{"id":7559,"date":"2025-10-27T12:40:14","date_gmt":"2025-10-27T05:40:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/?page_id=7559"},"modified":"2026-09-18T13:29:51","modified_gmt":"2026-09-18T06:29:51","slug":"sekolah-sadar-iklim","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/","title":{"rendered":"Sekolah Sadar Iklim"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_empty_space][dot_custom_title position_text=&#8221;center&#8221; font_style=&#8221;AvenirNextLTPro-DemiCn&#8221; title=&#8221;\u201cMengajar Perubahan Iklim yang Bermakna dari Sekolah\u201d&#8221;][\/dot_custom_title][vc_empty_space][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column width=&#8221;1\/4&#8243;][dot_sidebar_menu select_menu=&#8221;sidebar-tot-sadar-iklim&#8221;][\/vc_column][vc_column width=&#8221;3\/4&#8243;][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=&#8221;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; tab_id=&#8221;1762965994156-e01acbd0-3d87&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7639&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<div id=\"model-response-message-contentr_837725162f2ecec8\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\">\n<h2>Dari Genangan Menjadi Sumber Pangan: Kisah Sukses &#8220;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; di SDN Tanjungrejo 3<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SDN Tanjungrejo 3 di Kota Malang menghadapi dua masalah lingkungan yang nyata: ketergantungan total pada air sumur yang rentan kering saat kemarau dan genangan air hujan yang mengganggu aktivitas akibat lahan yang minim daya serap .<\/p>\n<p>Alih-alih pasrah, kami mengubah masalah ini menjadi peluang. Melalui proyek &#8220;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; , kami membuktikan bahwa solusi konservasi yang sederhana dan partisipatif dapat menciptakan perubahan besar di lingkungan sekolah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udeb0 Tantangan Kami: Krisis Air Ganda<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelum proyek ini, sekolah kami menghadapi dilema ganda terkait air :<\/p>\n<ul>\n<li><b>Risiko Kekeringan:<\/b> 100% aktivitas sekolah, mulai dari kamar mandi hingga wudhu, bergantung pada satu sumber air sumur . Setiap musim kemarau, kami cemas akan debit air yang terus menipis .<\/li>\n<li><b>Genangan Air Hujan:<\/b> Saat hujan tiba, halaman sekolah berubah menjadi area tergenang . Ini menunjukkan air hujan yang berharga tidak meresap kembali ke tanah untuk mengisi ulang air sumur kami .<\/li>\n<li><b>Sumber Daya Terbuang:<\/b> Kami mengamati sejumlah besar air bersih bekas wudhu terbuang langsung ke saluran drainase umum tanpa dimanfaatkan kembali .<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udca1 Solusi Kami: Dua Aksi Nyata untuk Konservasi<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kami tidak mencari solusi yang rumit atau mahal. Tim duta adiwiyata kelas 4, 5, dan 6 di bawah bimbingan guru , fokus pada tiga aksi nyata :<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Panen Air Hujan (Biopori)Untuk mengatasi genangan dan mengisi ulang air tanah, kami membangun 12 titik Lubang Resapan Biopori (melebihi target awal 10 titik! ). Lubang-lubang ini secara efektif &#8216;menarik&#8217; air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan sekaligus &#8216;menabung&#8217; air untuk musim kemarau .<\/li>\n<li>Daur Ulang Air Wudhu (Eco-Pond)Kami mengaplikasikan prinsip ekonomi sirkular . Air bekas wudhu tidak lagi dibuang, melainkan dialirkan ke sebuah &#8220;Eco-Pond&#8221; . Kolam ekologis ini kemudian kami tebari 150 ekor benih ikan lele .<\/li>\n<li>Integrasi Perilaku (Jadwal Piket Konservasi)Infrastruktur ini tidak akan berarti tanpa perubahan perilaku. Kami mengintegrasikan perawatan biopori dan Eco-Pond ke dalam Jadwal Piket Konservasi Wajib , menanamkan rasa tanggung jawab langsung kepada siswa.