
Gambar : Pelangi Masita Wati Saat Menerima Ijazah pada Momen Wisuda di ITS.
Surabaya, FTEIC ITS – Menjalani perkuliahan bukan hanya soal hadir di kelas dan menyelesaikan tugas. Bagi sebagian mahasiswa, masa kuliah menjadi ruang untuk berkembang melalui berbagai pengalaman akademik maupun non akademik. Hal inilah yang dibuktikan oleh Pelangi Masita Wati, mahasiswa Informatika ITS, yang berhasil meraih kredit SKEM tertinggi berkat konsistensinya aktif di berbagai kegiatan selama masa studi.
Tidak hanya unggul dalam perolehan SKEM, Pelangi juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Ia berhasil meraih Juara 1 GEMASTIK 2024, salah satu kompetisi teknologi paling bergengsi bagi mahasiswa di Indonesia. Selain itu, ia juga menjadi juara dalam ajang Google Hackathon, yang semakin menegaskan kapasitasnya di bidang inovasi dan teknologi.
Bagi Pelangi, perjalanan selama berkuliah di Informatika ITS menjadi pengalaman yang berkesan dan penuh pembelajaran. Ia menilai lingkungan perkuliahan yang suportif menjadi salah satu faktor penting dalam proses berkembangnya diri.
“Seru sih, karena selain kegiatan akademik di kelas, meskipun computer science cukup challenging, dosen dan teman-teman juga suportif buat berkembang dan dapat banyak insight,” ujarnya.

Gambar : Kumpulan potret Pelangi Masita Wati saat mengikuti berbagai kegiatan magang, kompetisi teknologi, hingga program internasionalisasi di luar negeri yang menjadi kunci keberhasilannya meraih poin SKEM tertinggi di Informatika ITS.
Selama kuliah, Pelangi tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas. Ia juga aktif mengikuti kompetisi hackathon, program internasionalisasi, hingga beberapa internship. Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap menyempatkan diri menjalani hobi seperti hiking dan berenang sebagai penyeimbang aktivitas sehari-hari.
Menariknya, Pelangi mengaku sejak awal tidak memiliki target khusus untuk meraih kredit SKEM tertinggi. Bahkan, ia baru mengetahui adanya predikat tersebut setelah menjalani perkuliahan. Menurutnya, semua kegiatan yang diikuti murni didasari rasa ingin mencoba dan passion terhadap hal-hal yang disukai. Ia juga mengenang salah satu momen saat masa orientasi fakultas, ketika mahasiswa diminta menuliskan puluhan target yang ingin dicapai selama kuliah. Tanpa disadari, kebiasaan menetapkan tujuan itu menjadi dorongan besar dalam perjalanannya hingga banyak impian yang berhasil diwujudkan. Dalam menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik, Pelangi menekankan pentingnya menentukan prioritas. Akademik tetap menjadi fokus utama, sementara kegiatan di luar kelas dipilih berdasarkan minat dan tujuan masa depan.
Menurutnya, mahasiswa perlu memilih aktivitas yang benar-benar sesuai passion agar waktu dan energi yang dikeluarkan memberikan hasil maksimal. Setelah jadwal mulai padat, kemampuan manajemen waktu dan disiplin menjadi kunci utama agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai rencana. Pada awal perkuliahan, Pelangi sempat mencoba berbagai kegiatan untuk menemukan bidang yang paling cocok. Namun seiring waktu, ia mulai memahami aktivitas mana yang relevan dengan tujuan pribadinya dan mana yang sebaiknya dilepas.
“Priority scale is important, use your time wisely,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa kegiatan yang paling berkontribusi terhadap perolehan SKEM adalah aktivitas yang relevan dengan jurusan, seperti kompetisi akademik dan pengembangan kemampuan profesional. Di balik pencapaiannya, Pelangi tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah menentukan kegiatan yang tepat di masa awal kuliah. Namun, seiring pengalaman bertambah, ia mulai menemukan pola yang sesuai dengan karakter dan kebutuhannya.
Untuk menjaga produktivitas di tengah banyaknya aktivitas, Pelangi percaya bahwa melakukan hal yang disukai akan membuat proses terasa lebih ringan. Saat mulai lelah, ia biasanya mengambil waktu istirahat berkualitas, berdiskusi dengan teman yang sefrekuensi, membaca buku, atau melakukan aktivitas ringan lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut memberikan banyak manfaat bagi dirinya. Ia merasa menjadi pribadi yang lebih adaptif, terbiasa bekerja dengan beragam tipe orang, serta memiliki sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, pengalaman selama kuliah juga membawanya pada banyak kenangan dan pertemanan yang berharga. Pelangi menyampaikan bahwa pelajaran terbesar dari seluruh perjalanannya adalah keyakinan bahwa segala hal mungkin dicapai selama disertai kemauan kuat dan usaha yang konsisten.
Bagi mahasiswa lain yang ingin mengoptimalkan SKEM sejak awal kuliah, ia berpesan agar tetap menjadikan akademik sebagai prioritas utama. Sementara itu, kegiatan lain dapat menjadi sarana pengembangan diri sekaligus bekal menghadapi karier di masa depan. Pencapaian Pelangi menjadi bukti bahwa kesuksesan di bangku kuliah tidak selalu dimulai dari target besar. Terkadang, hasil terbaik justru datang dari keberanian mencoba, konsistensi berkembang, dan kesungguhan menjalani hal-hal yang dicintai.