Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat pengembangan ekosistem halal melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang dilaksanakan pada 25 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta yang berasal dari berbagai departemen di ITS, mulai dari Teknik Kimia, Teknik Pangan, Teknik Material dan Metalurgi, Sistem Informasi, Studi Pembangunan, Sains Komunikasi, hingga Teknologi Kedokteran.
Pelatihan yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi sebagai Pendamping Proses Produk Halal (Pendamping PPH) ini memberikan pemahaman mengenai regulasi jaminan produk halal, ketentuan syariat Islam terkait produk halal, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga praktik pengajuan sertifikasi halal melalui sistem digital SIHALAL.
Kegiatan diawali dengan sesi orientasi pelatihan, pre-test, dan penjelasan mekanisme penilaian, yang meliputi aspek kehadiran sebesar 5 persen, keaktifan 10 persen, tugas 60 persen, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test sebesar 25 persen.
Materi pertama mengenai Ketentuan Syariat Islam terkait Jaminan Produk Halal (JPH) disampaikan oleh Dr. rer.nat. Nasori. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip dasar halal-haram, ketentuan syariat, serta peran pendamping PPH dalam mendukung pemenuhan standar halal bagi pelaku usaha.
Selanjutnya, Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM memberikan materi mengenai Kebijakan Umum dan Regulasi Jaminan Produk Halal (JPH). Materi tersebut membahas regulasi halal di Indonesia, mekanisme sertifikasi halal, serta peran berbagai pihak dalam ekosistem halal nasional.
Sesi berikutnya membahas Pendampingan PPH dan Peran Pendamping PPH yang disampaikan oleh Muhammad Akil Wasilah N, S.Si.. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tugas pendamping dalam membantu pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal.
Pada sesi lanjutan, peserta mempelajari Kriteria SJPH, Bahan dan Produk Halal, serta Proses Produk Halal (PPH). Materi ini memberikan pemahaman teknis mengenai identifikasi bahan kritis, pengendalian proses produksi, serta penerapan prinsip halal dalam rantai produksi.
Selain materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sistem Informasi Halal (SIHALAL). Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam proses pendaftaran pelaku usaha dan pengajuan sertifikasi halal secara digital. Sesi praktik dipandu oleh Ulfah Lailatul Khoiriah, S.T., M.T., Muhammad Dzaki Arzadenis, dan Ilyas Muhammad Al Hafizh.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan pelaksanaan post-test dan penutupan. Melalui kegiatan ini, ITS berharap para peserta mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia halal yang berkontribusi dalam mempercepat implementasi sertifikasi halal, khususnya melalui pendampingan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Penyelenggaraan Pelatihan Pendamping PPH ini menjadi salah satu bentuk komitmen ITS dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, dan keterlibatan generasi muda dalam industri halal.
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkontribusi dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) di
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy ITS kembali berkontribusi dalam memperkuat
—Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia (BPJPH) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Sertifikasi