/Home/RESEARCH CENTER/HALAL CENTER

HALAL CENTER

PUSAT KAJIAN HALAL

TENTANG

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, produk halal menjadi sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya, banyak orang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kehalalan suatu produk.

Pembentukan pusat kajian ini menjadi sangat penting karena jaminan status halal suatu bahan atau produk merupakan kebutuhan mendasar, khususnya bagi konsumen yang beragama Islam. Umat Islam wajib mengkonsumsi atau mengunakan produk halal sesuai dengan perintah yang tertulis dalam kitab suci Al Quran, yakni,

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu (QS. Al Baqoroh: 168).

Pusat kajian halal ITS ini diresmikan pada 24 Maret 2016 dan diratifikasi sebagai pusat kajian di ITS oleh Surat Keputusan Rektor pada 24 Oktober 2016. Kegiatan yang dilakukan di Pusat Kajian Halal ITS meliputi pendidikan, penelitian, analisis, memberikan layanan kepada masyarakat, dan memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan produk dan peraturan halal. Pusat Kajian Halal ITS (Halal ITS) didirikan berdasarkan kebutuhan akan informasi halal yang lengkap dan akurat bagi komunitas Muslim tentang pentingnya produk halal.

PROGRAM

KADER

Kader Penggerak Halal

Materi yang diberikan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI), ijin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), ijin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pengertian halal dan haram, pengenalan titik ktitis bahan baku, pengenalan sistem jaminan keamanan, pengenalan sistem jaminan produk halal, prosedur sertifikasi halal, keuangan syariah, hingga pemberian materi pemasaran on line.

Leaflef Kader Penggerak Halal 2020

TOPIK DAN ROADMAP ABMAS

  • Penguatan Agro Industri Berbahan Baku Sumber Daya Lokal yang Halal

  • Pengembangan bahan baku lokal sebagai aditif makanan halal

  • Pengembangan bahan baku lokal sebagai obat halal

  • Sistem informasi berbasis teknologi pendukung industry mikro berwawasan halal dan berkelanjutan

  • Halal traceability information system pada supply chain

  • Shariah peer-to-peer lending Teknologi keuangan (Fintech) Syariah

  • Pengentasan kemiskinan dan kemandirian pangan halal

  • Pengembangan potensi Islamic Investment

  • Kewirausahaan, koperasi, dan UMKM.

  • Asuransi Syariah

  • Indikator moneter dan macro prudential

  • Kerangka Kebijakan makroekonomi

  • Pengembangan produk pangan berbasis sumber daya tropis halal

  • Pengembangan teknologi untuk pengujian produk halal

  • Pengembangan bahan baku lokal sebagai bahan pendukung produk farmasi halal

  • Sistem informasi berbasis teknologi pendukung industry mikro berwawasan halal dan berkelanjutan

  • Aplikasi block chain pada produk halal dan sepanjang rantai pasok

  • Islamic Financial Capability for SME’s

  • Rekayasa sosial & pengembangan pedesaan

  • Teknologi pendidikan dan pembelajaran halal

  • Pengembangan shariah-compliant firm

  • Inklusi keuangan Syariah

  • Industri Keuangan non Bank Syariah

  • Model wakaf produktif

  • Pengembangan produk pangan fungsional halal

  • Pengembangan teknologi untuk mengefektifkan manajemen operasi produk halal

  • Penguatan pengetahuan dan pengembangan kebiasaan masyarakat dalam berperilaku sehat

  • Pengembangan teknologi big data halal

  • Halal Marketplace (Halal tourism, Halal education and entertainment, Halal fashion and cosmetic, Halal Property agency, Halal infrastructure development)

  • Karakterisasi material biokompatibel halal

  • Urban Planning Mobilitas orang, nilai, dan barang serta implikasinya pada transformasi nilai budaya dan perilaku komsumtif dalam era global halal

  • Pemberdayaan Lembaga wakaf

  • Pemberdayaan Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh

  • Islamic Banking

  • Halal investment fund

HALAMAN TERKAIT