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udcc8 Dampak Nyata: Hasil yang Berbicara<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hanya dalam 3 minggu pelaksanaan (06 \u2013 24 Oktober 2025) , kami melihat perubahan yang signifikan dan terukur:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Bebas Genangan:<\/b> Waktu surut air genangan di area sekolah berkurang drastis hingga <b>60-75%<\/b> . Halaman sekolah kini lebih cepat kering dan nyaman untuk aktivitas siswa.<\/li>\n<li><b>Ketahanan Pangan:<\/b> 150 ekor ikan lele di Eco-Pond tumbuh dengan baik . Kolam ini kini berfungsi sebagai sumber protein yang dapat dipanen setiap 3 bulan sekali untuk mendukung kegiatan sekolah .<\/li>\n<li><b>Ketahanan Air:<\/b> Sistem Eco-Pond berfungsi optimal menampung air wudhu , mengurangi pemborosan air bersih dan beban air sumur, terutama saat musim kemarau .<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf93 Lebih dari Proyek: Ini Adalah Ruang Kelas Hidup Kami<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perubahan terbesar tidak hanya terjadi pada lingkungan, tetapi juga pada siswa kami.<\/p>\n<p>Proyek ini menumbuhkan rasa kepemilikan. Siswa kini lebih proaktif <b>memilah sampah organik<\/b> untuk dimasukkan ke dalam lubang biopori . Eco-Pond telah menjadi <b>pusat pembelajaran hidup<\/b> , di mana siswa mengamati siklus hidup ikan dan memahami secara langsung bagaimana air yang tadinya limbah dapat diubah menjadi sumber daya pangan .<\/p>\n<p>Nilai-nilai seperti <b>tanggung jawab , kolaborasi , dan empati terhadap lingkungan<\/b> tidak lagi hanya teori di kelas, tetapi menjadi praktik harian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf31 Komitmen Kami untuk Masa Depan<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Proyek ini bukan akhir, tapi awal dari budaya konservasi di SDN Tanjungrejo 3. Keberlanjutan proyek akan dipegang oleh Tim Konservasi yang terdiri dari guru dan duta adiwiyata .<\/p>\n<p>Rencana kami selanjutnya adalah <b>menjadwalkan panen lele triwulanan<\/b> . Hasilnya akan digunakan untuk makan bersama atau dijual untuk membiayai pembelian pakan berikutnya, menciptakan siklus <b>self-funding<\/b> yang mandiri .<\/p>\n<blockquote><p><b>Filosofi Kami:<\/b> &#8220;Kami menyimpulkan bahwa kunci ketahanan air sekolah bukan pada penemuan sumber baru, melainkan pada pengelolaan sumber daya yang ada dengan bijak . Setiap tetes air memiliki nilai dan potensi.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;Green Tech Garden&#8221; tab_id=&#8221;1762965994156-2c327321-b195&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7640&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<div id=\"model-response-message-contentr_27cdef5be702bd9c\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\">\n<h2>Saat Teknologi Bertemu Hijau: Inovasi Kebun Vertikal Tenaga Surya di SMPN 1 Pungging<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di tengah keterbatasan ruang hijau dan minimnya pemanfaatan energi terbarukan di sekolah , SMP Negeri 1 Pungging tidak tinggal diam.<\/p>\n<p>Kami meluncurkan <b>&#8220;Green Tech Garden&#8221;<\/b> \u2014sebuah proyek inovatif yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan teknologi ramah iklim . Proyek ini adalah jawaban kami untuk mengubah lahan yang kurang dimanfaatkan menjadi laboratorium hidup yang produktif dan &#8220;pintar&#8221;.<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf3f Tantangan Kami: Lahan Sempit &amp; Darurat Iklim<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Analisis awal kami menunjukkan beberapa masalah utama :<\/p>\n<ul>\n<li><b>Minim Ruang Hijau:<\/b> Area hijau produktif di sekolah sangat terbatas .<\/li>\n<li><b>Sumber Daya Terbuang:<\/b> Potensi besar dari energi surya dan air hujan sama sekali belum dimanfaatkan .<\/li>\n<li><b>Kesenjangan Pengetahuan:<\/b> Banyak siswa belum memahami kaitan langsung antara perilaku hemat energi dengan mitigasi perubahan iklim .<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udca1 Solusi Kami: Kebun Vertikal &#8220;Pintar&#8221; Bertenaga Surya<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tim &#8220;Green Innovator Team&#8221; tidak hanya membuat kebun biasa. Kami merancang sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan tiga pilar teknologi hijau :<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Desain Vertikal Hemat RuangKami membangun instalasi kebun vertikal berukuran 1,2 x 1,5 meter menggunakan bahan daur ulang seperti rangka besi ringan dan paralon bekas . Desain ini sangat efisien untuk lahan terbatas.<\/li>\n<li>Otomatisasi Tenaga Surya (Solar-Powered)Inilah jantung inovasi kami. Sistem penyiraman kebun sepenuhnya otomatis , dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 . Sistem ini ditenagai oleh panel surya 6 watt dan menggunakan sensor kelembapan tanah untuk menyiram tanaman hanya saat diperlukan. Hasilnya? Akurasi kelembapan mencapai 85% .<\/li>\n<li>Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting)Kami tidak menggunakan air listrik atau sumur. Sistem ini memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam drum bekas 50 liter . Air tersebut kemudian disaring menggunakan filter sederhana (pasir, ijuk, dan arang aktif) agar jernih dan tidak menyumbat pompa mini 5V .<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udcc8 Dampak Nyata: Lebih dari Sekadar Kebun<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hanya dalam waktu pelaksanaan 13\u201330 Oktober 2025 , proyek ini telah memberikan hasil yang terukur dan signifikan:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Panen Perdana:<\/b> Kami berhasil memanen <b>bayam dan sawi segar<\/b> yang hasilnya langsung dimanfaatkan untuk program <b>&#8220;Kantin Sehat&#8221;<\/b> sekolah .<\/li>\n<li><b>Efisiensi Energi:<\/b> Penggunaan pompa mini bertenaga surya berhasil <b>menghemat penggunaan listrik sekolah hingga 20%<\/b> pada jam siang hari .<\/li>\n<li><b>Mikro-Iklim Lebih Sejuk:<\/b> Area di sekitar kebun vertikal terbukti mengalami <b>penurunan suhu sekitar \u00b12\u00b0C<\/b> , membuat lingkungan sekolah lebih nyaman.<\/li>\n<li><b>Edukasi Digital:<\/b> Proyek ini juga menghasilkan <b>poster digital dan konten edukatif<\/b> bertema &#8220;Sekolah Sadar Iklim&#8221; yang disebarluaskan di media sosial sekolah .<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf93 Laboratorium Hidup: Belajar STEM dan Karakter<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Proyek &#8220;Green Tech Garden&#8221; telah mengubah cara kami belajar. Ini adalah implementasi nyata dari <b>pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)<\/b> .<\/p>\n<p>Siswa tidak hanya belajar biologi, tetapi juga langsung praktik:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Technology &amp; Engineering:<\/b> Merakit panel surya, pompa, dan sensor .<\/li>\n<li><b>Informatika:<\/b> Menyusun algoritma dan <i>coding<\/i> pada mikrokontroler ESP32 .<\/li>\n<li><b>Kolaborasi:<\/b> Siswa dari OSIS, KIR, dan Pramuka bekerja sama , menumbuhkan semangat gotong royong dan kepemimpinan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Proyek ini berhasil mengubah cara pandang siswa, dari yang awalnya hanya &#8220;mengetahui&#8221; isu iklim, kini menjadi &#8220;berpartisipasi aktif&#8221; dalam solusi .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf31 Visi Ke Depan: Menuju Sekolah Berbasis IoT<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini baru permulaan. Proyek ini dirancang untuk berkelanjutan dan akan dikelola oleh Klub Lingkungan serta OSIS .<\/p>\n<p>Rencana kami selanjutnya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Pengembangan IoT:<\/b> Guru Informatika akan mengembangkan <b>modul pembelajaran IoT (Internet of Things)<\/b> sederhana , agar sistem kebun bisa dikontrol dan dipantau dari jarak jauh .