Membangun kolaborasi dan jaringan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

 

Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah pertemuan dekan-dekan sains se-Asia yang ke-5 atau The Asian Science Deans Summit (ASDS) pada Rabu (10/07) di Hotel Santika Premiere Malang. Pertemuan ASDS sebelumnya pernah diselenggarakan di Korea, Malaysia, Indonesia, dan Thailand. ASDS ke-5 yang diikuti oleh 61 orang dekan sains se-Asia tersebut mengangkat tema “Penguatan Mobilitas dan Kerjasama terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat” atau “Reinforce Mobility and Networking Activity on Teaching, Research and Community Services”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan dan menyediakan platform untuk jaringan dan kolaborasi antara fakultas sains di negara-negara anggota ASDS. Melalui diskusi dan pertukaran pengetahuan, pengalaman dan wawasan, maka anggota ASDS dapat bersama-sama meningkatkan standar pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, untuk kepentingan dunia, khususnya Asia.

“Tujuan Pertemuan ini adalah untuk membangun kolaborasi dan jaringan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sekaligus mendukung revolusi industri 4.0 untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. Hadi Suwono selaku Dekan FMIPA UM sekaligus penanggung jawab pelaksanaan kegiatan ASDS ini.

ASDS dilaksanakan selama tiga hari (09-11/07) dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut : Pleno terkait beberapa topik penting yaitu 1) Akreditasi International, Penguatan Kerjasama dan Kolaborasi, Pengabdian kepada Masyarakat dan Peningkatan Kegiatan Pertukaran Mahasiswa, 2) Penandatanganan MoU diantara fakultas Sains, dan 3) Diskusi kelompok. Selain itu juga terdapat kegiatan tour wisata dan budaya Kota Malang diantaranya Gunung Bromo dan Museum Angkot yang bertujuan untuk mempromosikan Jawa Timur khususnya Kota Malang dan sekitarnya.

“Saya percaya kita bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan sains masa kini dan meningkatkan standard pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat Asia,” ucap Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’udin saat sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut.