Tentang
Sebagai bentuk penguatan kerja sama antara dunia kampus dan industri, mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS melaksanakan kunjungan industri ke PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), salah satu sub-holding Toyota yang berfokus pada bidang produksi.

Surabaya, FTEIC ITS – Mahasiswa FTEIC ITS melaksanakan kunjungan industri ke TMMIN pada 2 Agustus 2026 di dua lokasi sekaligus, yaitu Sunter Plant dan Karawang Plant. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 55 peserta di masing-masing plant, sehingga total peserta dari kedua lokasi mencapai 110 orang. Peserta kunjungan terdiri dari Wakil Dekan FTEIC, Dimas Anton Asfani, S.T., M.T., Ph.D., tim fakultas, serta perwakilan mahasiswa FTEIC.
Salah satu perwakilan mahasiswa FTEIC yang tergabung dalam delegasi menjelaskan bahwa TMMIN sendiri merupakan salah satu sub-holding Toyota yang secara khusus berfokus pada bidang produksi kendaraan. Menurutnya, kunjungan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang telah terjalin cukup lama antara FTEIC dan TMMIN. Pada Mei 2026, FTEIC bersama mahasiswa FTEIC sempat menerima visitasi dari Kazuhiro Fukuzawa, R&D Director TMMIN, yang datang dengan misi merekrut talenta-talenta muda dari kampus-kampus berkualitas di Indonesia guna mendukung pengembangan teknologi TMMIN. Komunikasi yang terjalin baik antara mahasiswa FTEIC dan TMMIN membuat kemitraan kedua belah pihak dapat bersifat sustain dan berkelanjutan, hingga akhirnya terealisasi dalam bentuk kunjungan langsung ke plant produksi.
Pemilihan Toyota sebagai destinasi kunjungan, dibandingkan perusahaan atau institusi lain, didasari beberapa pertimbangan. Toyota dinilai memiliki siklus dan konsep pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sangat baik. Selain itu, berdasarkan data yang dimiliki, FTEIC tercatat sebagai salah satu penyumbang SDM terbanyak untuk program intern di TMMIN. Faktor lain yang turut mendukung keputusan ini adalah komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin baik antara mahasiswa FTEIC dengan pihak TMMIN sebagai mitra.
Selama kunjungan berlangsung, delegasi FTEIC disambut oleh tim HRD TMMIN dan diarahkan menuju ruangan untuk sesi pemaparan overview serta presentasi perusahaan. Setelah sesi tersebut, peserta dibagi menjadi dua tim untuk melakukan tur langsung ke plant produksi mobil, mengamati proses produksi mulai dari tahap kerangka (chassis) hingga tahap penyelesaian akhir (settle). Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah, dilanjutkan sesi tanya jawab (QnA) dengan pihak perusahaan. Di penghujung acara, terdapat pemaparan mengenai program internship di TMMIN yang ditutup dengan sesi foto bersama seluruh delegasi.

Salah satu insight paling berkesan bagi peserta adalah mengetahui bahwa Toyota merupakan perusahaan yang sangat strategis, dengan menguasai pangsa pasar penjualan mobil di Indonesia hingga 31 persen. Di tengah maraknya kemunculan merek-merek baru di segmen kendaraan listrik (Electric Vehicle), Toyota mampu tetap bertahan (sustain) melalui pengembangan konsep multi pathway, yang memberikan konsumen berbagai opsi jenis kendaraan sesuai kebutuhan mereka. Selain itu, TMMIN turut mengusung slogan “Make people before make product”, yang mencerminkan pendekatan yang sangat memanusiakan seluruh stakeholder yang bekerja di dalamnya. Nilai ini menjadi pembelajaran berharga bagi pengembangan mahasiswa FTEIC.
Dari sisi penerapan teknologi, hal yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah strategi multi pathway yang diterapkan Toyota. Alih-alih melakukan transisi langsung dan menyeluruh ke kendaraan listrik, Toyota memilih pendekatan bertahap dengan mempertimbangkan peluang (opportunity) serta perkembangan pasar yang ada. Di tengah kondisi geopolitik dan situasi dunia yang fluktuatif, pendekatan yang matang dan tidak terburu-buru ini dinilai menjadi kunci bagi Toyota untuk tetap bertahan dalam jangka panjang (long-term), sekaligus menjadikannya sebagai prospek karier yang menjanjikan bagi lulusan.
Kegiatan ini dinilai sangat membantu mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di dunia industri, terutama bagi mahasiswa dari jurusan yang linear dengan bidang manufaktur. Secara lebih umum, bagi mahasiswa FTEIC, kunjungan ini juga memperlihatkan bagaimana implementasi machine learning, artificial intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) banyak digunakan dalam proses produksi mobil di TMMIN.
Terkait peluang kolaborasi, dibahas berbagai bentuk kerja sama yang ditawarkan TMMIN, mulai dari program internship hingga bentuk kerja sama lainnya, yang dinilai sangat berprospek dan menjanjikan bagi mahasiswa. Adapun kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa sejak di bangku kuliah diawali dari niat dan rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi. Dengan landasan tersebut, kemampuan teknis mahasiswa dapat terus diasah dan dimatangkan seiring berjalannya waktu.

Kesan yang paling membekas bagi peserta adalah sambutan pihak TMMIN yang sangat welcome dan hangat terhadap delegasi FTEIC. Ke depannya, mahasiswa FTEIC berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan ke eskalasi yang lebih besar, mulai dari peluang internship hiring bagi mahasiswa semester tengah hingga employee hiring bagi mahasiswa tingkat akhir. Sebagai informasi tambahan, pada akhir Oktober mendatang, mahasiswa FTEIC dan Toyota juga akan mengadakan Software Academy Training sebagai bentuk kolaborasi lanjutan antara kedua belah pihak. (Humas-sh)