Kuliah Tamu Teknologi Beton ITS Bahas Metode Perbaikan dan Perkuatan Struktur Beton

Terbit pada

Senin, 19 Oktober 2026

Oleh
wawan.prawono@its.ac.id
10

Surabaya, 16 Oktober 2026 — Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FT-SPK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menyelenggarakan Kuliah Tamu Teknologi Beton dengan topik “Perbaikan dan Perkuatan Struktur Beton”. Materi disampaikan oleh Hartono dari PT Heka Buana Protekon, yang membahas tahapan investigasi kerusakan, pemilihan metode perbaikan, serta berbagai teknik perkuatan struktur beton.

Dalam dunia konstruksi, kerusakan struktur beton perlu ditangani melalui proses pemeriksaan dan evaluasi yang tepat. Materi kuliah tamu ini menekankan bahwa tahapan perbaikan meliputi investigasi, evaluasi, dan pelaksanaan. Investigasi dilakukan untuk mengetahui lokasi serta tingkat kerusakan, mengumpulkan data struktur, dan memahami kondisi lingkungan maupun gambaran kondisi struktur di lapangan.

Pemeriksaan awal dapat dilakukan melalui pengamatan visual terhadap berbagai bentuk kerusakan, seperti retak, keropos (honeycomb), korosi, pengelupasan beton (spalling), kebocoran, dan penurunan. Pemeriksaan tersebut dapat dilengkapi dengan dokumentasi serta pengujian teknis, antara lain uji kuat tekan, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV), uji kuat lekatan, Impact Echo, pengujian karbonasi, half-cell potential, pengukuran resistivitas, pengujian klorida, dan pemeriksaan tulangan.

Hasil investigasi menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi struktur dan menentukan tindakan yang sesuai. Pertimbangan dalam evaluasi meliputi masa layan, kebutuhan struktur, tingkat urgensi, keselamatan umum, waktu, biaya, aspek estetika, serta kemudahan pelaksanaan. Berdasarkan kondisi kerusakan dan keterbatasan di lapangan, metode penanganan dapat berupa pembiaran dengan pertimbangan tertentu, pencegahan, perbaikan, perkuatan, hingga pembongkaran.

Materi juga memperkenalkan sejumlah metode perbaikan beton, di antaranya patching, grouting, penggunaan mortar perbaikan, beton self-compacting, shotcrete, serta penanganan retak melalui metode gravity feed dan crack injection. Pemilihan material dan metode perlu mempertimbangkan kebutuhan pemilik bangunan, kondisi lapangan, karakteristik material, waktu pelaksanaan, anggaran, dan target masa layan.

Selain perbaikan, pembahasan mencakup metode perkuatan struktur yang dapat diperlukan akibat kesalahan perencanaan atau pelaksanaan, peningkatan beban, penurunan kapasitas karena korosi, maupun perubahan fungsi bangunan. Beberapa metode yang diperkenalkan meliputi pembesaran dimensi atau concrete jacketing, perkuatan menggunakan prategang eksternal (external prestressed), pelat baja, serta Carbon Fibre Reinforced Polymer (CFRP).

CFRP menjadi salah satu material perkuatan yang dibahas karena memiliki kuat tarik tinggi, bobot ringan, serta kemudahan pemasangan. Meskipun demikian, penggunaannya tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan terhadap kebakaran, vandalisme, dan kerusakan akibat benturan atau kejadian tidak disengaja.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya investigasi dan evaluasi sebelum menentukan metode perbaikan maupun perkuatan struktur beton. Pemahaman tersebut menjadi bekal dalam mempelajari penanganan kerusakan struktur secara terencana dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, kondisi lapangan, dan kebutuhan layanan struktur.

 

Foto Bersama pemateri

 

Penyerahan Souvenir oleh Dr. Ir. Mudji Irmawan, M.T.
Penyerahan Souvenir oleh Dr. Ir. Mudji Irmawan, M.T.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SDGS 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, SDGS 11 – Sustainable Cities and Communities