{"id":2482,"date":"2018-04-26T19:08:48","date_gmt":"2018-04-26T12:08:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/?p=2482"},"modified":"2018-11-01T19:09:22","modified_gmt":"2018-11-01T12:09:22","slug":"kapan-indonesia-berdaulat-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/","title":{"rendered":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ?"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Metro Times (Surabaya) \u2013 Indonesia yang mempunyai jumlah rakyat besar dan wilayah Indonesia yang sangat luas, tentunya sebagai negara yang membutuhkan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dan juga sebagai negara yang memiliki\u00a0 potensi memproduksi biomassa yang sangat besar, hal ini ditunjukkan dengan sangat besarnya penggunaan lahan untuk perkebunan, pertanian, kehutanan di tanah air.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Usaha yang menghasilkan produk-produk agrikultur ini , tentunya menghasilkan produk-produk samping dan limbah yang disebut sebagai biomassa . Bahan baku biomassa tersebut antara lain datang dari sawit, tebu, padi, jagung, singkong dan limbah kayu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dr. Untung Murdyatmo, Ketua Asosiasi Spiritus &amp; Ethanol Indonesia (ASENDO) ,\u00a0 mengatakan, Indonesia mempunyai potensi biomassa sebagai bahan baku ethanol luar biasa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bioetanol\u00a0 bahan bakar paling dikenal baik sebaik biofuel dan merupakan alkohol yang dihasilkan dari jagung, sorgum, kentang, gandum, tebu, bahkan biomassa seperti batang jagung dan limbah sayuran. Hal ini biasanya dicampur dengan bensin.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKita harus akui punya kelemahan, yaitu\u00a0 belum mempunyai teknologi untuk mengolah dan mengubah\u00a0 bahan baku biomassa sebagai bahan bakar minyak (BBM). Teknologi sampai sampai\u00a0 ini belum kita miliki,\u201d katanya di sela-sela\u00a0Biorefineries Conference &amp; Ethanol Workshop di Hotel Santika Gubeng, Rabu (25\/4).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Untung Murdyatmo, sebenarnya banyak negara asing menawarkan teknologi dari luar negeri. Namun demikian, alangkah baiknya dari karya anak bangsa sendiri yang dipakai, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebagai lembaga ilmiah yang membuat inovasi teknologi sendiri, untuk mengolah bahan baku biomassa menjadi\u00a0 ethanol.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di\u00a0Asia tenggara, Indonesia telah menjadi negara produsen bahan baku biomassa terbesar . Namun demikian, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah. Kapan Indonesia bisa berdaulat energi ?. Selama ini hanya wacana.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bioethanol dari tetes tebu dari generasi satu. Untuk bio ethenaol masa depan,\u00a0 Bio ethanol generasi dua dari sisa ampas tebu, sisa jerami padi, kelaras jagung, klaars tebu, janjang sawit kosong kelapa sawti.<\/p>\n<div>\n<div id=\"quick_adsense_vi_ad\"><\/div>\n<\/div>\n<p dir=\"ltr\">\u201cJikalau kita mampu\u00a0 mengolahnya\u00a0 dengan baik, kita bisa berdaulat energi\u00a0 dan tidak usaha impor lagi. Teknologi untuk proses biomassa belum kita miliki.\u00a0 Namun, Amerika dan Perancis sudah punya teknologi itu. Kalau kita tergantung teknologi luar negeri, pasti dijual mahal pada kita dan kita akan tersandera kembali,\u201d ucap Untung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Yang punya rencana itu untuk melakukan inovasi teknologi itu seharusnya pemerintah. \u201cKita sebagai asosiasi hanya mendorong pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian, namun masih belum terealisir.\u00a0 Ada rencana\u00a0Direktorat\u00a0 Energri Baru dan Terbarukan pada Juni mendatang , Pertamina harus melakukan pencampuran\u00a0 bioethanol dan gasoline sebagai E-2.\u00a0 Komposisinya , 2 persen ethanol, 98 persen gasoline sebagai implemantasi kebijakan 10 tahun yang tidak jalan itu, \u201ccetus Dr Untung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jika hal ini teralisasi, maka bisa jadi BBM yang dijual di pasaran akan berubah nama menjadi bio premium, bio pertamax , bio solar dan lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dijelaskannya, ASENDO serius untuk mendorong pemerintah merealisasikan hal ini. Akan tetapi, kok nggak jadi-jadi. \u201cNamun demikian, saya melihat sekarang ini serius. Apalagi Presiden Jokowi itu\u00a0luar biasa, tapi belum terlihat realisasinya,\u201d ungkap Dr Untung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebagaiman diketahui , kapasitas produksi bioethanol terpasang 350. 000 Kilo Liter (KL) per tahun.\u00a0 Namun demikian,\u00a0\u00a0sekitar 50 persen pengembangan ethanol ditutup atau dihentikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Padahal, permintaan bioethanol untuk campuran bahan bakar minyak (BBM) tahun 2020 sekitar 2 miliar liter . Ladang untuk pengembangan tetes gula yang tersedia mencapai 6 juta hektar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kelemahan industri ethanol terletak pada mahalnya biaya produksi yang harus ditanggung produsen. Biaya produksi yang dikeluarkan pabrikan mencapai Rp 6.000 per liter. Itupun belum termasuk ongkos transportasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">ASENDO merupakan organisasi yang bersifat mandiri, bukan organisasi pemerintah maupun politik, yang dalam melakukan kegiatannya bersifat nirlaba. Tujuan dibentuk ASENDO antara lain untuk memperjuangkan kepentingan industri ethanol dan spiritus di Indonesia, dengan memperhatikan kerja sama melalui cara-cara yang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dan ketertiban umum. Organisasi ini bekerja sama tidak hanya dengan produsen ethanol dan spiritus saja, tetapi juga bekerja sama dengan Pemerintah, non-pemerintah maupun pihak swasta.(nald).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metro Times (Surabaya) \u2013 Indonesia yang mempunyai jumlah rakyat besar dan wilayah Indonesia yang sangat luas, tentunya sebagai negara yang membutuhkan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dan juga sebagai negara yang memiliki\u00a0 potensi memproduksi biomassa yang sangat besar, hal ini ditunjukkan dengan sangat besarnya penggunaan lahan untuk perkebunan, pertanian, kehutanan di tanah air. Usaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":2483,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-2482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Metro Times (Surabaya) \u2013 Indonesia yang mempunyai jumlah rakyat besar dan wilayah Indonesia yang sangat luas, tentunya sebagai negara yang membutuhkan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dan juga sebagai negara yang memiliki\u00a0 potensi memproduksi biomassa yang sangat besar, hal ini ditunjukkan dengan sangat besarnya penggunaan lahan untuk perkebunan, pertanian, kehutanan di tanah air. Usaha [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Departemen Teknik Kimia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-26T12:08:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-01T12:09:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"660\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"330\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin-TeknikKimia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin-TeknikKimia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin-TeknikKimia\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/061c3751fc9c5f88f84fb7391a6a38ac\"},\"headline\":\"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ?\",\"datePublished\":\"2018-04-26T12:08:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-01T12:09:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\"},\"wordCount\":596,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg\",\"articleSection\":[\"Alumni\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\",\"name\":\"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-26T12:08:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-01T12:09:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg\",\"width\":660,\"height\":330},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/\",\"name\":\"Departemen Teknik Kimia\",\"description\":\"Chemical Engineering Department-Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization\"},\"alternateName\":\"ChE\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization\",\"name\":\"Departemen Teknik Kimia\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/03\/logo-dtk-putih.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/03\/logo-dtk-putih.png\",\"width\":1760,\"height\":1015,\"caption\":\"Departemen Teknik Kimia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC7uqLiKaNodTUSCz5DIk2Ig\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/061c3751fc9c5f88f84fb7391a6a38ac\",\"name\":\"Admin-TeknikKimia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c0e22436db3de85b86ad9e38af3d69e3dd2c4da2bd86b5ed4cb6eae5a7f8cd2c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c0e22436db3de85b86ad9e38af3d69e3dd2c4da2bd86b5ed4cb6eae5a7f8cd2c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin-TeknikKimia\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia","og_description":"Metro Times (Surabaya) \u2013 Indonesia yang mempunyai jumlah rakyat besar dan wilayah Indonesia yang sangat luas, tentunya sebagai negara yang membutuhkan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dan juga sebagai negara yang memiliki\u00a0 potensi memproduksi biomassa yang sangat besar, hal ini ditunjukkan dengan sangat besarnya penggunaan lahan untuk perkebunan, pertanian, kehutanan di tanah air. Usaha [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/","og_site_name":"Departemen Teknik Kimia","article_published_time":"2018-04-26T12:08:48+00:00","article_modified_time":"2018-11-01T12:09:22+00:00","og_image":[{"width":660,"height":330,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin-TeknikKimia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin-TeknikKimia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/"},"author":{"name":"Admin-TeknikKimia","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/061c3751fc9c5f88f84fb7391a6a38ac"},"headline":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ?","datePublished":"2018-04-26T12:08:48+00:00","dateModified":"2018-11-01T12:09:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/"},"wordCount":596,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg","articleSection":["Alumni"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/","name":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ? - Departemen Teknik Kimia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg","datePublished":"2018-04-26T12:08:48+00:00","dateModified":"2018-11-01T12:09:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/11\/bioetanol.jpg","width":660,"height":330},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/kapan-indonesia-berdaulat-energi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KAPAN INDONESIA BERDAULAT ENERGI ?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/","name":"Departemen Teknik Kimia","description":"Chemical Engineering Department-Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization"},"alternateName":"ChE","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#organization","name":"Departemen Teknik Kimia","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/03\/logo-dtk-putih.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2018\/03\/logo-dtk-putih.png","width":1760,"height":1015,"caption":"Departemen Teknik Kimia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC7uqLiKaNodTUSCz5DIk2Ig"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/061c3751fc9c5f88f84fb7391a6a38ac","name":"Admin-TeknikKimia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c0e22436db3de85b86ad9e38af3d69e3dd2c4da2bd86b5ed4cb6eae5a7f8cd2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c0e22436db3de85b86ad9e38af3d69e3dd2c4da2bd86b5ed4cb6eae5a7f8cd2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin-TeknikKimia"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2482"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2484,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2482\/revisions\/2484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/tkimia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}