Tentang
Tim FURAB ITS dari Departemen Teknik Elektro ITS berhasil meraih Juara 1 pada kompetisi IEEEBIG 2026 melalui inovasi sistem klasifikasi gangguan kelistrikan berbasis kecerdasan buatan untuk sistem proteksi skala besar.

Surabaya, FT-EIC ITS – Tim FURAB ITS yang beranggotakan mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih gelar Juara 1 dalam kompetisi IEEEBIG (IEEE Big Competition) yang diselenggarakan oleh organisasi IEEE ITS. Kompetisi ini berlangsung sejak April hingga Mei 2026, dengan babak final yang digelar pada 10 Mei 2026, mengangkat tema besar Advances in Electrical Engineering For Effective Renewable and Clean Energy Integration.
Tim FURAB ITS beranggotakan tiga mahasiswa lintas angkatan, yaitu Hafidz Mirza Prambudi dari Teknik Elektro angkatan 2024, Dionisius Davis dari Teknik Elektro angkatan 2023, serta I Made Arya Sanjaya dari Teknik Elektro angkatan 2024. Ketiganya tergabung dalam laboratorium penelitian yang sama di lingkungan Departemen Teknik Elektro ITS, sehingga memiliki kesamaan minat riset yang menjadi landasan awal terbentuknya kolaborasi tim.
Gagasan untuk mengikuti kompetisi ini pertama kali dicetuskan oleh Davis, yang tertarik dengan perkembangan teknologi di bidang elektro pada era kecerdasan buatan. Ketertarikan tersebut kemudian disambut oleh Mirza dan Arya, mengingat kesamaan bidang keilmuan yang mereka tekuni di Teknik Elektro. Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga dilandasi oleh keinginan tim untuk memperluas wawasan mengenai penerapan kecerdasan buatan dalam bidang ketenagalistrikan, khususnya pada aspek-aspek yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.
Dalam proses persiapannya, tim melakukan kajian dan riset mandiri secara intensif guna mempelajari sejumlah konsep baru yang sebelumnya belum pernah mereka dalami, termasuk di antaranya integrasi kecerdasan buatan ke dalam perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik. Proses pembelajaran ini turut didukung oleh lingkungan laboratorium yang sama, sehingga memperkuat semangat kolaborasi dan konsistensi tim dalam mengembangkan gagasan hingga matang untuk dikompetisikan.
Selama proses persiapan, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam perancangan sistem serta penggunaan bahasa Inggris pada sesi presentasi. Guna mengatasi kendala tersebut, tim secara rutin mengadakan pertemuan intensif untuk menyamakan pemahaman konsep serta melakukan simulasi presentasi secara berkala. Melalui pendekatan tersebut, tantangan yang semula dirasa berat berangsur dapat diatasi melalui kerja sama dan koordinasi yang solid antaranggota tim.
Kredibilitas penyelenggara turut menjadi salah satu faktor yang memperkuat motivasi tim untuk berpartisipasi secara maksimal dalam kompetisi ini. Sebagai organisasi internasional yang telah dikenal luas di bidang kelistrikan dan elektronika, IEEE dinilai menyelenggarakan kompetisi dengan prosedur yang terstruktur serta menjunjung tinggi integritas, termasuk dalam penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar resmi. Berbagai tantangan yang dihadapi tim pada babak-babak sebelumnya turut mendorong semangat mereka untuk memperdalam riset, memperluas rasa ingin tahu, serta saling menguatkan motivasi hingga mampu melangkah ke babak final.
Inovasi yang dikembangkan tim FURAB ITS berfokus pada otomatisasi sistem kelistrikan, khususnya pada sistem proteksi berskala besar seperti gardu induk dan pembangkit listrik. Sistem yang dirancang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengklasifikasikan jenis gangguan kelistrikan yang terjadi, sehingga dapat menentukan secara akurat gangguan mana yang memerlukan tindakan trip dan mana yang tidak. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat meminimalkan terjadinya trip yang tidak diperlukan akibat gangguan berskala kecil yang secara teknis tidak seharusnya memicu pemadaman, sehingga aktivitas masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik dapat berjalan tanpa gangguan yang berarti.
Pencapaian ini datang di luar perkiraan awal tim. Mirza mengungkapkan bahwa sebelum pengumuman hasil, tim sempat memperkirakan hanya akan meraih posisi Juara 2, Juara 3, atau kategori favorit, mengingat terdapat tim dari universitas lain yang turut menghadirkan purwarupa (prototype) sebagai bagian dari presentasi mereka, sehingga secara langsung dapat mendemonstrasikan hasil inovasinya di hadapan dewan juri. Meski demikian, hasil akhir kompetisi menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi tim membuahkan hasil yang lebih baik dari perkiraan awal.
Pencapaian tim FURAB ITS dalam ajang IEEEBIG 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas angkatan, ketekunan dalam melakukan riset, serta semangat saling menguatkan antaranggota tim mampu menghasilkan inovasi yang berkontribusi nyata bagi perkembangan dunia kelistrikan. Prestasi ini turut menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknik Elektro ITS lainnya untuk terus mengeksplorasi penerapan teknologi.