BURB

BIRO UMUM DAN REFORMASI BIROKRASI
05 November 2019, 09:11

Kupas Tuntas Rekam Jejak Perjuangan ITS Melalui Pameran Khazanah Arsip

Oleh : Sri Lestari | | Source : -

Kampus ITS, ITS News — Bukan hanya surat dan dokumen biasa, arsip memiliki nilai guna yang mengandung makna sejarah. Menyadari pentingnya hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar gelar wicara bertajuk Merajut Memori Bersama Arsip ITS. Bertempat di Plaza Dr Angka ITS, acara tersebut mengupas pentingnya arsip bagi perguruan tinggi, Selasa (5/11).

Dr Ir H Abdul Hamid MP, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur memaparkan pentingnya arsip bagi ITS sendiri. “Perjuangan arek-arek Suroboyo pada sepuluh November yang menjadi nama ITS dapat dilihat dari arsip. Ini menunjukkan bahwa arsip begitu penting,” terang Hamid membuka dialog.

Hamid menuturkan bahwa kewajiban dari perguruan tinggi adalah mengelola arsip statis yang sifatnya permanen. Baginya, kegiatan di perguruan tinggi terletak pada arsip. Karena tanpa adanya arsip, akan sulit untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat, atau sebaliknya. “Perguruan tinggi pun akan sulit mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa arsip, karena setiap saat kertas selalu digunakan dalam kehidupan,” ujarnya antusias.

Hamid  juga menyebutkan bahwa pengelola arsip maupun mahasiswa harus dipertemukan untuk menyadarkan keduanya akan pentingnya arsip. Bentuk dari arsip sendiri bukan hanya tulisan, melainkan juga gambar, video, maupun rekaman suara yang memiliki bukti yang sah untuk sebuah kejadian.

Pertumbuhan arsip di ITS semakin hari semakin bertambah, sehingga Hamid merasa bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolanya. Oleh sebab itu, diperlukan peran teknologi berbasis kearsipan yang mampu mendukung pengelolaan dalam kegiatan daur hidup arsip. Mengingat bentuk arsip yang beragam, Hamid pun mengajak mahasiswa untuk mulai membuat arsip sendiri baik itu digital maupun konvensional.

Bertepatan dengan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), acara ini turut mengundang Prof Mahmud Zaki M Sc, rektor ITS ke-4 sebagai saksi hidup sejarah ITS. Prof Zaki menyebutkan bahwa arsip statis yang notabene tidak memiliki nilai guna memiliki nilai sejarahnya sendiri. Dari arsip itulah dapat dilihat sejarah pada suatu periode kehidupan.

Selain talkshow, UPT Kearsipan ITS juga menggelar pameran Khasanah Arsip yang berlangsung selama dua hari. Lewat kedua acara tersebut, Hamid berharap agar mahasiswa maupun tenaga pendidik ITS dapat melihat bukti otentik sejarah ITS berupa foto yang ditampilkan di Plaza Dr Angka. “Semoga kita juga dapat terus berinovasi mengembangkan teknologi di bidang kearsipan,” pungkasnya. (dya/id)

Berita Terkait