Kunjungan Akademik UTHM ke ITS Perkuat Kolaborasi dan Berbagi Pengetahuan Perkeretaapian
Surabaya, 24 Juli 2026 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan akademik UTHM ke ITS melalui kegiatan Academic Visit and Knowledge Sharing. Kegiatan ini melibatkan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Departemen Teknik Sipil ITS.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Pertemuan dilaksanakan di Conference Room, Departemen Teknik Sipil ITS, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi ruang pertemuan akademik antara kedua perguruan tinggi. Para peserta dapat bertukar informasi dan pengalaman mengenai pendidikan teknik. Pembahasan juga diarahkan pada bidang transportasi dan sistem perkeretaapian.
Kunjungan Akademik UTHM ke ITS Diikuti 21 Peserta
Rombongan UTHM berasal dari Fakulti Teknologi Kejuruteraan atau FTK. Kegiatan tersebut juga didukung oleh UTHM Education & Training atau UET. Rombongan terdiri atas 18 mahasiswa dan tiga pendamping. Dengan demikian, jumlah peserta dari UTHM mencapai 21 orang.
Para mahasiswa merupakan peserta Program Sarjana Sains Kejuruteraan Pengangkutan Rel. Program kunjungan UTHM di Indonesia berlangsung pada 20 sampai 25 Juli 2026. Selain Surabaya, rombongan menjadwalkan kunjungan ke Madiun, Bandung, dan Jakarta.
Kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai sistem transportasi kereta api. Peserta juga mempelajari pengoperasian dan pengendalian sistem perkeretaapian. Selain itu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses pembuatan kereta api di Indonesia.
Berbagi Pengetahuan tentang Sistem Perkeretaapian
Sesi knowledge sharing memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami perkembangan bidang perkeretaapian dari perspektif akademik. Kegiatan ini juga membuka diskusi mengenai tantangan transportasi pada masa mendatang.
Salah satu topik yang dibahas berkaitan dengan transportasi di kawasan Gerbangkertosusila. Kawasan metropolitan ini mencakup Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Tingginya pergerakan masyarakat antardaerah membuat kawasan tersebut membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Pengembangan transportasi di Gerbangkertosusila juga memerlukan keterhubungan antara angkutan umum, jaringan jalan, dan transportasi berbasis rel. Integrasi tersebut penting untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Selain itu, sistem transportasi yang baik dapat mendukung mobilitas harian serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Pembahasan mengenai Gerbangkertosusila memberikan gambaran nyata kepada peserta UTHM tentang tantangan pengelolaan transportasi di kawasan metropolitan Indonesia. Peserta juga dapat melihat peluang pengembangan perkeretaapian sebagai bagian dari sistem transportasi regional.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan penerapannya di lapangan. Pendekatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kebutuhan industri transportasi modern.
Selain memperluas pengetahuan, kegiatan ini mendukung pembentukan jejaring akademik internasional. Dosen dan mahasiswa dari kedua institusi dapat saling bertukar gagasan. Interaksi tersebut diharapkan menjadi awal bagi kegiatan bersama pada masa mendatang.
Kolaborasi dapat dikembangkan melalui kuliah tamu, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan publikasi ilmiah. Kedua institusi juga dapat menjajaki pengembangan program akademik lainnya dalam bidang teknik dan transportasi.
Memperkuat Internasionalisasi Pendidikan
Kunjungan akademik memiliki peran penting dalam proses internasionalisasi perguruan tinggi. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar dalam lingkungan yang berbeda. Mereka juga dapat memahami pendekatan pendidikan dan pengembangan teknologi di negara lain.
Bagi ITS, kegiatan ini memperkuat hubungan dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, UTHM memperoleh kesempatan untuk mengenal pendidikan teknik dan pengembangan sistem perkeretaapian di Indonesia.
Kunjungan akademik UTHM ke ITS menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi. Pertukaran pengetahuan dapat membantu perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang adaptif. Lulusan juga perlu memiliki wawasan global dan mampu menjawab kebutuhan industri.
Melalui kegiatan ini, ITS dan UTHM memperkuat komitmen untuk membangun pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan sektor transportasi.
Kunjungan Akademik UTHM ke ITS Perkuat Kolaborasi dan Berbagi Pengetahuan Perkeretaapian Surabaya, 24 Juli 2026 – Institut Teknologi
Coaching Clinic Penyusunan dan Pendaftaran Paten Tingkatkan Perlindungan Inovasi Dosen Departemen Teknik Sipil ITS Coaching Clinic Penyusunan dan Pendaftaran
Selamat dan Sukses atas Pengukuhan Jabatan Profesor Prof. Data Iranata, S.T., M.T., Ph.D. Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh