Kawasan Sains Teknologi
Terbit pada
Selasa, 6 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Tren mobil listrik di tengah kemajuan teknologi otomotif saat ini menjadi fenomena yang tak terelakkan, sebab menawarkan keunggulannya yang ramah lingkungan serta biaya operasional dan perawatan yang lebih murah. Menariknya, bahkan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, sudah ada jenis mobil listrik tanpa pengemudi atau otonom, yakni robotaxi.
Perkembangan autonomous system tersebut turut dikembangkan oleh dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT bersama tim. Rudy melihat tren global terkait kendaraan dengan kemudi otonom akan menjadi kebutuhan masyarakat dunia di masa depan.
Rudy mengungkapkan bahwa saat ini fitur otonom telah banyak tersedia pada merek mobil kelas atas seperti Tesla dan BMW. Sedangkan pada mobil kelas mid-low, hanya sebatas pada fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Ia memilih melakukan pengembangan pada salah satu jenis mobil listrik yang sudah beredar di Indonesia. “Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya,” terang Rudy.

Melalui sisi teknisnya, sistem otonom yang Rudy terapkan pada mobil listrik ini mengusung konsep modular dengan menambahkan berbagai sensor canggih lainnya. Mulai dari teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang merupakan sensor laser untuk mengukur jarak, serta Global Positioning System (GPS) atau peta. Kombinasi tersebut membantu kendaraan dalam membaca kondisi lingkungan secara komprehensif. “Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri,” paparnya.
Lebih lanjut, sistem cerdas navigasi juga dikembangkan Rudy sehingga mobil mampu menentukan titik tujuan dan jalur perjalanan secara otomatis. Mobil dapat menyesuaikan rute berdasarkan kondisi yang dihadapi di jalanan. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat industri otomotif dan teknologi.

Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan seperti manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Tak hanya untuk mobil, sistem ini juga direncanakan untuk diterapkan pada sektor lain seperti pertanian dan industri. “Kami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas,” tutupnya.
Inovasi ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi sistem kendali otonom pada kendaraan. (HUMAS ITS)
Reporter: Syifa Rahmadina