Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapat kepercayaan untuk mendukung penyelenggaraan teknis Hackathon Sawit Nasional 2025, sebuah kompetisi inovasi digital yang digelar GAPKI dan BPDPKS. Peran ITS berawal dari komunikasi intensif dengan JTV dan tindak lanjut koordinasi DRPM ITS, yang kemudian membuka ruang kolaborasi strategis antara kampus dan industri sawit nasional.
Dukungan ITS difokuskan pada penyiapan alur teknis, pendampingan inovasi, hingga penyediaan pakar dalam penjurian. Kontribusi ini dipimpin oleh tim dosen dari Pusat Studi Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Digital (KATD), yaitu Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T., Dr. Baskoro Adi Pratomo, S.Kom., M.Kom., Dr. Rachmad Setiawan, S.T., M.T., Ir. Achmad Holil Noor Ali, M.Kom., dan Ir. Baroto Tavip Indrojarwo, M.Si.
Dari ratusan proposal yang masuk, 15 tim terpilih sebagai finalis dalam Hackathon Sawit Nasional 2025. Finalis berasal dari berbagai universitas dengan latar belakang keilmuan yang beragam, menghadirkan teknologi mulai dari deteksi penyakit tanaman, robotika, pemantauan perkebunan, kecerdasan buatan, hingga manajemen data perkebunan berkelanjutan.
Ragam inovasi para finalis menandai bahwa transformasi digital sawit bukan hanya bertumpu pada satu kampus atau satu disiplin ilmu, melainkan merupakan gerakan kolaboratif generasi muda dalam menjawab tantangan nasional.
Tim BiFlow dari ITS meraih Juara 1 berkat proyek “RAPIDS: Inovasi Radar Non Invasif Berbasis Machine Learning untuk Deteksi Dini Ganoderma Boninense pada Kelapa Sawit”. Teknologi ini menghadirkan metode pendeteksian dini tanpa merusak tanaman, sehingga petani dapat mengambil langkah mitigasi lebih cepat dan efisien.
Anggota tim terdiri dari Afan Ghafar Al Hadad, Muhamad Rusydi Al Hakim, Fabiola Tasya Natalia Wijaya, dan Marco Tjandrapurnama. Mereka berhak mendapatkan hadiah Rp75 juta dan sertifikat penghargaan.
Tim SawITSmart dari ITS berhasil meraih Juara 2 melalui inovasi “Modernisasi Perkebunan Sawit dengan Robot Berbasis Artificial Intelligence untuk Pemupukan Presisi dan Pemantauan Berkelanjutan”. Teknologi robotik ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus mengurangi kesalahan manusia dalam operasi perkebunan.
Tim ini beranggotakan Aria Nalini Farzana, Farsya Rai’sah Fadhilia, Ditya Garda Nugraha, dan Muhammad Yusril. Atas capaian ini, mereka memperoleh hadiah Rp50 juta.
Hackathon Sawit Nasional 2025 menunjukkan bahwa sektor sawit Indonesia memiliki potensi besar untuk didorong melalui inovasi digital. Kompetisi ini menjadi laboratorium ide, mempertemukan industri, kampus, dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun masa depan sawit yang lebih berkelanjutan.
Industri sawit semakin membutuhkan teknologi pendukung seperti AI, IoT, robotika, dan pemrosesan data dan ajang ini menjadi langkah awal bagi talenta muda Indonesia untuk terlibat langsung dalam transformasi tersebut.
Sehubungan dengan telah selesainya proses seleksi proposal Program Penelitian JATIM MELAJU Tahun 2026, bersama ini kami sampaikan Daftar Rekomendasi
Menindaklanjuti surat Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Nomor B-3157/II.5/KS.02/4/2026 tanggal 22 April 2026 perihal Sosialisasi
Dalam rangka mendukung peningkatan partisipasi dosen dan peneliti ITS pada program pendanaan riset nasional, bersama ini kami sampaikan informasi
Menindaklanjuti surat Direktur Hilirisasi dan Kemitraan nomor 237/DST/C4/AL.04.01/2026 tanggal 20 April 2026 perihal Pemberitahuan Revisi Proposal dan RAB serta