Kawasan Sains Teknologi
Terbit pada
Rabu, 14 Oktober 2026

Malang, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mempercepat langkah hilirisasi riset terkait mitigasi perubahan iklim. Kali ini, tim peneliti ITS melakukan audiensi resmi dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jawa Timur di Malang, 24 Agustus lalu. Pertemuan ini membahas implementasi platform Akselerasi Dekarbonisasi Pertanian Padi (ADIPA).
Ketua Tim Peneliti ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD memaparkan bahwa sektor pertanian komoditas padi rupanya menyumbang emisi gas rumah kaca yang masif. Jejak karbon dari lahan sawah di Jawa Timur mencapai 1,2 hingga 1,68 juta ton karbon dioksida ekuivalen. “Dibutuhkan solusi teknologi agar ketahanan pangan dan dekarbonisasi dapat berjalan beriringan,” terang akademisi kelahiran Sumenep tersebut.

Tidak hanya berfokus pada metode pengeringan berkala, model ADIPA turut menyimulasikan berbagai skenario mitigasi lainnya. Skenario tersebut mencakup pengelolaan limbah jerami tanpa bakar atau zero burning serta manajemen nutrisi presisi menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Selain itu, platform ini turut memperhitungkan variabel penggunaan varietas padi rendah emisi secara presisi.
Secara teknis, dashboard interaktif ADIPA menyajikan pemetaan sebaran emisi spasial yang dilengkapi dengan sistem peringatan dini. Fasilitas pintar ini dirancang mumpuni untuk mendeteksi anomali lingkungan seperti lonjakan gas metana di suatu kawasan. Guna menjamin keakuratan simulasi, model dinamis tersebut telah divalidasi ketat dengan tingkat kesalahan di bawah 5 persen.

Audiensi tersebut memantapkan peran BRMP Jawa Timur sebagai mitra verifikasi model dan penguji coba lapangan. Keberlanjutan platform ADIPA akan dikelola lewat skema tata kelola kolaboratif antara akademisi dan instansi pemerintah daerah. Hal ini menjamin sistem tetap relevan dan andal setelah masa pendanaan riset berakhir.

Reporter: Dicka Elkana Putra
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi