DIKST

Directorate of Innovation and Science Techno Park
06 Februari 2026, 07:02

Tujuh Tim Peneliti ITS Perkuat Inovasi Berbasis Teknologi

Oleh : adminstp | | Source : -

Surabaya, ITS News —
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya dalam mendorong riset berdampak bagi pembangunan nasional. Sebanyak tujuh tim peneliti ITS dinyatakan lolos Program Hiliriset Prioritas – Skema Dorongan Teknologi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pengumuman capaian tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis (6/2/2026).

Program Hiliriset Prioritas merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi inovasi hasil penelitian nasional menuju penguatan industri berbasis teknologi. Melalui skema ini, perguruan tinggi didorong agar hasil riset tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi mampu berlanjut hingga tahap implementasi dan komersialisasi.

Dalam pelaksanaannya, program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara riset dan komersialisasi dengan memberikan dukungan kepada perguruan tinggi dalam penyusunan Pra-Studi Kelayakan (Pre-Feasibility Study/Pre-FS) yang sistematis, komprehensif, dan sesuai dengan standar evaluasi nasional. Tahap ini menjadi fondasi penting dalam menilai kesiapan teknologi, potensi pasar, serta arah pengembangan inovasi menuju skala industri.

Lebih jauh, Skema Dorongan Teknologi juga berupaya mengatasi fenomena lembah kematian (valley of death)—fase kritis ketika banyak inovasi hasil riset terhenti karena keterbatasan kesiapan teknologi, model bisnis, maupun dukungan lanjutan. Dengan pendampingan yang terstruktur, inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu melampaui fase tersebut dan berlanjut hingga tahap adopsi industri.

Adapun tujuh judul riset ITS yang berhasil lolos dalam program ini mencerminkan keragaman bidang keilmuan dan relevansi teknologi yang dikembangkan, meliputi:

  • Inovasi Material Beton Polimer Berbahan Binder Sampah PET sebagai Alternatif Pengganti Semen yang Hijau, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan oleh Prof Tavio ST MT PhD.

  • Model Tulang Manusia Berbahan Poliuretan untuk Pembelajaran Operasi Ortopedi oleh Prof Dr Ir Sumarno MEng.

  • Draught Survey oleh Dr-Ing Ir Setyo Nugroho.

  • Pupuk Cair Nano Bio-grafena dan Bio-grafena Probiotik Granular oleh Prof Dr Darminto MSc.

  • Low-Cost GNSS Smart Geo PD ITS oleh Prof Mokhamad Nur Cahyadi ST MSc PhD.

  • Otomasi Sistem Sandblasting dan Painting Berbasis Industri 5.0 untuk Penerapan Green Shipyard oleh Prof Ir Raden Sjarief Widjaja PhD.

  • Perangkat Audiometri Ruang Terbuka (Elbicare) untuk Pengawasan Gangguan Pendengaran pada Pasien Multidrug-Resistance Tuberculosis (MDR-TB) dalam Mendukung Program Nasional Indonesia Sehat oleh Dr Dhany Arifianto ST MEng.

Keberhasilan tujuh tim peneliti ITS ini menunjukkan konsistensi kampus dalam mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri. Ragam inovasi yang dihasilkan mencakup isu lingkungan, kesehatan, pendidikan, maritim, hingga teknologi geospasial, yang berpotensi memberikan dampak luas bagi pembangunan nasional.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, Program Hiliriset Prioritas selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, melalui penguatan kapasitas inovasi dan kesiapan teknologi berbasis riset. Selain itu, upaya menjembatani lembah kematian riset menuju industri juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan ekosistem industri.

Ke depan, keterlibatan aktif peneliti ITS dalam program ini diharapkan mampu memperluas dampak riset unggulan kampus, mempercepat proses hilirisasi inovasi, serta memperkuat kontribusi ITS dalam membangun industri nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis sains.

Redaksi
Yani Supriyati
DIKST News

Berita Terkait