News

Dosen Teknik Kimia ITS Angkat Pentingnya Green Technology di Industri Pangan

Ming, 07 Jun 2026
7:49 am
Berita
Share :
Oleh : setiyo.gunawan@its.ac.id   |

[Surabaya, 7 Juni 2026] –  Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bersama Queen Pustaka menyelenggarakan webinar nasional  bertajuk “Pentingnya Green Technology di Industri Pangan” secara daring via Zoom. Penulis buku berjudul pentingnya Green Technology di Industri Pangan, Hakun Wirawasista Aparamarta menjadi pemateri webinar nasional yang diikuti oleh 153 partisipan yang terdiri atas mahasiswa ITS, dosen, alumni, serta peserta umum dari berbagai instansi.

Dalam pemaparannya, Hakun Wirawasista Aparamarta menekankan bahwa penerapan green technology di industri pangan merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan keberlanjutan, efisiensi energi, dan keamanan pangan di Indonesia.

“Menurut UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, atau membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkap Hakun.

Selain itu, Hakun juga menyoroti urgensi pemahaman halal bagi pelaku industri pangan menjelang implementasi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026, di mana semua produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia diwajibkan bersertifikat halal. Pelaku usaha harus memastikan bahwa sistem produksi dan pengelolaan produk mereka siap memenuhi regulasi halal tersebut, sehingga konsumen dapat menikmati produk yang aman, halal, dan sesuai standar nasional.

Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip green chemistry pada proses pengolahan pangan, mulai dari pemilihan pelarut ramah lingkungan, efisiensi proses ekstraksi komponen aktif, hingga upaya minimasi limbah dan emisi industri.

Lebih lanjut, Doktor lulusan S3 di NTUST Taiwan ini menjelaskan beberapa contoh pengembangan teknologi hijau yang tengah berkembang di kalangan peneliti, seperti pemanfaatan green solvent dan natural deep eutectic solvents (NADES) untuk ekstraksi senyawa bioaktif pangan serta optimasi proses melalui pendekatan rekayasa kimia. Menurutnya, integrasi teknologi tersebut dapat mendorong terciptanya produk pangan yang lebih sehat sekaligus mengurangi jejak lingkungan dari proses produksinya.

Webinar yang dimoderatori oleh Nanda Nazira, S.Kom. ini berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta mengenai implementasi green technology pada berbagai lini industri pangan, mulai dari pengolahan minyak pangan, pemanfaatan energi terbarukan, hingga peluang kerja sama riset antara ITS dan mitra industri. Diskusi juga menyoroti peran perguruan tinggi, khususnya ITS, dalam menghasilkan inovasi teknologi serta lulusan yang siap mendorong transformasi hijau di sektor pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Kimia ITS berharap dapat memperkuat kontribusi ITS dalam pengembangan ilmu dan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan industri dan lembaga penelitian lain. Webinar ini juga menjadi bagian dari komitmen ITS untuk terus mengutamakan isu keberlanjutan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Latest News

  • Halal Goes Global! ITS dan PCINU Taiwan Perkuat SDM Halal Jelang Wajib Halal 2026

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy ITS kembali berkontribusi dalam memperkuat

    07 Okt 2026
  • ITS dan BPJPH Perkuat Monitoring Sertifikasi Halal Self Declare, Dorong Literasi SJPH bagi Pelaku Usaha

    —Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia (BPJPH) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Sertifikasi

    06 Okt 2026
  • ITS Dorong UMKM Naik Kelas lewat Edukasi Halal dan Inovasi Teknologi di FESyar 2026

    Surabaya, 28 September 2026 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional

    28 Sep 2026