News

Kuliah Tamu bersama Prof. Tegoeh Tjahjowidodo

Sel, 18 Des 2018
10:27 am
Berita
Share :
Oleh : tmiadmin   |

Rabu, 12 Desember 2018. Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melaksanakan kegiatan Kuliah Tamu yang bertemakan “Industry Revolution 4.0 ased Manufacturing and Renewable Energy Technology Development” dengan Pembicara Prof. Tegoeh Tjahjowidodo dari Nanyang Technological University , Singapura. Kuliah Tamu ini diadakan dengan tujuan agar mahasiswa DTMI menyiapkan diri untuk menghadapi dunia Produksi dengan adanya Revolusi Industri yang sedang berlangsung saat ini.

Kehadiran revolusi industri keempat yang sedang berlangsung saat ini memang menimbulkan prokontra di tengah masyarakat. Di satu sisi, sebagian masyarakat berpendapat bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) di sektor industri merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa revolusi industri ini justru menjadi ancaman pengangguran massal di masa depan.

Secara perhitungan matematis untung rugi, penggunaan robot dalam industri manufaktur berdampak sangat signifikan terhadap efisiensi biaya. Selain bisa dioperasikan selama 24 jam tanpa henti, para pengusaha juga tidak perlu dipusingkan dengan kenaikan biaya upah buruh setiap tahunnya, serta demo pekerja yang berdampak pada tingkat produktivitas.

Pada akhirnya, para konsumen akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari penggunaan robot. Dengan biaya produksi yang semakin efisien, beban harga yang harus dibayarkan konsumen untuk membeli barang juga akan semakin murah. Namun, kenyataannya tentu tidaklah sesederhana perhitungan matematis di atas.

“Mahasiswa DTMI jangan hanya menjadi penonton dan korban disrupsi teknologi, tetapi sebagai generasi muda harus mulai mempersiapkan diri menjadi pelaku utama revolusi industri keempat” Jack Ma, pendiri Alibaba Group, mengatakan bahwa bahasa pemrograman (coding) akan menjadi bahasa masa depan. Inilah Motivasi yang di berikan Prof. Tegoeh Tjahjowidodo kepada mahasiswa AKNS.

“Globalisasi tidak sekadar menuntut generasi muda untuk dapat berbahasa asing saja, namun juga mempelajari cara pembuatan aplikasi komputer dan smartphone. Sederhananya, ‘kids zaman now’  harus dididik menjadi calon technopreneur  pada masa depan dan mahasiswa DTMI sudah mulai dipersiapkan untuk menghadapi tantangan revolusi Industri ini” tutup Dedy Zulhidayat Noor, ST., MT., Ph.D selaku Sekretaris Departemen. (dee_ea)

 

Latest News

  • Sistem Kuliah E-Learning

    Kuliah E-Learning atau pembelajaran dalam jejaring yang disingkat daring adalah pembelajaran yang memanfaatkan sistem manajemen pembelajaran internet yang dapat

    23 Mar 2020
  • Sistem Presensi Online

    Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) telah menerapkan absensi online

    31 Jan 2020
  • Magang Bersertifikat

    Post Views: 712

    19 Des 2019