Prof. Dr. Ir. Umi Laili Yuhana, S.Kom., M.Sc., CRP., Sekretaris Institut ITS (kiri), berbincang bersama Eva Mursidah, S.I.Pust., Pustakawan ITS sekaligus host, dalam Podcast Perpustakaan ITS bertajuk “Perpustakaan Bukan Gudang Buku, tetapi Gudang Ide di Era AI” yang disiarkan melalui kanal YouTube Perpustakaan ITS pada Kamis (30/7/2026).
Surabaya – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), muncul anggapan bahwa perpustakaan mulai kehilangan relevansinya sebagai sumber informasi. Menjawab isu tersebut, Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan podcast bertajuk “Perpustakaan Bukan Gudang Buku, tetapi Gudang Ide di Era AI” yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Perpustakaan ITS pada Kamis (30/7/2026). Podcast ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Umi Laili Yuhana, S.Kom., M.Sc., CRP., Sekretaris Institut ITS, sebagai narasumber dan dipandu oleh Eva Mursidah, S.I.Pust., Pustakawan ITS, sebagai host.
Melalui podcast ini, Perpustakaan ITS mengajak sivitas akademika memandang perpustakaan dari perspektif yang lebih luas. Tidak lagi hanya sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi sebagai ruang yang mampu melahirkan ide, mempertemukan kolaborasi, serta mendorong terciptanya inovasi di tengah banjir informasi pada era AI.
Dalam pemaparannya, Prof. Yuhana menjelaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi perpustakaan maupun manusia, melainkan sebuah alat yang dapat membantu mempercepat proses pencarian informasi. Menurutnya, AI sangat bermanfaat untuk brainstorming maupun menemukan arah awal pencarian informasi. Namun, hasil yang diberikan AI tetap harus diverifikasi melalui sumber-sumber ilmiah yang kredibel.
“AI mempercepat proses pencarian informasi, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Informasi yang diberikan AI harus diverifikasi melalui sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Prof. Yuhana.
Lebih lanjut, Prof. Yuhana menegaskan bahwa kehadiran AI justru semakin memperkuat peran perpustakaan. Tantangan saat ini bukan lagi sulitnya memperoleh informasi, melainkan bagaimana memastikan informasi yang diperoleh benar, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah perpustakaan berperan sebagai pusat validasi melalui koleksi buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber informasi tepercaya.
Salah satu gagasan yang menjadi sorotan dalam podcast ini adalah konsep perpustakaan sebagai gudang ide. Menurut Prof. Yuhana, perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi harus menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan, teknologi, dan manusia sehingga mampu melahirkan berbagai gagasan baru. Untuk mewujudkan transformasi tersebut, ia memperkenalkan lima pilar pengembangan perpustakaan, yakni Knowledge Hub, Learning Hub, Collaboration Hub, Innovation Hub, dan AI Hub.
Kelima pilar tersebut menggambarkan peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran, wadah kolaborasi, tempat berkembangnya inovasi, sekaligus pusat literasi AI. Melalui konsep tersebut, perpustakaan diharapkan mampu menghubungkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti, hingga mitra industri, sehingga ide-ide yang lahir tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Selain membahas transformasi perpustakaan, podcast ini juga menyoroti pentingnya literasi AI di lingkungan perguruan tinggi. Prof. Yuhana menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami etika penggunaan AI dan bertanggung jawab terhadap setiap hasil yang dihasilkan. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses berpikir, memperkaya referensi, maupun mempertajam ide, tetapi pengguna tetap harus memahami isi, memverifikasi kebenarannya, serta mampu mempertanggungjawabkannya secara akademik.
Menjelang akhir sesi, Prof. Yuhana menyampaikan harapannya agar Perpustakaan ITS terus berkembang sebagai ruang yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan sivitas akademika. Bukan hanya menyediakan literatur, tetapi juga menjadi tempat menemukan inspirasi, membangun kolaborasi, mencari solusi, hingga melahirkan inovasi.
“Kalau kamu butuh apa pun, datanglah ke Perpustakaan ITS. Mau butuh ide, problem, inovasi, belajar, atau literatur, semuanya ada di perpustakaan,” ungkap Prof. Yuhana.
Melalui podcast ini, Perpustakaan ITS kembali menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat budaya literasi informasi di lingkungan kampus. Di era AI, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari informasi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru.
Surabaya, 3 Agustus 2026 — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima dua rombongan kunjungan edukatif pada Senin (3/8),
Surabaya – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), muncul anggapan bahwa perpustakaan mulai kehilangan relevansinya sebagai sumber
Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersinergi dengan KKN Internasional
Surabaya – Perpustakaan ITS kembali menghadirkan podcast edukatif bertajuk “Tugas Akhir Makin Lancar dengan E-Thesis Delivery” yang disiarkan secara