UNIT PUSAT BAHASA GLOBAL

UPBG ITS
28 April 2026, 14:04

UPBG ITS Fasilitasi Program Belajar Bahasa Gratis melalui Foreign Language Community (FLC)

Oleh : meilisa@its.ac.id | | Source : -

Beragam sesi Foreign Language Community bersama narasumber internasional maupun lokal dengan topik pendidikan, budaya, dan keterampilan bahasa di Kampus ITS (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Kampus ITS, GLC News — Foreign Language Community (FLC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadir sebagai ruang belajar yang inklusif dan ramah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa asing. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program yang diinisiasi oleh Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) ITS ini berupaya menjembatani kesenjangan kemampuan bahasa sekaligus membangun kepercayaan diri peserta untuk berkomunikasi dengan bahasa asing.

Dilaksanakan rutin setiap hari Kamis pukul 13.00–14.30 WIB, FLC mengusung konsep diskusi santai dengan topik yang beragam dan relevan. Dalam setiap sesi, peserta diajak berdiskusi menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya, sekaligus bertukar perspektif lintas budaya. Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar interaktif yang dipandu instruktur berpengalaman, bahkan sesekali melibatkan penutur asing sebagai fasilitator. Sebagai contoh, peserta berkesempatan mengenal sistem pendidikan Finlandia bersama Paavo Mulari, hingga kehidupan sekolah menengah di Prancis yang dipaparkan oleh Engie En Nana. Perspektif lain turut dihadirkan melalui pembahasan keseimbangan kehidupan belajar siswa di Belanda oleh Nila Hernandez, serta budaya disiplin di kelas ala Jepang yang disampaikan Aiko Omura. 

Seorang peserta, Rume, mahasiswa Fisika angkatan 2023, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. “Mengikuti FLC memberi saya wawasan baru tentang hal-hal yang sebelumnya belum saya kenal. Saat sesi bersama mahasiswa internasional, mereka berbagi pengalaman culture shock ketika pertama kali datang ke Indonesia. Dari situ saya menyadari bahwa budaya dan gaya hidup setiap orang bisa sangat berbeda, dan hal itu justru memotivasi saya untuk lebih banyak mengeksplorasi dunia,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, FLC juga sempat menghadirkan sesi terkait kesejahteraan mental. Melalui kegiatan edisi spesial yang dipandu oleh Ibu Cahyani Satiya Pratiwi selaku Kepala UPBG ITS, peserta diajak mengikuti sesi hands-on phone strap crafting. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan bahwa aktivitas merangkai kerajinan tangan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta memberikan rasa puas dan bahagia.

Sesi Foreign Language Community ITS bersama Ibu Yani yang mengajak peserta mengikuti kegiatan phone strap crafting sekaligus memahami manfaatnya bagi kesehatan mental di Kampus ITS (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Berbeda dengan kelas formal, FLC menekankan praktik percakapan nyata dalam suasana santai tanpa tekanan. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan keberanian peserta untuk berbicara. Dalam salah satu sesi terbaru yang dilaksanakan pada Rabu (16/4/2026), FLC mengusung topik Language Acquisition as Knowledge and Cultural Behavior bersama Ms Dhini yang mengajak peserta memahami bahasa sebagai bagian dari pengetahuan sekaligus perilaku budaya. 

Seorang peserta publik, Ibu Farisati Izza, membagikan kesannya setelah berpartisipasi dalam sesi ini. “Mengikuti FLC membuat saya ingin terus bergabung di sesi-sesi berikutnya karena suasananya seru dan interaktif. Ms Dhini mampu memancing kami untuk berani menyampaikan ide. Selain itu, FLC juga memberi saya komunitas baru untuk berlatih bahasa Inggris secara lebih mendalam,” ujarnya.

Kegiatan Foreign Language Community pada Rabu (16/4/2026) bersama Ms Dhini dengan topik Language Acquisition as Knowledge and Cultural Behavior di Kampus ITS (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Tak hanya meningkatkan keterampilan individu, FLC juga berperan dalam membangun komunitas belajar yang inklusif. Dengan sistem terbuka dan tanpa seleksi, siapa pun dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis. Informasi kegiatan pun rutin dibagikan melalui media sosial UPBG ITS, sehingga akses terhadap pembelajaran bahasa menjadi semakin merata.

Inisiatif ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-10, yakni Reduced Inequalities. Melalui FLC, ITS berupaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan dengan menyediakan ruang belajar bahasa yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang kemampuan awal.

Ke depan, UPBG ITS berharap FLC dapat terus berkembang sebagai wadah yang menginspirasi perubahan dan memperluas wawasan global peserta. Dengan semangat memberdayakan dan mendampingi masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih percaya diri, adaptif, dan siap bersaing di kancah internasional. (*)

 

Disusun oleh: Alzena Mayla Shabrina
Redaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS

Berita Terkait