Tim ITS Kemanusiaan unruk Bencana Aceh dan Sumatera
Dapur Umum ITS merupakan unit layanan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pusat studi, sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan dapur umum ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan korban bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Tujuan Pelaksanaan Dapur Umum ITS adalah menjamin ketersediaan pangan siap konsumsi bagi masyarakat terdampak bencana. Mengurangi kerentanan sosial dan risiko kesehatan akibat kekurangan asupan gizi pascabencana. Mendukung fase tanggap darurat sekaligus transisi menuju pemulihan awal. Meningkatkan kapasitas masyarakat lokal melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan dapur umum.
Ketua Tim Dapur Umum Kemanusiaan ITS, Deti Rahmawati,S.IP., MT. menyampaikan pelaksanaan dapur umum ITS menggunakan pendekatan participatory action approach, dengan karakteristik kolaborasi antara tim ITS, pemerintah desa, dan lembaga kebencanaan (BPBD). Pelibatan aktif masyarakat terdampak sebagai relawan dapur umum. Penyesuaian menu dan sistem distribusi berdasarkan kondisi sosial, budaya, dan ketersediaan bahan lokal. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Lokasi dapur umum ITS
Struktur operasional dapur umum ITS umumnya meliputi: Koordinator Lapangan (ITS), Tim Teknis (Dosen & Mahasiswa), relawan masyarakat lokal, dan Pemerintah desa serta BPPD. Korlap ITS bertanggung jawab atas perencanaan, pengendalian operasional, dan koordinasi lintas pihak. Tim teknis bertanggung jawab mengelola logistik, standar kebersihan, manajemen dapur, serta pencatatan distribusi. Relawan Masyarakat Lokal bertanggung jawab mendukung proses memasak, pengemasan, dan distribusi makanan. Pemerintah Desa & BPBD beratnggung jawab memastikan legalitas lokasi, keamanan, serta sinkronisasi dengan posko induk bencana.
Fasilitas dan Peralatan Dapur Umum dilengkapi dengan peralatan masak skala besar (kompor gas tekanan tinggi, panci kapasitas besar, wajan industri). Peralatan pendukung (meja kerja stainless, alat pemotong, wadah distribusi). Sarana pendukung sanitasi (air bersih, tempat cuci tangan, pengelolaan limbah). Seluruh peralatan dirancang menggunakan prinsip teknologi tepat guna, mudah dirawat, dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat pascabencana. Manajemen logistik dapur umum ITS meliputi: Perencanaan kebutuhan bahan pangan harian berbasis jumlah penerima manfaat. Sistem rantai pasok yang mengutamakan bahan lokal untuk menjaga keberlanjutan. Proses produksi pangan yang memperhatikan standar higiene dan keamanan pangan darurat. Distribusi makanan secara terjadwal dan terdata untuk menjamin pemerataan.
Bahan baku segar yang dimasak di dapur umum ITS
Output utama dapur umum ITS adala tersalurnya makanan siap saji secara rutin kepada masyarakat terdampak. Terbangunnya sistem dapur darurat yang dapat direplikasi oleh masyarakat lokal. Meningkatnya kapasitas komunitas dalam manajemen logistik bencana. Secara jangka menengah, dapur umum ITS berkontribusi pada pemulihan sosial-ekonomi dan penguatan resiliensi masyarakat terhadap bencana di masa mendatang. Keberlanjutan Program Keberlanjutan dapur umum ITS diwujudkan melalui alih pengetahuan pengelolaan dapur kepada masyarakat desa. Optimalisasi aset dapur sebagai fasilitas sosial desa pascabencana. Integrasi program dengan agenda pemulihan ekonomi lokal dan ketahanan pangan desa.
Dapur Umum ITS merupakan unit layanan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui sinergi antara dosen, mahasiswa,
Rabu, 8 Oktober 2025, Pusat Studi (Pusdi) Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) Direktorat Riset dan Pengabdian kepada
Surabaya, 15 Agustus 2025 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Studi (Pusdi) Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat