Tentang
Membawa semangat kompetisi sains yang telah tumbuh sejak masa SMA, seorang mahasiswa baru Teknik Elektro ITS berhasil meraih Gold Medal di bidang Fisika pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-MIPA PT).

Surabaya, FTEIC ITS – Arfian Rafi Pradana, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) asal Surabaya angkatan 2025, berhasil meraih Gold Medal pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-MIPA PT) di bidang Fisika.
ON-MIPA PT merupakan ajang kompetisi sains tahunan tingkat perguruan tinggi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Pada kompetisi ini, Arfian mewakili kampusnya untuk berkompetisi di bidang Fisika secara luring, dan berhasil membawa pulang Gold Medal.
Ketertarikan Arfian terhadap dunia sains, khususnya Fisika, sudah tumbuh sejak masa SMA. Ia kerap mengikuti berbagai perlombaan olimpiade fisika, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan berhasil melaju hingga tingkat nasional. Semangat berkompetisi tersebut terus ia bawa ketika memasuki dunia perkuliahan, mengikuti jejak para alumni OSN sebelumnya yang juga melanjutkan perjuangan di ajang kompetisi tingkat perguruan tinggi.
Dalam proses persiapannya, Arfian berfokus pada penguasaan konsep secara mendalam. Ia mulai menyicil materi-materi fisika tingkat lanjut, seperti termodinamika, mekanika kuantum, dan fisika modern, langsung dari buku teks referensi. Proses belajar ini ia selaraskan dengan mengikuti setiap tahapan seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat perguruan tinggi, wilayah, hingga akhirnya melaju ke tingkat nasional.
Total waktu persiapan yang ia jalani sebelum mengikuti ON-MIPA PT tingkat nasional adalah sekitar empat bulan, terhitung sejak awal semester dua. Strategi belajarnya diawali dengan memperkuat kembali pemahaman fondasi di mekanika klasik, kemudian dilanjutkan dengan merambah ke bidang-bidang fisika lanjutan lainnya, serta memperbanyak latihan soal tingkat tinggi.
Tantangan terbesar yang dihadapi Arfian selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi terletak pada kedalaman materi dan manajemen waktu. Di satu sisi, ia dituntut menguasai banyak materi yang cukup dalam dari beberapa cabang fisika. Di sisi lain, ia juga harus menjaga performa akademik, mengingat tingginya tuntutan perkuliahan seperti kuis, Evaluasi Tengah Semester (ETS), dan Evaluasi Akhir Semester (EAS). Untuk mengatasinya, Arfian menerapkan kedisiplinan dalam membagi waktu antara membaca materi dan latihan soal, serta menetapkan prioritas harian. Hasilnya, ia berhasil meraih capaian yang patut disyukuri, baik dari sisi nilai akademik di kampus maupun perolehan medali di ON-MIPA.
Momen paling menegangkan bagi Arfian datang saat ia melihat profil para pesaingnya, yang berasal dari berbagai kampus top di Indonesia, dengan banyak di antaranya berasal dari program studi Fisika Murni. Sebagai mahasiswa baru dari program studi Teknik Elektro, kondisi tersebut sempat menjadi tekanan tersendiri baginya. Awalnya, ia pun tidak memasang ekspektasi yang terlalu tinggi mengingat kualitas para pesaing yang sangat luar biasa. Namun, prinsip yang ia pegang saat itu sederhana: “just do it, nothing to lose”, yang penting berjuang memberikan kemampuan terbaik.
Menurut Arfian, ada tiga hal yang menjadi kunci utama keberhasilannya meraih Gold Medal di ajang nasional ini. Pertama, penguasaan materi, dengan memperbanyak membaca dan memahami konsep dasar langsung dari buku teks. Kedua, manajemen istirahat, dengan memperbanyak jam tidur dan menjaga kondisi fisik agar pikiran tetap tajam, baik saat menyerap materi maupun saat berkompetisi. Ketiga, fokus, dengan mengurangi intensitas bermain media sosial agar waktu tidak terbuang sia-sia dan pikiran tidak mudah terdistraksi.
Arfian mengaku sangat bersyukur atas hasil yang ia raih. Ke depannya, ia berharap anggaran pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat, sehingga dukungan terhadap fasilitas, riset, dan talenta-talenta sains di Tanah Air bisa semakin memadai.