Gambar 1. Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA bersama dengan pustakawan Perpustakaan ITS.
Surabaya – Rabu, 4 Februari 2026, Perpustakaan ITS kembali mengadakan InHouse Training Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk penelusuran Literatur dan Penelitian untuk pustakawannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan AI pada pustakawan ITS dan diharapkan mereka bisa memaksimalkan penggunaannya untuk efektivitas pekerjaan mereka, baik untuk riset maupun untuk pekerjaan kreatif seperti pembuatan poster.
Perpustakaan ITS memercayai Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA, seorang dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, sekaligus Founder Science Hunter Indonesia (SHI) untuk berbagi ilmu tentang AI dengan pustakawan ITS. InHouse Training AI yang berlangsung di Ruang Internet milik Perpustakaan ITS ini diikuti oleh kurang lebih 20 pustakawan aktif.
InHouse Training ini dibuka oleh Kepala Perpustakaan ITS, Agus Santoso, S.Sos., M.Med.Kom dan langsung dilanjutkan pemaparan materi oleh Reza. Dalam materinya, Reza memperkenalkan beberapa genAI, seperti HeyGenAI, Whisk AI, Handbook Prompt AI, NotebookLM, Ideogram AI, Reve.Art, Mermaid Chart, ChatPDF AI, Powerdrill AI, Presentation AI, dan Gamma AI. Ia juga mengajak peserta untuk praktik memanfaatkan NotebookLM, ChatGPT, Reve.Art, dan ChatPDF.
Reza menjelaskan keunggulan dari NotebookLM, bahwa sebuah file PDF bisa diubah menjadi podcast atau ringkasan audio, ringkasan video, powerpoint, infografis, mindmap, dan tabel data. Dia mempraktikkan secara langsung cara membuat podcast dari sebuah file PDF, yang seketika disambut kekaguman dari peserta karena podcast dari NotebookLM terdengar sangat natural.
InHouse Training berjalan dengan interaktif dan aplikatif, sehingga timbul salah satu pernyataan dari peserta bahwa tingkat kepercayaannya pada ChatGPT kisaran 60-70%. Lalu Reza menimpali bahwa ia bisa meningkatkan kepercayaan peserta tersebut pada ChatGPT hingga kisaran 80-90%, dengan cara memerintah ChatGPT dengan “benar”. Artinya, prompt yang dituliskan harus benar dan runtut agar ChatGPT mengerti dengan jelas keinginan pengguna.
Satu hal menarik yang disampaikan oleh Reza adalah bahwa ia menemukan cara untuk memastikan apakah ChatGPT telah benar-benar memahami permintaan pengguna, yakni dengan mengajukan pertanyaan, ‘Apakah ada yang ingin kamu tanyakan?’. Metode ini langsung dipraktikkan oleh para peserta, dan terbukti bahwa ChatGPT menanyakan hal-hal yang peserta lewatkan saat menyusun prompt.
Sebelum mengakhiri sesi materinya, Reza mengajak para peserta untuk membuat gambar menggunakan Reve.Art. “AI akan terus berkembang, tetapi manusia adalah pengambil keputusan terbaik yang tak terganti”, tutur Reza dalam slide terakhir di materinya saat menutup InHouse Training hari Rabu kemarin.
Gambar 2. Salah satu hasil praktik peserta menggunakan AI Reve.Art.
Pengetahuan baru ini membuat peserta InHouse Training bersemangat untuk mencoba dan mengaplikasikannya untuk pekerjaan mereka. InHouse Training Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk Penelusuran Literatur dan Penelitian ini terbilang sukses dengan tingginya antusiasme peserta untuk mempelajari AI lebih dalam lagi.
Surabaya – Rabu, 4 Februari 2026, Perpustakaan ITS kembali mengadakan InHouse Training Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk penelusuran Literatur dan
Surabaya – Pada Kamis, 22 Januari 2026, sebanyak 40 peserta Community and Technological Camp (CommTECH) 2026 melakukan kunjungan
Surabaya, 16 Januari 2026 – Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan kegiatan Inhouse Training bertajuk “Penguatan Implementasi Service
Surabaya, 18 Januari 2026 – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, MM., melakukan kunjungan