjo (Ubaidillah Abrar Bachtiar, Nasywa Cantika Indita Putri, dan M. Fahri Hariyadi) membawakan vlog berjudul “Yang Tersisa, Menjadi Cahaya”. Karya ini mengangkat kegiatan tahunan peragaan busana dari sampah atau barang bekas yang diolah menjadi kostum menarik, sehingga mempertemukan kreativitas dengan kepedulian lingkungan.

Tim MTsN Kota Madiun (Allvian Cakti Naufal Kenshie Pratama, Ayusya Oktovanadif Shidqia, dan Shelda Azhira Ramadhani) mengangkat tema haus validasi lewat vlog “Rajin di depan kamera, tetapi aslinya?”. Tim ini menjawab pertanyaan juri dengan sangat lugas dan berhasil meraih juara 1.

Tim MAN 3 Nganjuk (Apriliya Kunti Salsabila, Annisa Nurul Fitria, dan Risky Alviano) melalui “KATUT (Terseret)” mengajak penonton mengarahkan rasa takut ketinggalan (FOMO) pada hal-hal positif agar lebih produktif.

Tim MAN Bondowoso (Fabian Wahyu Perdana, Muhammad Nabih Hasya, dan Muammar Khadafi) mengenalkan budaya daerah lewat “Bukan Sekedar Tradisi, Bondowoso dalam Lensa Generasi Muda”. Presentasi tim ini diperkuat pakaian dan properti khas daerah, serta didukung kualitas video yang mengesankan.

Tim MAN Bondowoso mempresentasikan vlog budaya daerah dengan busana dan properti khas, termasuk topeng Singo Ulung, di hadapan dewan juri, yakni Anas Machfudy Al Junaedi, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Ir. Henning Titi Ciptaningtyas, S.Kom., M.Kom., dan Gagatsatya Adiatmaja, S.T., M.Kom., pada Lomba Vlog Kreatif Nasional Jenjang MTs-MA di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

 

Karya sederhana, dampak nyata di sekolah

Pada kompetisi inovasi media pembelajaran, kesiapan para guru finalis mendapat apresiasi dari juri. Penjelasan para peserta membantu juri memahami manfaat karya dalam konteks sekolah masing-masing. Taufiq mengungkapkan bahwa kesiapan peserta sangat luar biasa. Menurutnya, beberapa hal yang semula dianggap sederhana ternyata berdampak nyata di sekolah para guru, sehingga juri melihat karya tersebut dengan sudut pandang yang lebih luas. Ia juga menyatakan siap menerima ide-ide menarik dari para guru apabila kembali diberi kesempatan menjadi juri pada tahun berikutnya.

Peserta mempresentasikan karya “Gim Edukasi” di hadapan dewan juri, di antaranya Taufiq Choirul Amri, S.Tr.T., M.Kom., Dr. H. Najib Kusnanto, S.Ag., M.Si., dan Ridho Rahman Hariadi, S.Kom., M.Sc., pada Kompetisi Nasional Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

 

Sambutan dan pengumuman pemenang

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. menyampaikan bahwa kompetisi merupakan sarana untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional. Ia menggunakan analogi sayur tanpa garam untuk menggambarkan pentingnya kompetisi dalam proses bertumbuh. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur Dr. Sugiyo, M.Pd. menekankan pentingnya kesungguhan siswa dalam menjalani kehidupan untuk meraih kesuksesan.

Pada penutupan acara, Taufiq membacakan pemenang inovasi media pembelajaran dan Henning membacakan pemenang vlog, masing-masing dari peringkat III hingga I. Para pihak berharap kerja sama antara MGMP Informatika MTs–MA Provinsi Jawa Timur dan DTI ITS dapat terus terjalin dengan baik.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals

  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penjurian yang menggali pemahaman siswa dan guru serta mendukung kreativitas digital dan inovasi pembelajaran.
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi MGMP Informatika MTs–MA Jawa Timur, Kanwil Kemenag Jawa Timur, dan DTI ITS dalam penyelenggaraan kompetisi nasional.

Keterkaitan tersebut menunjukkan arah kontribusi terhadap pendidikan dan kemitraan, sedangkan bentuk kerja sama lanjutan antara DTI ITS dan MGMP Informatika masih dapat dijajaki lebih lanjut.

Reporter: Erlinda A.

=================================================================

Informasi disediakan oleh :
Departemen Teknologi Informasi
Website: its.ac.id/it
Instagram: its_teknologi_informasi
Youtube: Teknologi Informasi ITS