Sorry, no posts matched your criteria.
Pada topik ini, kita akan membahas bagaimana peran sistem manufaktur tidak hanya terbatas pada proses produksi di dalam pabrik, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam pengembangan ekosistem industri, khususnya melalui pemberdayaan UMKM. Kalian tahu tidak bahwasanya di era global saat ini, daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga oleh kemampuan untuk menembus pasar internasional. Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan SILF 2026 atau Surabaya Industrial and Labour Festival 2026, sebuah program kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan Export Center Surabaya dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya.
Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan, dimulai pada 6 Maret 2026 hingga 9 April 2026, dengan melibatkan 17 asisten Laboratorium Manufacturing Systems serta didampingi oleh dosen konsultan, yaitu Prof. Ir. Maria Anityasari, S.T., M.E., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Atikah Aghdhi Pratiwi, S.T., M.T., dan Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., M.B.A. Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengintegrasikan keilmuan dari mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Kualitas serta Manajemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan tidak hanya berjalan secara operasional, tetapi juga terstruktur secara sistematis dengan standar kualitas yang terjaga.
Dalam implementasinya, tim ITS menghadapi tantangan utama berupa bagaimana meningkatkan kelas UMKM agar mampu bersaing di pasar global. SILF 2026 menjadi salah satu event business matching terbesar di Indonesia yang menghadirkan buyer dari enam negara, sehingga menuntut kesiapan UMKM dalam hal kualitas produk, komunikasi, hingga strategi pemasaran internasional. Tantangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar global.
Menjawab tantangan tersebut, tim ITS memberikan solusi komprehensif berbasis pendekatan sistem. Peran yang dijalankan meliputi memastikan kelancaran operasional acara, menjadi translator dalam proses business matching, serta memberikan coaching kepada UMKM agar mampu meningkatkan daya tarik produknya di mata buyer internasional. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang awarding untuk menanamkan nilai competitiveness serta memberikan apresiasi kepada UMKM unggulan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan event, tetapi juga pada pengembangan kapabilitas jangka panjang bagi para pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, manfaat yang dihasilkan sangat signifikan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Surabaya. UMKM mendapatkan kesempatan untuk naik kelas melalui akses ekspor, sekaligus meningkatkan citra produk Indonesia di pasar global. Di sisi lain, proyek ini juga memperkuat peran Export Center Surabaya dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih dari itu, keterlibatan Laboratorium Manufacturing Systems dalam SILF 2026 menjadi bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi strategis dalam pembangunan industri nasional.