<\/li>\n<li><b>Integrasi Kurikulum:<\/b> Menjadikan proyek ini sebagai bagian integral dari <b>Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)<\/b> dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan .<\/li>\n<li><b>Menjadi Ikon:<\/b> Memperkuat identitas SMPN 1 Pungging sebagai <b>pusat belajar inovasi lingkungan<\/b> dan ikon &#8220;Sekolah Sadar Iklim&#8221; di Kabupaten Mojokerto .<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;HERO&#8221; tab_id=&#8221;1762966016057-8b5d8353-5fc7&#8243;][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;LENTERA&#8221; tab_id=&#8221;1762966017256-c18ff296-7819&#8243;][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;Cat Marka dari Limbah Sterofoam&#8221; tab_id=&#8221;1762966108957-7f66c635-fddc&#8221;][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;Pengolah Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel dan sabun cuci Tangan&#8221; tab_id=&#8221;1762966111912-d6b3db9f-72dd&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<div id=\"model-response-message-contentr_7691821d70c2a801\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\">\n<h2>Dari Limbah Dapur Menjadi Solusi: Inovasi SAINS CLUB SMKN Duduksampeyan Mengolah Jelantah<\/h2>\n<p><span class=\"citation-59 citation-end-59\">Minyak jelantah (minyak goreng bekas) adalah limbah yang sering kita temui<sup class=\"superscript\" data-turn-source-index=\"1\">1<\/sup><\/span>. <span class=\"citation-58 citation-end-58\">Di SMKN Duduksampeyan Gresik<sup class=\"superscript\" data-turn-source-index=\"2\">2<\/sup><\/span>, kami melihat limbah ini bukan sekadar sebagai sampah, tetapi sebagai peluang.<\/p>\n<p><span class=\"citation-57 citation-end-57\">Sebelumnya, observasi kami di lingkungan sekolah dan rumah menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: sebagian besar minyak jelantah dibuang begitu saja ke saluran air atau tanah<\/span>. <span class=\"citation-56 citation-end-56\">Praktik ini tidak hanya menyumbat saluran\u00a0<\/span><span class=\"citation-55 citation-end-55\">, tetapi juga mencemari air dan tanah yang berharga<\/span>.<\/p>\n<p><span class=\"citation-54 citation-end-54\">Menghadapi masalah ini, &#8220;SAINS CLUB Skandusa&#8221;\u00a0<\/span><span class=\"citation-53 citation-end-53\">meluncurkan proyek untuk mengubah limbah yang merusak ini menjadi produk yang bernilai guna<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udca1 Solusi Kami: Dua Produk dari Satu Limbah<\/h3>\n<p><span class=\"citation-52 citation-end-52\">Kami fokus pada dua praktik sains terapan untuk mengolah minyak jelantah<\/span>:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-51\">Biodiesel (Energi Terbarukan):<\/span><\/b><span class=\"citation-51 citation-end-51\"> Melalui proses ilmiah, kami mengubah minyak kotor ini menjadi biodiesel<\/span>. <span class=\"citation-50 citation-end-50\">Ini adalah bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan <sup class=\"superscript\" data-turn-source-index=\"10\">10<\/sup><\/span><span class=\"citation-49 citation-end-49\">dan menjadi langkah nyata kami mendukung energi bersih<\/span>.\n<div class=\"source-inline-chip-container ng-star-inserted\"><\/div>\n<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-48\">Sabun Cuci Tangan (Produk Daur Ulang):<\/span><\/b><span class=\"citation-48 citation-end-48\"> Kami juga menerapkan proses saponifikasi\u00a0<\/span><span class=\"citation-47 citation-end-47\">untuk mengubah jelantah menjadi sabun cuci tangan yang aman<\/span>. <span class=\"citation-46 citation-end-46\">Ini adalah solusi langsung untuk mengurangi limbah sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga<\/span>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udcc8 Hasil Nyata: Lebih dari Sekadar Eksperimen<\/h3>\n<p><span class=\"citation-45 citation-end-45\">Selama periode proyek (November-Desember 2025)<\/span>, kami tidak hanya berhasil secara teori. Kami menghasilkan data dan perubahan nyata di lapangan:<\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-44\">Produk Terukur:<\/span><\/b><span class=\"citation-44 citation-end-44\"> Dari \u00b115 liter minyak jelantah yang terkumpul\u00a0<\/span><span class=\"citation-43\">, kami berhasil memproduksi <\/span><b><span class=\"citation-43\">\u00b110 liter sabun cair beraroma jeruk<\/span><\/b><span class=\"citation-43\"> dan <\/span><b><span class=\"citation-43\">\u00b15 liter biodiesel<\/span><\/b>.<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-42\">Validasi Produk:<\/span><\/b><span class=\"citation-42\"> Biodiesel kami telah berhasil diuji coba dan <\/span><b><span class=\"citation-42\">mampu menyalakan kompor uji<\/span><\/b>. <span class=\"citation-41\">Sementara itu, sabun cuci tangan hasil produksi kami kini <\/span><b><span class=\"citation-41\">digunakan di toilet sekolah dan laboratorium<\/span><\/b>, menggantikan sabun komersial.<\/li>\n<li><b>Perubahan Perilaku:<\/b> Dampak terbesarnya adalah perubahan budaya. <span class=\"citation-40\">Kantin sekolah dan warga sekitar kini <\/span><b><span class=\"citation-40\">tidak lagi membuang minyak jelantah<\/span><\/b>.<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-39\">Sistem Baru:<\/span><\/b><span class=\"citation-39\"> Kami berhasil membangun program <\/span><b><span class=\"citation-39\">&#8220;Bank Jelantah&#8221;<\/span><\/b>, sebuah sistem rutin untuk mengumpulkan bahan baku limbah ini secara terorganisir.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>\ud83c\udf93 Pelajaran Sebenarnya: Sains, Kolaborasi, dan Wirausaha<\/h3>\n<p><span class=\"citation-38 citation-end-38\">Proyek ini adalah bukti nyata keberhasilan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL)<\/span>. Bagi siswa, ini bukan hanya tentang kimia; ini adalah tentang:<\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-37\">Kolaborasi:<\/span><\/b><span class=\"citation-37 citation-end-37\"> Siswa bekerja sama lintas kelas dan bahkan antar jurusan, saling membantu dari pengumpulan bahan hingga pengemasan produk<\/span>.<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-36\">Tanggung Jawab:<\/span><\/b><span class=\"citation-36 citation-end-36\"> Setiap kelompok bertanggung jawab penuh atas kualitas produk, kebersihan alat, dan pelaporan<\/span>.<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-35\">Wirausaha Hijau:<\/span><\/b><span class=\"citation-35 citation-end-35\"> Proyek ini menumbuhkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan<\/span>. <span class=\"citation-34 citation-end-34\">Siswa belajar bahwa solusi lingkungan juga bisa bernilai ekonomi<\/span>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83c\udf31 Visi Keberlanjutan: Bank Jelantah Menjadi Program Unggulan<\/h3>\n<p>Proyek ini tidak berhenti di sini. <span class=\"citation-33 citation-end-33\">Keberlanjutannya akan dipegang oleh SAINS CLUB, OSIS, dan tim ekstrakurikuler Kewirausahaan<\/span>.<\/p>\n<p>Rencana kami jelas:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-32\">Bank Jelantah Sekolah<\/span><\/b><span class=\"citation-32 citation-end-32\"> akan menjadi program rutin<\/span>.<\/li>\n<li>\u00a0<b><span class=\"citation-31\">Produksi dan Penjualan:<\/span><\/b><span class=\"citation-31\"> Kami akan menjadikan sabun dan biodiesel ini sebagai <\/span><b><span class=\"citation-31\">produk unggulan sekolah<\/span><\/b><span class=\"citation-31 citation-end-31\"> yang dapat dijual untuk mendanai kegiatan siswa<\/span>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil. <span class=\"citation-30 citation-end-30\">Seperti yang kami pelajari, dari setetes minyak jelantah yang diolah dengan ilmu dan kerja sama, kita dapat menciptakan dampak besar bagi lingkungan dan