News

Kuliah Perdana Soft Skills Teknik Kimia ITS

Rab, 04 Nov 2020
8:41 am
Informasi
Share :
Oleh : Admin-TeknikKimia   |

Departemen Teknik Kimia ITS terus berupaya memberikan bekal kepada mahasiswanya. Tidak hanya bekal hard skills, yang berfokus pada kemampuan menyelesaikan permasalahan keteknikkimiaan, namun juga bekal soft skills, yang menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam bidang non akademik. Mulai tahun 2020 ini, Departemen Teknik Kimia ITS telah bekerjasama dengan alumni Teknik Kimia ITS (AltekimITS) dalam penyusunan kurikulum soft skills bagi mahasiswa Teknik Kimia ITS.

Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa bisa benar-benar mendapatkan materi soft skills yang mudah dipahami sesuai jenjangnya. Kurikulum ini diyakini menjadi kurikulum soft skills pertama yang ada di ITS. Kurikulum telah dikonsep sejak Bulan September 2020 berdasarkan analisa kondisi aktual mahasiswa dan alumni dimana sebagian isi kurikulum mengadopsi pada kebutuhan soft skills di perusahaan nasional maupun multinasional. Dengan kurikulum seperti ini, maka mahasiswa dan alumni Teknik Kimia ITS mendatang akan lebih matang dan siap dalam menyongsong masa depan dan berkontribusi kepada bangsa dan negara.

Kuliah perdana soft skills yang khususnya ditujukan kepada mahasiswa baru Teknik Kimia ITS (Angkatan 2020) yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 pada pukul 09:00 hingga 11:00 WIB secara daring melalui aplikasi Zoom. Dalam sambutannya, Kepala Departemen Teknik Kimia ITS, Dr. Widiyastuti mengucapkan syukur atas tersusunnya kurikulum soft skills dan terlaksananya kuliah perdana ini. Semua mahasiswa baru sebanyak 154 mahasiswa mengikuti acara ini. Selain itu, angkatan lain dan alumni yang juga turut hadir. Pemateri pada kuliah soft skills perdana adalah Bapak Ir. Dwi Satriyo Annurogo, MT, alumnus Teknik Kimia ITS (K25) yang sekarang menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik. Sedangkan acara dipandu oleh moderator, Bapak Ir. Aziz Agasi, alumnus Teknik Kimia ITS (K21), yang juga sebagai Praktisi Human Resource (HR) dan Tim Penyusun silabus soft skills Teknik Kimia ITS. Tema yang diangkat adalah “Why am I Here? Membangun Daya Pikir Kritis dan Holistik”. Tema ini sangat terkait dengan kondisi sasaran utama, yaitu mahasiswa baru dimana mereka baru memasuki jenjang perguruan tinggi. Bapak Ir. Dwi Satriyo yang biasa disapa Cak Dwi ini menekankan pentingnya mengenali diri sendiri sejak awal tahun perkuliahan. Selain itu, berpikir kritis dan holistik juga perlu dibangun sejak mahasiswa sedini mungkin. Cak Dwi menyampaikan, kemampuan itu sangat diperlukan untuk menjalani dunia kerja. Beliau memberikan contoh saat beliau berkarir mulai dari level bawah hingga sekarang menjadi Direktur Utama PT Petrokimia Gresik. Kecermelangan karir beliau tidak lepas dari pengalaman kemahasiswaan yang dulu digeluti pada saat menjadi mahasiswa. “Kebetulan sebenarnya adalah bertemunya persiapan dengan kesempatan”, demikian ucap beliau. Persiapan mahasiswa dalam mempelajari hard skills dan soft skills sejak dini perlu dilakukan, sehingga suatu saat ketika lulus dari ITS, maka mereka akan siap bertemu dengan kesempatan, yaitu salah satunya rekrutmen pegawai perusahaan tertentu. Kegagalan adalah suatu hal yang wajar, namun pada kegagalan tersebut terdapat lesson learned yang berharga bagi seseorang.

Lanjut Cak Dwi, mahasiswa perlu menjadi orang baik, menjadi pribadi unggul dan menjadi history maker. Hal ini penting mengingat dalam lingkungan pekerjaan, kita perlu bekerja secara baik, yang tidak sekedar mencapai target, namun melampau target. Kreativitas juga aspek penting yang dikembangkan dalam diri seorang mahasiswa. Cak Dwi menjelaskan, dalam dunia kerja bahwa kreativitas itu tidak memandang struktur dan jabatan, namun selama kreativitas tersebut baik dan dapat diimplementasikan, maka hal itu bisa menambah capaian kerja individu maupun perusahaan. Beliau menberikan contoh berupa terimplementasikannya aplikasi teknologi informasi (IT) pada PTPN dan PT Petrokimia Gresik, dimana beliau sebagai salah satu inisiator utamanya. Juga teraplikasinya inovasi teknologi proses pada unit NPK Phonska di PT Petrokimia Gresik yang juga telah mendapatkan paten dan penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), meskipun beliau saat itu masih menduduki jabatan level menengah. Di era sekarang ini, Cak Dwi mendorong mahasiwa untuk segera melalukan perubahan. “Menghadapi perubahan hanya ada 2 pilihan, pilihan pertama adalah berubah yang timbul dari dorongan diri sendiri, sedangkan pilihan kedua adalah berubah melalui dorongan dari luar”, imbuh beliau. Berubah karena dorongan diri sendiri tentunya akan lebih baik daripada berubah karena dorongan dari luar.

Mahasiswa baru mengikuti acara dengan antusias. Mahasiswa juga memberikan kesan yang baik dari terselenggarakannya kuliah soft skills ini. Kuliah soft skills bagi mahasiswa baru akan dilanjutkan pada 14 November 2020 dengan tema Tanggung Jawab dan Amanah.  (ANS)

Latest News

  • Bangkitkan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa Melalui Kuliah Soft Skill “Why I Am Here? Building Entepreneurship”

    “Siapa bilang Entrepreneurship cuma milik pengusaha? Entrepreneurship bukanlah profesi apalagi cuma sekedar status. Entrepreneurship adalah cara memandang hidup, pola

    15 Des 2020
  • Mewujudkan Pembuatan Nata dengan Bahan Dasar Legen di Gresik

    Legen merupakan minuman tradisional dari Gresik Jawa Timur. Legen banyak ditemukan di sekitar wilayah Hendrosari Gresik. Minuman legendaris ini terbuat

    19 Nov 2020
  • Kuliah Soft Skills bertema Why am I Here? Tanggung Jawab dan Amanah di Departemen Teknik Kimia ITS

    Sebagai rangkaian kuliah soft skills Departemen Teknik Kimia ITS, pada Sabtu, 14 November 2020 telah dilaksanakan kuliah soft skills

    18 Nov 2020