Program Sarjana S1 Teknologi Kedokteran

Sarjana S1 Teknologi Kedokteran

Pendirian prodi Teknologi Kedokteran adalah mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) yang memiliki Visi: “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong”, serta Renstra Kementerian Pendidikan Nasional (2020-2024) terutama dalam aspek arah kebijakan dan strategi, tertuang rumusan bahwa secara nasional, Indonesia harus memiliki kemandirian dalam pengembangan teknologi. Lebih lanjut, dari 9 poin strategi utama dalam Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045, penguasaan teknologi terutama dalam bidang-bidang strategis seperti kesehatan dan obat adalah salah satu program fokus pemerintah.

Lebih lanjut, jika kita merujuk kepada Renstra ITS (2021-2025), ITS pun sudah melakukan sinergi terhadap isu-isu pembangunan nasional di dalam rencana jangka panjangnya. Di dalam Renstra ITS secara jelas ITS menuliskan niatnya untuk berkontribusi secara nasional dalam berbagai pengembangan ilmu dan teknologi. Bidang-bidang strategis seperti renewable energy, ketahanan pangan, dan kesehatan sudah merupakan fokus utama yang dijadikan sebagai agenda berbagai pengembangan Iptek yang dijalankan ITS. Berbagai inovasi dan pengembangan teknologi yang dimotori oleh ITS terutama dalam bidang kesehatan dan kedokteran sudah mulai banyak dikenal dan digunakan masyarakat Indonesia secara luas. Mulai dari Robot Raisa, Robot Violetta, Oxigen Concentrator, Electronic Nose, robot perawat, smart chamber dan berbagai inovasi lainnya. Berbagai fakta diatas sudah menunjukkan sinergi ITS dengan salah satu isu strategis yang dijalankan di dalam RPJMN (2020-2024) yaitu program pembangunan kesehatan nasional, dimana pemerintah melalui berbagai program kerja berkeinginan untuk meningkatkan layanan kesehatan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat secara luas melalui program kemandirian nasional dalam bidang teknologi kesehatan. Inovasi yang sudah ditunjukkan oleh ITS, sudah merupakan point positif, namun secara nasional, industri teknologi kesehatan masih di tahap sangat awal.

Industri teknologi kedokteran nasional, jika merujuk kepada laporan Kementerian Kesehatan RI di dalam Renstra tahun 2020-2024 menyatakan bahwa 91,5% alkes (alat kesehatan) yang beredar di Indonesia adalah produk impor, sehingga masih menjadi tantangan untuk terwujudnya kemandirian alkes/ teknologi kedokteran dalam negeri. Teknologi atau alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri sampai saat ini masih didominasi oleh produk-produk teknologi rendah sampai menengah. Indonesia masih belum mampu membuat alkes teknologi tinggi. Sementara jika melihat potensi besarnya volume industri teknologi kesehatan dan kedokteran secara global, nilai kapital pasarnya sangat besar. Di Indonesia sendiri, dalam satu tahun dilaporkan belanja import dalam bentuk teknologi kesehatan atau kedokteran bisa mencapai Triliunan rupiah (2.292 juta dollar).

Prodi Teknologi Kedokteran yang disahkan oleh Senat Akademik ITS pada tanggal 9 Juni 2022 adalah prodi yang bersifat multidisiplin. Prodi ini secara dasar akan memerlukan kombinasi antara disiplin ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu alam dan ilmu desain. Profil lulusan prodi adalah menjadi insinyur (engineer), peneliti (researcher), desainer, inovator, entrepreneur dan konsultan dalam bidang teknologi kedokteran.

Cakupan Disiplin Ilmu Prodi Teknologi Kedokteran

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

No.Deskripsi Profil Lulusan (Ketrampilan Khusus Lulusan)
1Mampu melakukan desain dan rekomendasi system untuk menyelesaikan permasalahan klinis yang sudah diidentifikasi oleh dokter melalui pendekatan pengembangan dan inovasi teknologi kedokteran secara efektif dan ekonomis.
2Mampu memanfaatkan metode, teknik dan instrumen rekayasa modern, system informasi untuk menganalisis permasalahan klinis dan mengevaluasi hasilnya dalam batasan yang ada.
3Mampu merancang dan mengembangkan inovasi teknologi kedokteran berbasis diagnostic, treatment dan rehabilitasi dengan pendekatan analitis dan mempertimbangkan standar teknis, aspek kinerja, keandalan, kemudahan penerapan, keberlanjutan, serta mempertimbangkan factor-faktor ekonomi, kesehatan dan keselamatan public, kultural, sosial dan lingkungan.

Ilmu kedokteran dasar akan menjadi landasan dalam setiap inovasi dan pengembangan yang akan dihasilkan lulusan prodi dengan menggunakan bekal kompetensi selanjutnya yaitu ilmu rekayasa, ilmu desain dan ilmu alam.

Profil Lulusan Program Studi

No.Profil LulusanDeskripsi Profil Lulusan
1Engineer dalam bidang Teknologi KedokteranMenerapkan ilmu kedokteran dasar dan ilmu rekayasa untuk menganalisa, merancang dan menemukan solusi dalam bentuk teknologi baru/ pendekatan baru yang bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas dan layanan praktek kedokteran nasional
2Researcher dalam bidang Teknologi KedokteranMengkaji berbagai permasalahan dalam praktek kedokteran nasional melalui pengembangan pengetahuan dan teknik baru sebagai solusi di bidang teknologi kedokteran dengan memanfaatkan ilmu kedokteran dasar, ilmu alam, ilmu rekayasan dan ilmu desain.
3Innovator Teknologi KedokteranMengembangkan inovasi baru dalam bidang teknologi kedokteran berdasarkan masalah nyata dalam praktek kedokteran nasional baik dalam bentuk system, perangkat maupun metode baru
4Designer Teknologi KedokteranMenemukan solusi dalam bentuk desain teknologi untuk memecahkan berbagai masalah dalam praktek kedokteran secara ekonomis dan efisien

Desain Kuriulum

Prodi Teknologi Kedokteran adalah prodi multidisiplin dalam level sarjana. Multidisiplin artinya bahwa Body of Knowledge (BOK) prodi terdiri atas 4 bidang ilmu, yaitu ilmu kedokteran dasar, ilmu rekayasa, ilmu alam, dan ilmu desain. Pertimbangan paling mendasar dalam desain kurikulum prodi adalah bagaimana menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas inovasi dalam bidang teknologi kedokteran melalui 3 bidang ilmu yang menjadi peminatan mahasiswa, yaitu ilmu rekayasa, ilmu alam dan ilmu desain.

Dengan mengacu pada dasar pemikiran tersebut, maka desain kurikulum prodi Teknologi Kedokteran akan mengadopsi ke 4 bidang ilmu tersebut. Dalam mata kuliah dengan konten kedokteran, desain mata kuliah disusun dengan kualitas dan kuantitas yang tersendiri, dan tidak sama dengan desain materi yang diberikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran pada umumnya. Hal ini dikarenakan memang tujuan pembelajaran prodi Teknologi Kedokteran berbeda secara signifikan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa Fakultas Kedokteran. Cakupan materi kuliah akan mencakup semua pokok bahasan dalam ilmu kedokteran dasar, namun secara kedalaman akan disesuaikan dengan target profil lulusan yaitu inovator, peneliti atau engineer dalam bidang teknologi kedokteran. Secara desain kurikulum akan ada pembatasan bahan kajian apa saja yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum prodi Teknologi Kedokteran. Konsep berfikir yang sama juga akan dijalankan pada kompetensi dasar lainnya, yaitu ilmu rekayasa, ilmu alam dan ilmu desain. Desain kurikulum secara garis besar akan mempertimbangkan beberapa aspek yaitu:

  1. Visi ke depan pengembangan prodi
  2. Modal SDM prodi
  3. Modal sarana dan prasaran laboratorium
  4. Masukan dari stakeholder

Visi ke depan pengembangan prodi adalah pertimbangan prodi yang paling utama dalam menyusun rencana kurikulum. Visi ke depan pengembangan prodi adalah sesuai dengan tujuan utama didirikannya prodi, yang mencakup target jangka panjang prodi yaitu menumbuhkan industri teknologi kedokteran nasional yang selama ini dikuasai import. Target pendidikan yang dijalankan prodi adalah menghasilkan engineer, inovator, dan desainer teknologi kedokteran yang memberikan solusi nyata, implementatif dan solutif kepada praktek kedokteran nasional dan bertumbuh menjadi industri nasional yang kuat. Dari rintisan ini diharapkan akan bermunculan berbagai inovasi anak negeri yang membantu pengembangan teknologi kedokteran nasional secara kuat dan mandiri.

Modal SDM adalah kekuatan nyata prodi dalam menjalankan berbagai program Tridharma, mulai dari pendidikan, penelitian dan juga pengabdian masyarakat. SDM dosen prodi saat ini terdiri atas beberapa dosen dengan minat dan kompetensi yang berbeda-beda namun saling menguatkan dan mendukung untuk menuju kepada cita-cita jangka panjang prodi.

Bidang Kompetensi Dosen

No.Kompetensi DosenSub-spesifik
1Engineering / ilmu rekayasaPengolahan Sinyal Biomedik dan Neurologi studies
2Engineering / ilmu rekayasaHealth Informatics
3Engineering / ilmu rekayasaBedah Orthopedic and implant
4Engineering / ilmu rekayasaTHT dan Audiologi
5Ilmu Kedokteran DasarIlmu Kedokteran
6Ilmu AlamBiokimia dan Biosensor

Blok Diagram Kurikulum Teknologi Kedokteran

Mata Kuliah Teknologi Kedokteran