komunitas<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;Pengolahan Cangkang Udang Menjadi Kaldu Masakan Alami&#8221; tab_id=&#8221;1762966128336-d054db0f-1ca8&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7642&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<div id=\"model-response-message-contentr_fe82607a55a9d04e\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\">\n<h2>Dari Limbah Pesisir Menjadi Kaldu Gurih: Inovasi <i>Zero Waste<\/i> Siswa SMPN 44 Surabaya<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"citation-105 citation-end-105\">Di lingkungan pesisir dan rumah tangga, cangkang udang sering kali berakhir sebagai limbah yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap<\/span>. <span class=\"citation-104 citation-end-104\">Pada saat yang sama, banyak dari kita bergantung pada penyedap rasa buatan pabrik<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"citation-103 citation-end-103\">Siswa Kelas IX-D SMP Negeri 44 Surabaya <\/span>\u00a0melihat ini bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang. <span class=\"citation-102 citation-end-102\">Sebagai bagian dari komitmen sekolah menuju Adiwiyata Mandiri\u00a0<\/span><span class=\"citation-101 citation-end-101\">, mereka meluncurkan proyek untuk mengubah limbah ini menjadi produk pangan bernilai tinggi: Kaldu Udang Alami<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udca1 Solusi Inovatif: Rahasia di Balik Rasa<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"citation-100\">Proses ini lebih dari sekadar daur ulang biasa, ini adalah <\/span><i><span class=\"citation-100\">upcycling<\/span><\/i><span class=\"citation-100 citation-end-100\"> kuliner<\/span>. <span class=\"citation-99\">Tim siswa tidak hanya merebus cangkang, mereka menemukan satu langkah krusial untuk membuka potensi rasa <\/span><i><span class=\"citation-99\">umami<\/span><\/i><span class=\"citation-99 citation-end-99\"> alami yang tersembunyi<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Prosesnya menggabungkan kearifan tradisional dan sains sederhana:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li><b><span class=\"citation-98\">Pengumpulan &amp; Pembersihan:<\/span><\/b><span class=\"citation-98 citation-end-98\"> Cangkang udang dari pedagang lokal dikumpulkan dan dicuci bersih<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-97\">Pengeringan Hemat Energi:<\/span><\/b><span class=\"citation-97 citation-end-97\"> Cangkang dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-96\">Penggilingan Tradisional:<\/span><\/b><span class=\"citation-96 citation-end-96\"> Untuk mengurangi ketergantungan energi listrik, cangkang kering digiling halus menggunakan cobek alu (lesung batu) tradisional<\/span>.<\/li>\n<li><b>Langkah Kunci (Penyangraian):<\/b> Ini adalah temuan utamanya. <span class=\"citation-95\">Bubuk cangkang tidak langsung dikemas, melainkan <\/span><b><span class=\"citation-95\">disangrai (dipanaskan tanpa minyak)<\/span><\/b><span class=\"citation-95 citation-end-95\"> hingga terkaramelisasi<\/span>. <span class=\"citation-94 citation-end-94\">Proses ini secara dramatis mengeluarkan aroma dan memperkuat rasa<\/span>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\ud83d\udcc8 Hasil Nyata: Rasa 50% Lebih Kuat<\/h3>\n<p>Hasilnya melampaui dugaan. <span class=\"citation-93 citation-end-93\">Proyek ini membuktikan bahwa langkah penyangraian adalah faktor krusial<\/span>.