Gelombang Laut

Oleh : Wimala L. Dhanista, ST., MT*

Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang

 

Gambar 1

Gelombang dipengaruhi oleh banyak faktor :

 

KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS GELOMBANG LAUT

  1. Berdasarkan sifatnya, ada dua macam gelombang laut, yaitu : Gelombang Laut Pembangun/Pembentuk Pantai (Constructive Wave), merupakan gelombang yang ketinggiannya kecil kecepatannya rendah, dan saat gelombang tersebut pecah di pantai akan mengangkut sedimen (material pantai). Gelombang Laut Perusak Pantai (Destructive wave), merupakan gelombang laut dengan ketinggian dan kecepatan rambat yang besar, dan ketika gelombang ini menghantam pantai akan ada banyak volume air yang terkumpul dan mengangkut material pantai ke tengah laut.
Gambar 2
  1. Berdasarkan ukuran dan penyebabnya Gelombang kapiler (capillary wave), gelombang kapiler ini adalah gelombang yang biasa kita sebut dengan riak, gelombang kapiler memiliki panjang gelombang sekitar 1,7 meter, periode kurang dari 0,2 detik dan disebabkan karena tegangan permukaan dan tiupan angin yang tidak terlalu kuat. Gelombang angin (seas/wind wave), merupakan gelombang dengan panjang gelombang mencapai 130 meter, periode 0,2-0,9 detik, dan disebabkan oleh

 

MANFAAT GELOMBANG LAUT

 

KECELAKAAN KAPAL

Kelalaian manusia atau human error menjadi penyebab utama kecelakaan kapal di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, P Dwikora Simanjuntak MM. Ia merujuk simpulan itu pada penelitian mengenai Kajian Kapal di Indonesia yang  dilakukan oleh Capt Rudiana Muchlis MM, Capt Dian Wahdiana MM, dan Sugeng Supriyono S Psi yang berfokus pada studi kasus kecelakaan kapal di Indonesia periode 2006-2008.  Berdasarkan data terhadap 104 kecelakaan kapal yang diputuskan oleh Mahkamah Pelayaran, diperoleh hasil sebanyak 50 kasus (48,08 persen) disebabkan oleh manusia, 32 kasus (30,77 persen) karena faktor alam dan 22 kasus (21,15 persen) karena faktor teknis seperti pada grafik 1. di bawah ini (Simanjuntak, 2016).

Grafik 1. Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Transportasi Laut
                            Sumber : Simanjuntak, 2016

 

Gambar 3.

 

1. Faktor manusia

Faktor manusia merupakan factor yang paling besar yang antara lain meliputi:

 

Aturan international keselamatan pelayaran untuk mengendalikan keselamatan pelayaran secara internasional diatur dengan ketentuan-ketentuan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS), 1974. sebagaimana telah disempurnakan:

2. Faktor teknis

Faktor teknis biasanya terkait dengan kekurang cermatan di dalam desain kapal, penelantaran perawatan kapal sehingga mengakibatkan kerusakan kapal atau bagian-bagian kapal yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan.

3. Faktor alam

Faktur cuaca buruk merupakan permasalahan yang seringkali dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut. Permasalahan yang biasanya dialami adalah badai, gelombang yang tinggi yang dipengaruhi oleh musim/badai, arus yang besar, kabut yang mengakibatkan jarak pandang yang terbatas.

 

Gambar 4.

 

PENANGANAN BENCANA GELOMBANG PASANG

  1. Mengantisipasi masyarakat dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat dari data hasil prakiraan cuaca melalui Radio atau alat komunikasi dan penyampaian informasi lainnya.
  2. Bagi para pelayar, hindari daerah yang sedang mengalami cuaca buruk atau jangan dulu berlayar saat cuaca laut sedang ekstream.
  3. Mempersiapkan tempat pengungsiaan apabila terjadi gelombang pasang di pesisir pantai
  4. Membuat infrastruktur pemecah ombak untuk mengurangi energi gelombang yang datang terutama di daerah pantai yang bergelombang besar.
  5. Tetap tenang jika terjadi gelombang pasang di tengah laut maupun di pinggir

PENYELAMATAN DIRI SAAT TERJADI GELOMBANG PASANG

 

*)Staff Pengajar Departemen Teknik Kelautan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *