News

Kolaborasi ITS dan Pemkot Surabaya dalam RenAksi 2026: Transformasi Indikator Kinerja Berbasis Outcome

Jum, 24 Apr 2026
9:49 am
Proyek dan Mitra

Sorry, no posts matched your criteria.

Share :
Oleh : bagus.n@its.ac.id   |

Pada topik ini, kita akan membahas salah satu kontribusi nyata Laboratorium Sistem Manufaktur dalam mendukung tata kelola pemerintahan melalui program strategis bertajuk RenAksi 2026 atau Rencana Aksi Tematik 2026 Pemerintah Kota Surabaya. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan Pemerintah Kota Surabaya, tanpa keterlibatan institusi pendidikan lain. Dalam pelaksanaannya, proyek ini didampingi oleh konsultan akademik, yaitu Prof. Ir. Maria Anityasari, S.T., M.E., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., serta didukung oleh dua asisten laboratorium. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan dan mengintegrasikan berbagai keilmuan dari Laboratorium Manufacturing Systems, khususnya Sistem Industri Berkelanjutan, serta mata kuliah departemen seperti Manajemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia dan Manajemen Proyek.

Dalam implementasinya, tim ITS menghadapi tantangan struktural yang cukup kompleks, terutama dalam penyelarasan indikator kinerja Pemerintah Kota Surabaya dengan standar Reformasi Birokrasi (RB) Tematik terbaru. Sebagian besar indikator yang ada masih bersifat output-oriented, yaitu hanya berfokus pada jumlah kegiatan tanpa mampu merepresentasikan dampak nyata di masyarakat. Selain itu, terdapat ribuan data Tujuan, Sasaran, Program, dan Kegiatan (TSPK) yang belum terkodifikasi secara sistematis sesuai dengan Surat Edaran Kemenpan RB No. 6 Tahun 2025. Kondisi ini menyebabkan potensi tumpang tindih program serta menyulitkan proses monitoring dan evaluasi secara terintegrasi.

Menjawab tantangan tersebut, tim ITS merancang solusi berbasis pendekatan sistem melalui delapan tahapan strategis. Tahapan ini diawali dengan penyusunan kodifikasi tema rencana aksi yang mengacu pada regulasi terbaru, dilanjutkan dengan pemetaan dan analisis mendalam terhadap struktur TSPK untuk memastikan keselarasan dengan agenda nasional. Selanjutnya, dilakukan kategorisasi capaian ke dalam tiga level utama, yaitu output, outcome, dan impact, yang menjadi dasar transformasi indikator kinerja dari sekadar output menjadi outcome-oriented. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Untuk memastikan keberlanjutan implementasi, solusi ini juga mengintegrasikan siklus manajemen PDCA (Plan, Do, Check, Action) dalam pemetaan TSPK, serta mengadopsi pendekatan Pentahelix dalam analisis pemangku kepentingan. Selain itu, dilakukan analisis komprehensif terhadap kebutuhan aspek pelaksanaan, mulai dari perencanaan strategis, desain proses bisnis, kesiapan sumber daya manusia, hingga dukungan teknologi informasi. Seluruh rangkaian ini ditutup dengan proses kompilasi dan desk review yang sistematis guna menghasilkan rencana aksi tematik yang terstruktur, terukur, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan publik.

Melalui proyek ini, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Dengan pendekatan berbasis outcome, kebijakan publik menjadi lebih tepat sasaran, sehingga anggaran daerah dapat dialokasikan secara efektif untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan memperluas akses pendidikan. Dalam jangka panjang, proyek ini mendorong terciptanya birokrasi yang transparan, efisien, dan akuntabel. Lebih dari itu, keterlibatan Laboratorium Manufacturing Systems dalam proyek ini menjadi bukti konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi nyata terhadap pembangunan sistem pemerintahan yang lebih baik.

Latest News

Sorry, no posts matched your criteria.