Seminar 3 Benua Tentang Ekosistem Kreatif Berbasis AI

Terbit pada

Rabu, 4 November 2026

Gambar: Seminar 3 Benua Tentang Ekosistem Kreatif Berbasis AI di gebung Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Jawa Timur

 

Surabaya, FTEIC ITS – Pada Jumat, 30 Oktober 2026, dilakukan “Seminar 3 Benua Tentang Ekosistem Kreatif Berbasis AI: Jalur Pengembangan Industri dan Prospek Masa Depan” di Gedung Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ir. M.M. Irfan Subakti, S.Kom., M.Sc.Eng., M.Phil., IPM, Dosen Departemen Teknik Informatika FTEIC ITS diminta untuk menjadi salah satu narasumber yang mewakili benua Asia. 

Pada seminar ini, ada berbagai narasumber lain dari 3 benua, yaitu benua Eropa, benua Afrika, dan benua Asia. Untuk narasumber dari benua Asia ada yang berasal dari India, China, dan Indonesia selain Irfan. Untuk narasumber dari Benua Afrika diwakili oleh Zambia dan Benua Eropa diwakili oleh Armenia. Semua pembicara menggunakan bahasa ibu mereka masing-masing dan akan diterjemahkan oleh AI secara langsung di layar saat presentasi. Namun, pada sesi Irfan membawakan materi, Irfan meminta operator untuk tidak mengaktifkan terjemahan otomatis berbasis AI karena ia langsung membawakan materi dalam 3 bahasa (bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia) sekaligus secara berselang-seling. Irfan melakukan ini agar semua yang hadir, baik online maupun offline, paham terhadap keseluruhan presentasi ala stand up comedy milik Irfan. 

Materi yang dibawakan oleh Irfan adalah “AI You Can Actually Use. From Classroom to Creative Career”. Dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia, Irfan mempresentasikan tentang penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ruang kelas hingga ke dunia kerja. 

Seminar ini merupakan puncak dari Lomba WorldSkill, yaitu kegiatan lomba penerapan AI untuk guru-guru SMK Jawa Timur. Pada hari itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan memilih 15 guru SMK terbaik untuk mengikuti pelatihan lanjutan dan kompetisi pembuatan game serta animasi berbasis AI di Shanghai, China.  WorldSkill memilih 50 guru SMK di Jawa Timur bidang DKV dan animasi yang sebelumnya mengikuti pelatihan secara online selama 20 hari bersama Boke Technology. Keberangkatan dan pelatihan intensif ke Shanghai, China dijadwalkan pada Januari 2026. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali guru vokasi agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu untuk memproduksi karya digital bernilai tambah dan mengajarkannya kepada siswa di sekolah.

Sebenarnya dari pihak panitia tidak ada arahan harus menyampaikan materi dalam bahasa tertentu meskipun sponsor terbesarnya merupakan perusahaan AI dari China. Namun, Irfan berinisiatif untuk menggunakan 3 bahasa sekaligus agar suasananya lebih hidup dan membuat orang yang hadir terasa nyaman.  Irfan sendiri memang senang untuk mempelajari bahasa dan budaya adarii negara lain. Walaupun Irfan tidak memahami bahasa Mandarin 100%, namun Irfan memang suka terhadap bahasa dan budaya China. Irfan juga suka mempelajari bahasa dan budaya dari Taiwan, Inggris, Slovakia, dan Rusia. Irfan sendiri pernah tinggal cukup lama di Taiwan sehingga bahasa Mandarinnya dapat dikatakan lancar dan dapat menunjang Irfan untuk melakukan presentasi dalam bahasa Mandarin. 

Untuk mengeratkan kerja sama dan persaudaraan tamu-tamu dari China, Irfan berinisiatif untuk menyanyikan lagu Peng You di hadapan para tamu dari China dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Peng You dalam bahasa Mandarin artinya kawan atau sahabat. Peng You merupakan lagu klasik ikonik berbahasa Mandarin yang bercerita mengenai persahabatan sejati yang tak lekang oleh waktu. Penyanyi dari lagu ini merupakan penyanyi Taiwan kelahiran Hongkong, Wakin Chau (dikenal juga sebagai Emil Chau). Para tamu dari China cukup senang mendengarkan lagu mengenai persahabatan ini. 

Pesan dari Irfan untuk Mahasiswa FTEIC ITS adalah selain hard skill, soft skill terutama skill berbahasa asing sangat berguna untuk menjalin kontak dan berkomunikasi. Lebih baik lagi jika dilengkapi kemampuan berkomunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, dan sebagainya. Komunikasi adalah langkah dari awal segalanya. Peluang kerja sama, riset, dan sebagainya akan lebih mudah terwujud jika sudah ada kontak dan menjalin komunikasi yang baik. Apapun kegiatan yang berkaitan dengan orang lain tentu akan berdampak dalam kehidupan kita. (Humas – Nayla)

×