<\/p>\n<ul>\n<li><b><span class=\"citation-92\">Rasa Otentik:<\/span><\/b><span class=\"citation-92\"> Kaldu dari cangkang yang disangrai memiliki <\/span><b><span class=\"citation-92\">intensitas rasa 50% lebih kuat<\/span><\/b><span class=\"citation-92 citation-end-92\"> dan aroma yang jauh lebih sedap dibandingkan dengan cangkang yang hanya direbus<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-91\">Produk Jadi:<\/span><\/b><span class=\"citation-91\"> Dari 4 kg cangkang udang basah, tim berhasil menghasilkan <\/span><b><span class=\"citation-91\">1 kg kaldu bubuk alami<\/span><\/b><span class=\"citation-91 citation-end-91\"> berwarna oranye kecokelatan<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-90\">Sehat dan Aman:<\/span><\/b><span class=\"citation-90 citation-end-90\"> Produk ini 100% alami tanpa pengawet\u00a0<\/span><span class=\"citation-89 citation-end-89\">dan mendapat respons rasa yang positif dari para guru<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-88\">Dampak Lingkungan:<\/span><\/b><span class=\"citation-88 citation-end-88\"> Proyek ini secara langsung mengurangi volume limbah cangkang udang yang berpotensi menimbulkan bau di lingkungan sekitar siswa<\/span>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>\ud83c\udf31 Visi Wirausaha Hijau<\/h3>\n<p><span class=\"citation-87 citation-end-87\">Proyek ini membuka wawasan siswa tentang inovasi berkelanjutan<sup class=\"superscript\" data-turn-source-index=\"19\">19<\/sup><\/span>. Rencana selanjutnya adalah membawa inovasi ini ke level berikutnya:<\/p>\n<ul>\n<li><b><span class=\"citation-86\">Standarisasi Resep:<\/span><\/b><span class=\"citation-86 citation-end-86\"> Mengembangkan resep standar untuk produksi kaldu bubuk yang lebih stabil dan tahan lama<\/span>.<\/li>\n<li><b><span class=\"citation-85\">Eco-preneur Club:<\/span><\/b><span class=\"citation-85 citation-end-85\"> Membentuk unit kewirausahaan sekolah <\/span><span class=\"citation-84 citation-end-84\">untuk memproduksi dan menjual kaldu alami ini di kantin sekolah atau saat gelar karya wirausaha<\/span>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"citation-83 citation-end-83\">Melalui proyek ini, siswa SMPN 44 Surabaya membuktikan bahwa solusi untuk masalah lingkungan bisa jadi ada di dapur kita sendiri\u2014mengubah limbah menjadi berkah yang lezat dan bernilai ekonomi<\/span>.<\/p>\n<\/div>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][vc_tta_section title=&#8221;PIKIR&#8221; tab_id=&#8221;1762966110804-8e4fed1e-48f9&#8243;][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_empty_space][dot_custom_title position_text=&#8221;center&#8221; font_style=&#8221;AvenirNextLTPro-DemiCn&#8221; title=&#8221;\u201cMengajar Perubahan Iklim yang Bermakna dari Sekolah\u201d&#8221;][\/dot_custom_title][vc_empty_space][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column width=&#8221;1\/4&#8243;][dot_sidebar_menu select_menu=&#8221;sidebar-tot-sadar-iklim&#8221;][\/vc_column][vc_column width=&#8221;3\/4&#8243;][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=&#8221;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; tab_id=&#8221;1762965994156-e01acbd0-3d87&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7639&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text] Dari Genangan Menjadi Sumber Pangan: Kisah Sukses &#8220;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; di SDN Tanjungrejo 3 &nbsp; SDN Tanjungrejo 3 di Kota Malang menghadapi dua masalah lingkungan yang nyata: ketergantungan total pada air sumur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":124,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"templates\/page-its.php","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"class_list":["post-7559","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[vc_row][vc_column][vc_empty_space][dot_custom_title position_text=&#8221;center&#8221; font_style=&#8221;AvenirNextLTPro-DemiCn&#8221; title=&#8221;\u201cMengajar Perubahan Iklim yang Bermakna dari Sekolah\u201d&#8221;][\/dot_custom_title][vc_empty_space][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column width=&#8221;1\/4&#8243;][dot_sidebar_menu select_menu=&#8221;sidebar-tot-sadar-iklim&#8221;][\/vc_column][vc_column width=&#8221;3\/4&#8243;][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=&#8221;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; tab_id=&#8221;1762965994156-e01acbd0-3d87&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7639&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text] Dari Genangan Menjadi Sumber Pangan: Kisah Sukses &#8220;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; di SDN Tanjungrejo 3 &nbsp; SDN Tanjungrejo 3 di Kota Malang menghadapi dua masalah lingkungan yang nyata: ketergantungan total pada air sumur [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pwkits\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-18T06:29:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pwkits\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/\",\"name\":\"Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-27T05:40:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-18T06:29:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sekolah Sadar Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/\",\"name\":\"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#organization\",\"name\":\"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2018\/03\/Logo-PWK-Biru-Transparan-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2018\/03\/Logo-PWK-Biru-Transparan-1.png\",\"width\":628,\"height\":804,\"caption\":\"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pwkits\",\"https:\/\/x.com\/pwkits\",\"https:\/\/instagram.com\/pwkits\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","og_description":"[vc_row][vc_column][vc_empty_space][dot_custom_title position_text=&#8221;center&#8221; font_style=&#8221;AvenirNextLTPro-DemiCn&#8221; title=&#8221;\u201cMengajar Perubahan Iklim yang Bermakna dari Sekolah\u201d&#8221;][\/dot_custom_title][vc_empty_space][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column width=&#8221;1\/4&#8243;][dot_sidebar_menu select_menu=&#8221;sidebar-tot-sadar-iklim&#8221;][\/vc_column][vc_column width=&#8221;3\/4&#8243;][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=&#8221;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; tab_id=&#8221;1762965994156-e01acbd0-3d87&#8243;][vc_single_image image=&#8221;7639&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; title=&#8221;Dokumentasi Kegiatan&#8221;][vc_column_text] Dari Genangan Menjadi Sumber Pangan: Kisah Sukses &#8220;Air Lestari, Sekolah Asri&#8221; di SDN Tanjungrejo 3 &nbsp; SDN Tanjungrejo 3 di Kota Malang menghadapi dua masalah lingkungan yang nyata: ketergantungan total pada air sumur [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/","og_site_name":"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pwkits","article_modified_time":"2026-09-18T06:29:51+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@pwkits","twitter_misc":{"Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/","name":"Sekolah Sadar Iklim - Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#website"},"datePublished":"2025-10-27T05:40:14+00:00","dateModified":"2026-09-18T06:29:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/sekolah-sadar-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sekolah Sadar Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/","name":"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#organization","name":"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2018\/03\/Logo-PWK-Biru-Transparan-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2018\/03\/Logo-PWK-Biru-Transparan-1.png","width":628,"height":804,"caption":"Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pwkits","https:\/\/x.com\/pwkits","https:\/\/instagram.com\/pwkits"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/124"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7559"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7960,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7559\/revisions\/7960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/pwk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}