News

Pusat Kajian Halal ITS Terima Kunjungan PT. Mataram Paint untuk Konsultasi Sertifikasi Halal

Sel, 28 Jul 2026
3:26 am
Berita
Share :
Oleh : muklason@its.ac.id   |

Surabaya, ITS News. Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan PT Mataram Paint, produsen cat kayu dan besi EMCO, pada 28 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka konsultasi awal mengenai alur, persyaratan, serta berbagai aspek teknis yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam proses pengajuan sertifikasi halal.

Kepala Pusat Kajian Halal ITS, Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM, menjelaskan bahwa perusahaan perlu memahami mekanisme sertifikasi halal secara menyeluruh agar mampu membangun sistem pengelolaan halal yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan.

“Kami ini pendidik. Kami senang jika murid kami nantinya bisa lebih pintar dari kami dan mampu mandiri. Karena itu, kami lebih menekankan pada aspek edukasi dan pemahaman agar dapat berjalan secara sustainable,” ungkapnya.

Perusahaan diharapkan dapat melakukan proses pendaftaran sertifikasi halal secara mandiri melalui sistem daring resmi yang disediakan pemerintah. Dalam proses tersebut, perusahaan perlu menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan serta memilih Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sesuai dengan mekanisme yang berlaku. LPH selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap bahan, proses, produk, dan fasilitas yang digunakan perusahaan.

Salah satu tahap awal yang menjadi perhatian adalah pembentukan Tim Manajemen Halal di internal perusahaan. Tim tersebut dapat melibatkan berbagai fungsi yang berkaitan dengan proses produksi, mulai dari Research and Development (R&D), Production Planning and Inventory Control (PPIC), lini produksi, hingga Quality Control (QC). Selain itu, perusahaan juga perlu memiliki Penyelia Halal yang memahami regulasi serta prinsip kehalalan bahan dan proses produksi.

Tim Manajemen Halal PT Mataram Paint juga akan mengikuti pelatihan Penyelia Halal yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Halal ITS. Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membekali calon Penyelia Halal dengan pemahaman mengenai regulasi, penelusuran bahan, serta penyusunan dan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Melalui SJPH, perusahaan dapat mendokumentasikan prosedur operasional yang diperlukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai prinsip halal secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain kesiapan sumber daya manusia, penelusuran bahan baku juga menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi halal. EMCO perlu melakukan inventarisasi terhadap seluruh bahan yang digunakan dalam produk, termasuk bahan-bahan yang memiliki titik kritis kehalalan. Dokumen pendukung dari pemasok, seperti sertifikat halal dan dokumen teknis bahan, juga perlu dipastikan kelengkapan dan kesesuaiannya.

Dari sisi industri, ketersediaan bahan baku masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan. Direktur PT Mataram Paint, Freddy Pangkey, menyampaikan bahwa industri cat nasional masih memiliki ketergantungan terhadap sejumlah bahan baku impor.

“Di Indonesia, masih ada bahan baku yang harus diimpor karena belum semuanya dapat diproduksi di dalam negeri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi produk cat lokal untuk tetap kompetitif,” jelasnya.

Sementara itu, Lia Sidik selaku konsultan branding EMCO menilai bahwa sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari keunggulan kompetitif EMCO sebagai merek lokal. Menurutnya, aspek halal memiliki peluang untuk menjadi nilai tambah yang semakin relevan dalam industri bahan bangunan.

“Kategori bahan bangunan belum banyak yang serius melihat aspek ini. Namun, kami percaya sertifikasi halal dapat menjadi salah satu kunci untuk memperkuat produk lokal Indonesia dalam menghadapi persaingan dari produk asing,” tuturnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pusat Kajian Halal ITS dan EMCO membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan proses sertifikasi halal. Pendampingan yang dilakukan diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi juga mampu mendorong terbentuknya sistem halal yang terintegrasi dengan proses bisnis perusahaan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan industri nasional melalui transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Bagi Pusat Kajian Halal ITS, pendampingan kepada industri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem produk halal yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Latest News

  • ITS Turut Berkontribusi dalam Muktamar NU ke-35 melalui Layanan Kesehatan, Teknologi, Pelatihan Jaminan Produk Halal, dan OPOP Training Center

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berkontribusi dalam rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35

    27 Agu 2026
  • ITS Selenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal, Cetak SDM Halal Kompeten bagi Generasi Muda

    Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat pengembangan ekosistem halal melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendamping Proses

    25 Agu 2026
  • PCINU Taiwan dan ITS Perkuat Kolaborasi Strategis melalui Penandatanganan MoU

    — Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi

    20 Agu 2026