News

Kandidat Ketua Departemen Teknik Mesin FTI – ITS Periode 2020 – 2024

Sen, 02 Des 2019
11:05 am
Informasi
Share :
Oleh : Admin-Mesin   |

1. ATOK SETIAWAN, Ir. MEng.Sc. Dr.

 

“Atok Setiyawan: CORETAN KECIL dari PINGGIR SAWAH.

bpk/ibu dosen T. Mesin ysh, sy merasakan ada rasa kebersamaan yg kurang pd akhir-akhir ini, keaktifan dan kehadiran kita di departemen semakin berkurang saja-ruang cangkrukan dosen semakin sepi (ref. Prof. Sutardi). Aktifitas kebersamaan yg pernah sangat guyup perlahan menguap. Malam kekeluargaan yg pernah ada dan jaya disekitar tahun 80-an telah lama hilang, sepeda gembira di akhir pekan menjadi senyap bersama purna tugas nya bpk2 dosen senior, family gathering/piknik juga kurang semarak. Dari rapat yg diadakan pada kamis yg lalu, rasanya semua yg hadir dalam rapat sepakat dan merasakan hal yg sama serta sangat khawatir dng keberadaan Teknik Mesin kedepan yg mana di jaman 80-an pernah sangat berjaya dng “Uber Alles” nya (ref. Prof. Tantra)

Sekarang saatnya semua singsingkan lengan baju u/ membangun kembali Teknik Mesin yg ‘Uber Alles’ dengan menciptakan keguyupan diantara kita, memberikan kontribusi dan kebermanfaatan pada industri yg perlu solusi dan mendukung alumni dalam berkarier. Dng jejaring yg dikelola dng baik, Insyallah niscaya akan mendapatkan kesejahteraan yg barokah dan kita bisa bekerja dng nyaman.

Monggo kita semua secara bersama lbh memberikan perhatian pd anak didik, menghormati para senior dan menyemangati para yunior yg akan menahkodai Teknik Mesin kedepan supaya tetap “UBER ALLES” (sprt yg diharapkan oleh Prof. Shahab)

Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang nyaman shg semua bisa berprestasi.
Mari kita buat dan kreasi kembali kegiatan2 yang bisa menambah ‘cohesiveness’ diantara kita, baik antar dosen, dengan tendik dan mahasiswa tentunya.

Dengan kebersamaan & keguyupan, target kerja (KPI), pemenuhan program kerja departemen yg nanti disusun bersama tidak akan sulit lagi u/ dicapai.

Mari kita sukseskan penjaringan KaDept Teknik Mesin tanpa membuat kita terpolarisasi justru tambah guyup rukun. Teknik Mesin akan “UBER ALLES” lagi………

Mari kita songsong harapan baru, u/ menciptakan kenyamanan kerja serta kesejahteraan yg barokah dengan memberikan segala potensi dan kemampuan kita dng ikhlas demi kejayaan Mesin & ITS. Amin yra.

Atok Setiyawan.”

 

2. BAMBANG ARIP DWIYANTORO, ST. MSc. PhD

Ide Strategi & Program DTM 2020-2024_Bambang Arip

 

3. ALIEF WIKARTA, ST, M.Sc.Eng. PhD

Sharing Gagasan DTM v2

“Alief Wikarta: Konvergensi Pemberdayaan

Pemberdayaan itu tidak berdiri d ruang hampa. Ada banyak aspek di sekelilingnya yg perlu diperhatikan. Sehingga sebuah institusi yg ingin menjadikan Pemberdayaan sbg jiwanya, bisa benar2 terberdayakan, bukan malah terperdayakan…

Salah satu aspek yg paling penting adalah memperhatikan orang yang ingin diberdayakan. Harus dimaklumi bahwa tiap orang itu unik. Ibarat vektor, tiap orang memiliki besaran kapasitas dan punya arah hidup yg beda.

Ketika sekelompok orang bersepakat berada d bawah naungan sebuah institusi, maka arah hidup tiap orang perlu dikonvergensikan. Yakni menuju k apa yg menjadi tujuan dari institusi.

Inilah pentingnya sebuah institusi memiliki tujuan ke depan. Tanpa kejelasan mau jadi apa ke depan nantinya, misal berupa keberadaan roadmap, maka tiap orang d institusi wajar jadi bingung.

Dengan adanya roadmap institusi, tiap orang bs mengarahkan arah hidupnya ke tujuan tsb. Tiap orang punya posisi yg beda, shg sangat wajar jika arah nya pun beda2. Yang penting ke satu tujuan yg sama.

Nah, dalam rangka pemberdayaan itu, tidak bisa tidak harus ada dukungan anggaran untuk tiap orang dlm memperbesar potensinya. Karena anggaran itu ibarat darah bagi tubuh.

Misal: dosen yg punya banyak draft paper, butuh dana untuk proofread dan biaya publikasi. Beda dg dosen muda yang lebih butuh dana untuk belajar bhs inggris dan menulis proposal riset.

Sementara dosen yg kreatif dalam bahan pengajaran, mgkin butuh dana untuk membuat animasi dan kuliah online. Atau bahkan mungkin butuh upgrade peralatan mengajar seperti pointer sampai laptop.

Lain lagi bagi dosen yang ingin punya project di industri. Mereka mungkin butuh update software yg legal, maupun dana awal untuk perjalanan kerjasama industri maupun alumni.

Demikian juga dg tendik dan mahasiswa. Potensi mereka harus terus berkembang. Apakah itu dengan training maupun benchmark ke dalam dan luar negeri.

Lewat Ketiga aspek tsb: memperhatikan orang, keberadaan roadmap, dan dukungan anggaran, maka Pemberdayaan d sebuah institusi akan hidup, insya Allah… “

 

4. SUWARNO. ST. M.Sc. PhD.

Sharing ide teknik mesin 2020-2025

 

Hasil Rakor Pilkadep Departemen Teknik Mesin FTI – ITS disini

Prosedur Pemilihan Pilkadep

`20191129-003

Latest News

  • Webinar Joint Degree : Renewable Energy is The Future

    me.its.ac.id – Departemen Teknik Mesin (DTM) ITS mempersembahkan Webinar Joint Degree : Renewable Energy is The Future. Peserta yang hendak

    14 Agu 2020
  • Program Baru Joint Degree Dengan WISMAR UNIVERSITY Jerman

    me.its.ac.id – Departemen Teknik Mesin ITS (DTM) yang merupakan salah satu Departemen tertua di ITS. Pada tahun akademik 2020

    09 Agu 2020
  • Free Webinar: Kendaraan Listrik-Hybrid dan Kontrol Otomotif

    me.its.ac.id – Laboratorium Rekayasa Vibrasi dan Sistem Otomotif Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Industri dan Rekayasa Sistem Institut Teknologi

    06 Agu 2020