Open Innovation BGA 2025, program inovasi yang diselenggarakan oleh PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA), secara resmi mengumumkan daftar proposal yang lolos Tahap 1. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Indonesia melalui kolaborasi dengan akademisi dan peneliti.
Seleksi tahap awal yang telah dilaksanakan pada bulan Maret ini menjaring berbagai proposal inovatif dari para dosen dan peneliti di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Peserta yang berhasil lolos seleksi tahap pertama akan melanjutkan ke Tahap Final, di mana mereka akan mempresentasikan solusi inovatif mereka kepada tim evaluasi dari BGA.
Berikut adalah daftar peserta yang berhasil lolos seleksi Proposal Open Innovation BGA 2025 – Tahap 1:
Selamat kepada Bapak/Ibu dosen dan peneliti yang berhasil melangkah ke Tahap Final. Keberhasilan ini mencerminkan dedikasi dan komitmen dalam menciptakan inovasi yang dapat berkontribusi pada pengembangan industri kelapa sawit.
Bagi peserta yang lolos ke tahap final, diharapkan untuk bergabung dalam grup WhatsApp guna mendapatkan informasi dan koordinasi lebih lanjut mengenai tahapan presentasi.
Peserta akan menerima arahan teknis terkait persiapan presentasi dan mekanisme evaluasi yang akan dilakukan oleh tim BGA.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, peserta dapat menghubungi:
Dengan diumumkannya hasil seleksi ini, diharapkan seluruh peserta dapat terus berkontribusi dalam pengembangan inovasi yang berdampak luas, baik dalam lingkup akademik maupun industri. Semoga sukses dalam tahap selanjutnya!
Lampiran:
Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DRPM ITS) mengundang Bapak/Ibu untuk hadir dalam kegiatan Sharing
Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS menyampaikan bahwa tahap seleksi proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas)
Yth. Para Dekan Para Kepala Departemen di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Menindaklanjuti
Bank Indonesia kembali menghadirkan Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan (Banlit) 2026, bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun