DIKST

Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi
03 Agustus 2026, 04:08

ITS Bekali Peneliti Susun Dokumen Paten Berkualitas

Oleh : adminstp | | Source : -

Surabaya, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Patent Bootcamp: Drafting dan Pendampingan Teknis Dokumen Paten. Kegiatan yang berlangsung di Kampus ITS Surabaya pada 29–30 Juli 2026 ini membekali dosen dan peneliti dengan pengetahuan serta keterampilan menyusun dokumen paten yang berkualitas sebagai langkah strategis melindungi hasil riset sekaligus mempercepat hilirisasi inovasi menuju dunia industri.

Patent Bootcamp menjadi bagian dari upaya ITS untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya Kekayaan Intelektual (KI), khususnya paten, sebagai instrumen pelindungan hukum atas hasil penelitian. Selain memberikan kepastian hukum bagi inventor, paten juga berperan dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi serta membuka peluang agar hasil riset dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dunia industri.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar paten berdasarkan Undang-Undang Paten Republik Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi prinsip first to file, syarat invensi yang dapat dipatenkan, yaitu memiliki unsur kebaruan, langkah inventif, dan dapat diterapkan di industri, hingga jenis invensi yang tidak dapat memperoleh pelindungan paten. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi dosen dan peneliti dalam mengidentifikasi potensi invensi yang layak dipatenkan.

Selain aspek konseptual, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun spesifikasi paten, mulai dari struktur dokumen, teknik penulisan klaim, hingga berbagai kesalahan yang sering menyebabkan permohonan paten ditolak. Materi tersebut menekankan bahwa proses drafting paten bukan sekadar penyusunan dokumen administratif, melainkan strategi hukum yang menentukan luasnya ruang lingkup pelindungan suatu invensi.

Dr Ir Mohammad Zainudin MEng menjelaskan bahwa banyak permohonan paten belum berhasil memperoleh pelindungan karena kelemahan dalam penyusunan dokumen. “Banyak permohonan paten ditolak bukan karena invensinya tidak baik, tetapi karena penyusunan spesifikasi dan klaim yang belum tepat. Drafting paten merupakan bagian penting yang menentukan ruang lingkup pelindungan suatu invensi,” ungkapnya.

Sebagai bekal praktis, peserta juga diajak memahami pentingnya melakukan penelusuran paten (prior art search), menghindari publikasi hasil penelitian sebelum permohonan paten diajukan, serta memanfaatkan layanan pendampingan Sentra KI ITS dalam proses penyusunan hingga pengajuan paten. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permohonan paten sekaligus memperbesar peluang keberhasilannya.

Di sisi lain, kegiatan ini turut mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengelolaan paten di lingkungan perguruan tinggi, seperti rendahnya literasi paten, biaya pendaftaran, hingga lamanya proses pemeriksaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, ITS mendorong penguatan peran Sentra KI melalui pelatihan berkelanjutan, pemberian insentif, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi dan pemangku kepentingan di bidang Kekayaan Intelektual.

Melalui Patent Bootcamp, dosen dan peneliti ITS diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam melindungi hasil penelitiannya sejak tahap awal penelitian. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi aset Kekayaan Intelektual yang memiliki nilai tambah, mendukung indikator kinerja penelitian, serta meningkatkan daya saing institusi.

Lebih jauh, pelindungan paten menjadi salah satu langkah penting untuk menjembatani lembah kematian (valley of death), yaitu fase ketika banyak hasil penelitian belum mampu memasuki tahap komersialisasi. Melalui penyusunan dokumen paten yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi produk, teknologi, maupun startup berbasis riset yang siap dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan ekosistem inovasi dan pelindungan hasil riset. Selain itu, Patent Bootcamp juga berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan potensi komersialisasi inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang Kekayaan Intelektual.

Dengan terselenggaranya Patent Bootcamp, ITS kembali menegaskan komitmennya untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terlindungi secara hukum, siap dihilirisasi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Redaksi: DIKST News

Berita Terkait