Surabaya, FT-EIC ITS – Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi kebutuhan strategis dalam penguatan sistem perpajakan nasional yang kompleks dan berbasis dat ITS untuk mengembangkan solusi AI yang mampu meningkatkan efektivitas analisis, kualitas data, serta sistem pengawasan perpajakan. Kegiatan kerja sama ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di lingkungan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC) ITS.
Kerja sama DJP dan ITS diarahkan pada pengembangan teknologi AI yang relevan dengan kebutuhan operasional perpajakan. Fokus pengembangan mencakup tiga aspek utama, yakni penerapan Machine Learning untuk risk profiling wajib pajak, pemanfaatan AI dalam peningkatan kualitas dan integrasi data lintas sistem, serta pengembangan AI untuk deteksi anomali dan potensi fraude. Ketiga aspek tersebut diposisikan sebagai fondasi penguatan pengambilan keputusan berbasis data serta pengawasan perpajakan yang lebih proaktif.
Sebagai bagian dari implementasi awal, tim pengembang memaparkan hasil prototype awal AI yang dikembangkan dengan memanfaatkan GenAI Senopati. prototype ini dirancang untuk mendukung pemetaan risiko wajib pajak, integrasi dan peningkatan kualitas data, serta identifikasi anomali dan indikasi kecurangan melalui pendekatan kecerdasan buatan. Sistem ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan analisis berskala besar dan kompleksitas data perpajakan.
Pengembangan teknologi tersebut direncanakan berlanjut pada tahap demonstrasi sistem secara langsung kepada DJP. Dalam implementasinya, Senopati berperan sebagai backbone utama dengan arsitektur on-premise. Pendekatan ini dipilih untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data, memastikan perlindungan data strategis, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi nasional melalui pengelolaan sistem yang dikembangkan secara lokal.

Kegiatan diskusi kerja sama ini melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang tergabung dalam Tim PSIAP. Dari pihak DJP, hadir Hantriono Joko Susilo selaku Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekaligus Manajer Proyek Tim PSIAP, didampingi Yanwas Nugraha sebagai Kepala Subdirektorat Tata Kelola Sistem Informasi Direktorat TIK. Turut hadir Rachmat sebagai Ketua Tim Pengembangan dan Implementasi, Boby Ariwibowo selaku Ketua Subtim Manajemen Risiko dan Bantuan Hukum, Jarot Budiono sebagai Ketua Subtim Analis Sistem dan Infrastruktur, serta Andrean Firmansyah sebagai Analis Tingkat III Tim PSIAP.
Dari pihak ITS, dukungan institusional disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam menghasilkan riset berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan strategis nasional, khususnya dalam transformasi digital sektor publik. Dukungan tersebut diperkuat oleh pernyataan Dekan FT-EIC ITS, Prof. Dr. Diana Purwitasari, S.Kom., M.Sc., yang menyampaikan kesiapan FT-EIC ITS sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi AI yang aplikatif dan berdampak nyata.
Selain itu, Ketua Tim Senopati, Dr. Dwi Sunaryono, S.Kom., M.Kom., menjelaskan peran Senopati sebagai platform AI lokal yang aman dan andal untuk mendukung pengolahan data berskala besar serta sistem yang bersifat kritikal. Karakteristik tersebut menjadikan Senopati relevan untuk diintegrasikan ke dalam sistem perpajakan yang menuntut akurasi tinggi dan keberlanjutan operasional.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif membahas potensi penerapan AI dalam sistem perpajakan, tantangan integrasi data lintas sistem, serta peluang pengembangan lanjutan melalui kolaborasi riset berkelanjutan antara DJP dan ITS. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi teknologi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan institusional DJP.
Melalui kerja sama ini, DJP dan ITS menegaskan komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital di bidang perpajakan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence yang aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 terkait penguatan inovasi dan infrastruktur digital, SDG 16 dalam mendukung tata kelola perpajakan yang transparan dan berintegritas, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi berbasis riset.