News

PDPM ITS : Saat Pandemi Pendapatan Petani Tembakau Meningkat dan Berada di atas Garis Kemiskinan Nasional

Jum, 21 Okt 2022
12:49 pm
News

Sorry, no posts matched your criteria.

Share :
Oleh : adminpdpm   |

Selasa, 11 Oktober 2022, PDPM ITS melaksanakan presentasi Studi Pendapatan Petani Tembakau Indonesia. Perwakilan PDPM ITS adalah Dr. Sutikno, M.Si selaku kepala PDPM ITS, Mukti Ratna Dewi S.Si., M.Sc selaku tim ahli. Lailatul Mafthuhah, Saras dan Willy sebagai perwakilan dari PMI. Presentasi dilakukan di PT. Sadhana Arifnusa, Pasuruan. Philip Morris Indonesia (PMI) yang bekerjasama dengan PDPM ITS berencana melakukan kajian untuk memahami benchmark Living Income di kawasan tembakau Indonesia, sebagai langkah awal PMI melakukan kajian untuk mengumpulkan informasi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani selama tahun kalender 2021. Studi penelitian ini adalah petani tembakau yang bermitra dengan PT. Sadhana Arifnusa yang merupakan pemasok tembakau terbesar bagi PMI. Daerah penelitian meliputi wilayah Blora, Jember, Jombang, Rembang, dan Wonogiri.

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui jenis pendapatan yang diperoleh petani dan anggota keluarga lainnya dari berbagai sumber, selain pendapatan dari hasil tanaman tembakau. Selain itu, mengumpulkan informasi tentang jenis pengeluaran rutin/reguler yang dilakukan rumah tangga selama setahun untuk fasilitas dasar, serta pengeluaran non-rutin untuk kebutuhan tidak terencana dan/atau insidental.

Kajian ini juga membahas dampak Covid-19 terhadap lapangan kerja, pendapatan & pengeluaran saat ini, serta mendapatkan wawasan tentang kemungkinan perubahan dan penyesuaian yang akan dilakukan dalam kegiatan petani di masa depan, serta menyediakan model yang valid-kuat untuk ekstrapolasi tahun depan dari baseline survei tahun ini (survei lapangan qual-quant) untuk pendapatan hidup petani.

Proses kajian dilakukan dari tanggal 22 April sampai 31 September 2022. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik petani tembakau sebagian besar lulusan SD dan mayoritas berusia 45 sampai 65 tahun. Rata-rata 1 keluarga petani terdiri atas 3 anggota keluarga. Pendapatan aktual rumah tangga petani berkisar antara 44,45 juta hingga 158,45 juta dengan pendapatan terbesar berada di Segmen >1,5 Ha di Wilayah Rembang dan Jember. Ada kecenderungan bahwa semakin luas areal tembakau, semakin tinggi persentase kontribusi tembakau terhadap total pendapatan aktual rumah tangga. Secara khusus, tembakau memberikan kontribusi kurang dari setengah dari total pendapatan aktual di Segmen <1 Ha. Terlihat juga bahwa semakin tinggi kontribusi tembakau, semakin rendah kontribusi ternak terhadap total pendapatan aktual.

Terlihat bahwa pendapatan petani tembakau masih berada di atas garis kemiskinan nasional dan internasional, upah minimum, dan total pengeluaran, kecuali untuk Segmen Wilayah Jombang <0,5 Ha dan 0,5-1 Ha. Ada kecenderungan semakin tinggi tingkat segmen, pendapatan aktual petani akan meningkat secara signifikan. Hal ini diduga karena meningkatnya kontribusi pendapatan bersih dari tembakau seiring dengan meningkatnya tingkat segmen.

Dampak covid-19 terhadap petani dan rumah tangga petani di tahun terakhir adalah 43 persen petani khawatir, 28 persen petani tidak khawatir. Selain itu, 48 persen petani mengatakan bahwa pandemi tidak berpengaruh pada pengeluaran petani, tetapi berpengaruh pada pendapatan. Selama pandemi, 49 persen petani mengalami peningkatan pendapatan. Dalam hal kegiatan tanaman non tembakau, 74 persen mengatakan tidak berdampak sementara 7 persen merasa bahwa penanaman terhenti akibat pandemi. Dampak pada kehidupan sosial petani sehari-hari adalah 59 persen tidak berdampak, sementara 27 persen berdampak pada interaksi sosial.  Kegiatan studi terkait pendapatan dan pengeluaran keluarga petani tembakau Indonesia ini selaras dengan peta jalan pengabdian masyarakat Pusat Kajian PDPM yaitu manajemen tata kelola pemerintah daerah. Kegiatan ini juga sesuai dengan SDG’s yaitu tujuan nomer (8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, (1) menghapus kemiskinan, dan tujuan nomer (17) kemitraan dalam mencapai tujuan (dw)

Latest News

  • PDPM ITS: KAJIAN STATISTIK UNTUK INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH DAERAH

    Senin, 31 Oktober 2022, Tenaga Ahli PDPM ITS Dr. Sutikno, M.Si., Dr. Setiawan, MS., Dr. Soedarso, M.Hum diundang oleh

    02 Nov 2022
  • Kerja Praktek di PDPM ITS, Mahasiswa dibekali Kemampuan Riset Pelatihan dan Pendampingan

    Jumat, 28 Oktober 2022, Pusat Kajian Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PDPM ITS), Gedung Riset

    01 Nov 2022
  • Workshop Pengembangan Model Output Statistik di Surabaya

    Kamis, 27 Oktober 2022, PDPM ITS mengadakan mini workshop pemaparan dan diskusi hasil pengembangan Model Output Statistik di Surabaya.

    28 Okt 2022